Halaman

Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Pemandangan Unik Gurun Pasir Putih di Mesir

Asalasah ~ Mesir adalah tujuan wisata yang sangat indah dengan berbagai destinasi untuk wisatawan. Kita semua tahu tentang fitur-fitur utama seperti piramida Mesir dan monumen bersejarah lainnya. Namun Mesir tidak hanya kaya dengan monumen bersejarah yang juga memiliki banyak fitur alam berharga yang pantas untuk ditempatkan di pemandu wisata.

Salah satu tempat tersebut adalah Padang Pasir Putih juga dikenal sebagai Sahara el Beyda. Padang ini berada di dekat oasis terkecil di Mesir, Farfara. Karena kebanyakan dari kita tahu, gurun pasir berwarna kuning, namun, di Gurun pasir Putih yang mengejutkan adalah bagaimana tempat ini mendapat namanya. Pada malam hari, tempat ini tampak seperti lanskap bersalju.

http://asalasah.blogspot.com/2013/05/pemandangan-unik-gurun-pasir-putih-di.htmlhttp://asalasah.blogspot.com/2013/05/pemandangan-unik-gurun-pasir-putih-di.html

Tempat ini telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Fakta bahwa tidak jauh dari Gurun Black dan Crystal Mountain memberikan kontribusi signifikan terhadap popularitasnya di kalangan wisatawan.


Ini dikenal sebagai tempat di mana batuan kapur yang tidak biasa dapat ditemukan. Batu-batu tersebut dibentuk oleh erosi angin tingkat rendah. Salah satu batu yang paling terkenal yang dapat ditemukan di sini adalah apa yang disebut Mushroom Rock, sangat mirip dengan jamur raksasa. Meskipun tempat ini dilindungi cagar alam, pengunjung dari berbagai belahan dunia terkadang sering merusak atau mengambil batu.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Es di Pegunungan Himalaya Sudah Mulai Mencair

Asalasah ~ Pemanasan global telah berdampak pada Everest, puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 8.848 meter di atas permukaan laut, yang berlokasi di Pegunungan Himalaya, perbatasan China dan Nepal.

Dalam sebuah konferensi yang berlangsung di Cancun, Meksiko, Selasa (14/5/2013) kemarin, Sudeep Thakuri dari University of Milan di Italia mengatakan bahwa dalam penelitiannya banyak es di Everest yang telah meleleh.

Diberitakan Livescience, Selasa, pelelehan es yang terjadi di Everest mencapai 13 persen. Sementara itu, batas wilayah bersalju di Everest naik hingga 180 meter. Artinya, semakin sedikit wilayah yang ditutupi salju.

Thakuri dan rekannya melakukan penelitian pada perubahan gletser, temperatur, dan curah hujan di Everest dan sekitar Taman Nasional Sagarmatha, wilayah Himalaya yang dilindungi dan berlokasi di Nepal.

Tim menemukan, gletser di wilayah tersebut telah mengalami penurunan sejak tahun 1962. Lebih lanjut, Thakuri dan rekannya menyatakan bahwa curah hujan telah turun 100 milimeter, sementara temperatur telah naik 0,6 derajat Celsius sejak tahun 1992.

Thakuri menduga bahwa pelelehan yang terjadi di Everest adalah akibat dari pemanasan global. Meski demikian, Thakuri belum bisa menghubungkan secara pasti pelelehan dengan fenomena perubahan iklim.

Turunnya gletser dan pelelehan es di Himalaya menyita banyak perhatian ilmuwan. Banyak yang menyerukan bahwa apa yang terjadi di Himalaya adalah bukti nyata perubahan iklim yang banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia.

Beberapa studi telah mengungkap bahaya dari terus naiknya suhu Bumi. Studi terbaru menyatakan bahwa peningkatan suhu Bumi akan menyebabkan setengah dari total spesies tumbuhan dan sepertiga dari total spesies hewan terancam. Emisi CO2 yang memengaruhi pemanasan suhu Bumi kini telah mencapai titik tertinggi dalam 3 juta tahun terakhir.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Ilmuwan Kembangkan Alat Pendengar Tangisan Pohon Haus

Asalasah ~  Frekuensi suara yang bisa ditangkap telinga manusia sangat terbatas - sekitar 20 hingga 20.000 Hertz. Karenanya kita tidak pernah tahu bahwa pohon-pohon pun bisa mengeluarkan suara. Seperti misalnya saat haus, jeritan mereka konon sangat menyedihkan, loh.

Para ilmuwan baru-baru ini berhasil menangkap suara pepohonan tersebut. Sebuah tim yang dipimpin fisikawan Prancis, Philippe Marmottant, dari Grenoble University, engklaim bahwa mereka telah membuat rekaman pertama dari pohon yang sedang terengah-engah karena air. Sama seperti manusia yang bersuara saat mereka menghirup udara, pohon juga membuat suara ultrasonik bermunculan.

Jeritan Pohon Saat Haus
Ilustrasi: Photographer Harri Pekkinen / kuvamyynti.info

Dari mana suara pada pohon muncul? Pohon mengambil air dari tanah melalui sistem akar mereka. Upaya untuk menarik air dan kelembapan ini dari tanah menciptakan gelembung udara.

"Kami bisa melacak artikulasi gelembung, dan apa yang kami temukan adalah mayoritas suara yang didengar terkait dengan gelembung," kata Marmottant.

Para peneliti menggunakan sampel  irisan kayu pohon pinus mati yang diberi banyak hidrogel. Kondisinya dibuat semirip mungkin seperti pohon hidup.

Gel tersebut mulai mengering karena pengaruh lingkungan. Dari sini peneliti mendengarkan kayu yang mulai memunculkan suara. Kebisingan tersebut berasal dari gelembung udara yang naik kemudian menghilang. Proses ini disebut dengan kavitasi.

Kabarnya, mereka sekarang berlomba mencoba dengan peralatan yang mampu mendengarkan suara-suara unik yang diciptakan oleh alam. Bila sudah menjadi kenyataan, suatu saat nanti boleh jadi kita bisa menangkap jutaan tangis dari hutan-hutan yang ditebang oleh manusia-manusia serakah.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Karbon Dioksida Mencapai Titik Tertinggi Sejak 3 Juta Tahun

Asalasah ~ Konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) bulan ini akan menembus 400 bagian per juta. Konsentrasi setinggi itu terakhir kali terjadi pada era Pliocene, 3-5 juta tahun silam. Tingkat konsentrasi itu juga melampaui batas konsentrasi yang dinilai membahayakan, yang jadi basis perundingan konferensi perubahan iklim tingkat global.

Dua alat di Mauna Loa, Hawaii, Amerika Serikat, menunjukkan, konsentrasi CO2 mencapai 400,03 ppm, Kamis (9/5/2013). Demikian laporan versi Badan Atmosfer dan Kelautan Nasional AS (NOAA), Jumat, di Washington.

Gas karbon dioksida merupakan salah satu jenis dari gas rumah kaca yang menahan radiasi panas di atmosfer yang mengakibatkan kenaikan suhu bumi. Gas CO2 paling banyak dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil.

"Temuan ini penting karena menandai peningkatan menerus gas karbon dioksida di atmosfer," kata James Butler dari NOAA.

Beberapa peralatan di Arktik mencatat konsentrasi CO2 melampaui 400 ppm, lebih dari setahun lalu. Menurut Butler, berdasarkan data itu, konsentrasi rata-rata global bisa melampaui batas 400 ppm tahun depan.

"Kita akan mencapai konsentrasi gas karbon dioksida 450 ppm hanya dalam beberapa puluh tahun ke depan. Ini mengingatkan kita betapa tak terkontrolnya percobaan pada planet ini," ujar Michael Mann, ahli iklim dari Pennsylvania State University.

Selama ini, sejumlah ahli menyatakan konsentrasi CO2 perlu ditahan pada tingkat konsentrasi 350 ppm. Konsentrasi setinggi itu merupakan syarat menahan kenaikan temperatur atmosfer bumi 2 derajat celsius—dari suhu praindustri— pada abad ini. Makna konsentrasi 400 ppm ialah ada 400 molekul dalam sejuta molekul di udara.

Pengamatan gas CO2 dilakukan secara menerus sejak Maret 1958 di Gunung Mauna Loa, Hawaii. Pencatatan gas didokumentasikan dalam grafik Keeling Curve—diambil dari nama Charles Keeling yang pertama kali melakukan observasi CO2 di Mauna Loa pada 1958. Konsentrasi saat itu 317 ppm. Sejak itu, hasil pencatatan menunjukkan peningkatan cepat.

Baca Juga:  
Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/05/13/17553132/Kadar.CO2.Capai.Titik.Tertinggi.dalam.3.Juta.Tahun
Baca Selengkapnya »»  

Fenomena Salju Bertemu Dengan Aliran Lava Panas

lava,salju,rusiaAsalasah ~  Dua hal kontras bertemu dan menghasilkan fenomena alam luar biasa. Inilah yang disaksikan Ben Edwards, seorang vulkanolog dari Dickinson College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Edwards meneliti fenomena aliran lava bersuhu ribuan derajat Celcius yang bertemu dengan salju di Kamchatka, Rusia. Saat keduanya bertemu, terdengar suara desisan sebagai penanda adanya dua hal kontras yang menyesuaikan diri satu sama lain.

Edwards melakukan pengamatan gunung api yang tertutup salju untuk mengetahui bagaimana Zaman Es mulai terkikis dan bagaimana suhu Bumi mulai berubah. Dalam penjelasannya, dikatakan inti sedimen dari dasar laut merupakan penyimpan data yang baik mengenai perubahan suhu samudra.

Dengan demikian para pakar bisa mengorelasikan 25 hingga 30 tahapan glasial. Namun, mencari catatan alami seperti ini akan terasa sulit ketika dicari di darat.

Dikatakan Edwards, selama beberapa juta tahun, banyak gunung api yang meletus di bawah glasier. "Dan deposit yang ada merupakan deposit yang tersisa untuk mengindikasikan adanya es pada saat erupsi terjadi," ujarnya, Rabu (8/5).
sungai uap,kamchatka,rusia http://asalasah.blogspot.com/2013/05/fenomena-salju-bertemu-dengan-aliran.html
sungai uap,kamchatka,rusiaSungai beruap di Kamchatka, Rusia, yang terjadi saat lava menutupi salju, air yang mencair akan mengalir dan menghasilkan sungai beruap. (Ben Edwards/National Geographic News)

Dengan meneliti gunung api aktif yang tertutup salju dan es, Edwards yang juga penerima dana bantuan National Geographic, akan bisa mempelajari apa yang bisa dicari dalam aliran lava kuno yang tersimpan di glasier.

Bukan hanya hasil penelitian ini yang bermanfaat banyak, tapi juga mengagumkan melihat fenomena penggabungan dua hal ini: salju dan lava.

Ketika terjadi, akan terlihat beberapa hal menakjubkan seperti saat lava menutupi salju. Maka air yang mencair akan mengalir di antara kristal-kristal es dan menghasilkan sungai beruap yang mengalir dari bawah salju dan es. Salah satu foto sungai beruap yang diambil Edwards terjadi ketika badai salju. Suhu aliran itu meningkat menjadi 40 hingga 50 derajat Celcius.

Sedangkan, ada satu foto lagi berupa gumpalan lava berdiameter satu meter yang menggelinding dari depan aliran dan membentuk semacam "jejak traktor". Bahkan terkadang, aliran lava yang bertemu pinggiran salju bisa menciptakan gua dalam gletser atau menyelinap di bawah es.

"Di Rusia, kami melihat segalanya. Kami melihat aliran lava mulai menggali liang di bawah salju," ujar Edwards.

Baca Juga:  
Sumber: http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/05/fenomena-salju-bertemu-aliran-lava-panas
Baca Selengkapnya »»  

10 Negara yang Memiliki Hutan Terluas Di Dunia

10 Negara Dengan Hutan Terluas di Dunia
Asalasah ~  Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia.

Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Berikut ini adalah 10 Negara Dengan Hutan Terluas dan terbesar di Dunia

1. Rusia, 809 juta hektar
Luas hutan di Rusia membentang dari Karelia dekat Finlandia sampai ke Semenanjung Kamchatka di Rusia timur. Hutan mengandung 50% sumber daya dunia dari jenis kayu konifera. Hutan Rusia adalah rumah bagi spesies yang tak terhitung jumlahnya, termasuk macan tutul salju Siberia dan harimau Siberia dan 10% dari semua harimau liar dapat ditemukan di negara itu. 260.000 kilometer persegi hutan dikelola oleh Forest Stewardship Council yang membantu penebangan secara berkelanjutan dan 430.000 km persegi tanah berada di bawah perlindungan pemerintah Rusia. Penebangan liar pohon diperkirakan mencapai antara 20-30% dari semua penebangan di Rusia.

2. Brazil, 478 juta hektar
Brasil adalah rumah bagi hutan tropis terbesar di dunia. Hutan hujan Amazon menyumbang lebih dari setengah hutan hujan bumi yang tersisa. Amazon mengandung 90 - 140.000.000.000 metrik ton karbon, yang membantu menstabilkan iklim bumi dan juga menghasilkan 20% dari oksigen bumi melalui pengubahan karbon dioksida menjadi oksigen. Hutan Atlantik juga ditemukan di Brasil, di pantainya yang membentang dari Brasil ke Paraguay dan Argentina. Namun, hanya 7% hutan yang masih utuh dan akan mengancam kehidupan ribuan spesies binatang termasuk jaguar, tapir, dan monyet howler.

3. Kanada, 310 juta hektar
Hampir setengah dari permukaan tanah Kanada ditutupi oleh pohon-pohon dan hutan. Diperkirakan dua pertiga dari 140.000 spesies tanaman dan hewan berada di hutan Kanada yang terdiri dari 180 jenis pohon yang berbeda. 94% dari hutan adalah milik publik, dan 6% yang lain dipegang oleh pemilik tanah swasta. 20% air tawar dunia dapat ditemukan di hutan ini, persentase yang sama dengan jumlah yang ditemukan di hutan hujan Amazon.

4. Amerika Serikat, 303 juta hektar
Sejak koloni mulai menetap di Amerika Serikat pada tahun 1600-an, sekitar 121.405.000 hektar hutan telah ditebang yang sebagian besar digunakan untuk pertanian, pembangunan pemukiman dan perkayuan. 155.399.000 hektar hutan menutupi Amerika Serikat bagian timur, 74% dari hutan ini berdaun lebar dan 83% hutan adalah milik swasta. Di bagian barat negara, 147,710 juta hektar hutan, 78% di antaranya adalah konifer, yang 58% dimiliki oleh publik. Hutan milik publik dipertahankan sebagai taman nasional, zona perlindungan satwa liar dan taman rekreasi oleh US Forest Service, National Park Service, Fish and Wildlife Service dan Biro Pengelolaan Tanah.

5. China, 197 juta hektar
Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) PBB memperkirakan bahwa hutan dan tanaman kayu meningkat di negara ini dari 157 juta hektar di tahun 1990 hingga 197.000.000 hektar di tahun 2005. Antara tahun 2000 dan 2010 hutan di China meningkat sebesar 1,6% hutan. Namun, setengah dari kayu China adalah impor, terutama dari hutan hujan tropis seperti Amazon. 70% hutan China dimiliki oleh negara dan ada total 131 biro hutan di negeri ini.

6. Australia, 164 juta hektar
Hutan asli Australia yang utama terdiri dari kayu putih (78%), akasia(7%), dan melaleucas(5%). Hutan-hutan ini pada umumnya terletak di daerah dengan curah hujan 500 milimeter per tahun. Kebakaran adalah ancaman utama bagi hutan di Australia dan pengawas hutan harus menerapkan strategi untuk mencegah kebakaran, pemadaman, dan deteksi untuk meminimalisir kerusakan akibat kebakaran hutan.

7. Republik Demokratik Kongo, 134 juta hektar
Hutan hujan Kongo adalah rumah bagi lebih dari 10 ribu spesies tanaman, 700 jenis ikan, 400 mamalia termasuk simpanse kerdil, dan 1000 spesies burung. Hutan meliputi 59,9% milik negara, lebih dari 828.812 km persegi. 8% dari hutan berada di bawah perlindungan dan negara Kongo berencana untuk memperluasnya sebesar 10 - 15% hutan di masa yang akan datang.

8. Indonesia, 88 juta hektar
Hutan Indonesia adalah rumah bagi 38.000 spesies tumbuhan, 1531 jenis burung, 515 jenis mamalia, 270 spesies amfibi, dan 35 spesies primata, termasukk orangutan dan bekantan. Hutan Indonesia pernah menutupi lahan sebesar 84% namun kini hutan telah terfragmentasi oleh jalan dan ditebang untuk pembuatan jalan akses menuju perkebunan kelapa sawit dan sawit kayu putih. Hutan-hutan di Sulawesi hampir semua rata, sementara hutan di Sumatra dan Kalimantan terus terkuras.

9. Peru, 69 juta hektar
80% hutan di antaranya adalah hutan primer, mencakup sekitar 50% hutan dari wilayah Peru dan 10% hutan flora dan fauna yang menakjubkan di dunia termasuk 25 ribu spesies tanaman. 1300 masyarakat adat hidup di 12 juta hektar hutan Peru, 9 juta sisanya adalah sebagai wilayah adat. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia PBB memperkirakan bahwa tingkat hutan yang digunduli adalah 224ribu sampai 300ribu hektar hutan per tahun jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga Amerika Latin.

10. India, 68 juta hektar
WWF (World Wide Fund for Nature) memperkirakan bahwa 20,64% wilayah India tertutupi oleh hutan dari hutan pinus subtropis Himalaya sampai hutan Mangrove India Timur. Hutan India adalah rumah bagi 45 ribu spesies tanaman dan 81 ribu spesies hewan termasuk harimau bengal dan gajah. Dua kawasan hutan India yang besar adalah Ghats barat yang ditemukan di kepulauan Andaman dan Nikobar dan terbesar di wilayah Assam wilayah utara timur. Dengan berkembang pesatnya perekonomilan, India lebih menekankan pada sumber daya hutan dan hutan yang tersisa telah terfragmentasi.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.jurukunci.net/2013/05/10-negara-dengan-hutan-terluas-di-dunia.html
Baca Selengkapnya »»  

Taman Nasional Bernuansa Afrika di Pulau Jawa

Taman Nasional Baluran, nuansa Afrika di Pulau Jawa
Asalasah ~ Indonesia merupakan sebuah negara yang besar dan memiliki keanekaragaman satwa dan tumbuhan mengagumkan, hal tersebut merupakan fakta yang tidak terbantahkan dan bisa ditemukan dalam berbagai ekositem dan keanekaragaman hutan serta hewan yang bisa ditemukan di Indonesia. Salah satu tempat yang merepresentasikan kekayaan alam Indonesia tersebut adalah Taman Nasional Baluran, yakni sebuah taman yang terletak di kabupaten Situbondo provinsi Jawa timur.

Keunikan dan kelebihan taman nasional Baluran terletak pada kondisi alamnya yang di dominasi oleh kawasan savana yang luas, hal ini tentu berbeda dengan hutan dan taman nasional yang dapat ditemukan di Indonesia lainnya yang berupa hutan tropis. Keberadaan savana yang luas membuat Baluran lebih terlihat seperti sebuah kawasan hutan yang terdapat di Afrika dibandingkan dengan kawasan hutan yang ada di Indonesia pada umumnya.

Pada saat musim hujan tiba kawasan Taman Nasioal Baluran akan didominasi oleh rerumputan hijau yang menjulang tinggi menampakan panorama alam yang menghijau sejauh mata memandang memperlihatkan keanekaragaman alam dan kebesaran tuhan, sementara saat puncak musim kemarau tiba, kawasan savana taman nasional Baluran akan berubah menjadi sebuah padang tandus yang luas tak ubahnya seperti yang ditemukan di savana-savana luas di Afrika. Lengkap dengan kawanan banteng dan kawanan rusa yang bergerombol dari kejauhan.

Sebagai sebuah taman nasional, Taman Nasional Baluran terhitung cukup lengkap dalam menyajikan fasilitas dan kelengkapan fauna yang masih liar di habibatnya. Di taman nasional ini masih bisa di temukan hewan sejenis ajag yang suka memburu rusa, ajag merupakan seekor hewan yang berupa anjing hutan yang bertindak sebagai predator yang suka memburu berbagai hewan yang biasa menjadi buruannya seperti rusa, kancil, kelinci dan hewan lainnya. Selain pemandangan unik tersebut pengunjung juga bisa mendapatkan pemandangan unik lainnya seperti kawanan rusa dan banteng yang menyebrangi sungai seperti yang sering kita lihat di berbagai chanel televisi yang menayangkan kehidupan liar Afrika.

Selain menawarkan kunjungan yang berkesan, Taman Nasional Baluran ini juga menawarkan sebuah penginapan unik yang masih terdapat dalam sebuah kawasan Taman Nasional Baluran. Penginapan ini berada tepat di depan hamparan Savana sehingga para pengunjung yang menginap dapat menyaksikan berbagai keindahan alam dan hewan dari dekat. Dari penginapan para pengunjung dapat melihat kawanan rusa dari kejauhan yang suka memperhatikan pengunjung dari jauh atau bersembunyi dalam semak-semak. Sementara untuk kawanan kera lebih tertarik untuk mendekat ke penginapan karena tertarik kepada makanan yang biasanya dibawa oleh pengunjung.

Di taman nasional Baluran hidup berbagai hewan langka seperti macan tutul, banteng, kerbau liar yang besar, rusa, kancil, kijang, kucing bakau, berbagai macam jenis burung seperti elang dan berbagai macam tumbuhan dan pohon yang langka dan unik ikut menambah perbendaharaan kekayaan taman nasional Baluran.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.merdeka.com/ireporters/gaya/taman-nasional-baluran-nuansa-afrika-di-pulau-jawa.html
Baca Selengkapnya »»  

Air Terjun Yang Didalamnya Terdapat Api Abadi

Asalasah ~ Terselip di dalam kawasan Chestnut Ridge Park, New York, terdapat sebuah air terjun kecil yang disebut Eternal Flame Falls (atau Air Terjun Api Abadi).
http://klimg.com/merdeka.com/i/w/foto/2013/05/03/79300/real/air-terjun-001-destriyana.jpg
Air terjun ini disebut demikian karena adanya fenomena yang memicu kebocoran gas alam di bawah air terjun. Api ini sebetulnya tidak benar-benar "abadi" dalam artian itu akan padam sesekali jika tidak dinyalakan lagi.
http://kampus.unikom.ac.id/s/userassets/10509552/blog_images/image_4f6f5268021b23059d86e7e862d82c3d.jpg
Ketika api mati, seseorang yang mengunjungi air terjun itu akan menyalakannya kembali. Chestnut Ridge Park memiliki luas sekitar 1.213 hektar yang biasa digunakan untuk hiking, bersepeda, jalan kaki, lapangan tenis, dan fasilitas piknik dan tempat penampungan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWX97QMABx8F0-Ci3hgF4pgdo8BDz6TSC-kaomJj3e6NjfuDs633g5qTezZmozGwRt9WLCjtL0hNh3eat9TsFNhNisqM4aSZi7O6paNZFQJy82jGNm5gQ1Wg12IqZMKC7jOm9O5wf5oQc/s400/075501_airapi2.jpg
Meskipun terletak di dalam taman, air terjun ini jauh dari keramaian, dan bisa langsung diakses dari tepi selatan taman. Saat Anda mendekati air terjun, akan tercium bau busuk yang langsung menyegat di hidung.

Aroma tak sedap itu berasal dari gas alam yang bocor di lapisan pinggir air terjun. Hal ini terjadi karena gas yang dihasilkan selama dekomposisi organik dalam deposito batu berada di bawah tekanan dan terdorong keluar melalui celah-celah dan lapisan longgar dalam susunan batu.

Salah satu celah besar yang terletak tepat di dalam air terjun - di dalam sebuah gua kecil yang terlindung dari rembesan air dan angin - memungkinkan api terus menyala saat dinyalakan.

Ada beberapa tempat kebocoran gas lainnya di sekitar air terjun, salah satu di antaranya terletak di bawah kolam - di bawah air terjun - yang sepintas terlihat seperti gelembung-gelembung yang naik dari batuan dasar di bawahnya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.merdeka.com/gaya/api-abadi-ini-menyala-dalam-air-terjun.html
Baca Selengkapnya »»  

Foto Gunung Garam Buatan Terbesar Yang ada di Jerman

Asalasah ~ Foto: Monte Kali, Gunung Garam Buatan Terbesar di Jerman - Mungkin sudah tidak heran dan bosan juga melihat pemandangan tambak garam di Indonesia, terlebih yang tinggal di kawasan produksi garam.

Tumpukan gunung-gunung garam hasil panen dari tambak seperti gambar di atas tidak ada apa-apanya jika dibandingkan gunung garam yang beri nama Monte Kali, yang terletak di Wintershall Jerman.

Gunung garam Monte Kali mempunyai luas 55 Hektar dengan berat total 150 Juta Ton tumpukan garam. Berada di 530 meter di atas permukaan air laut dan memiliki tinggi lebih dari 200 meter. Tumpukan garam yang menyusun gunung buatan Monte Kali bukanlah jenis garam yang digunakan untuk konsumsi sehari-hari sebagai bahan bumbu olahan makanan.

Berikut Foto Foto Gunung Garam Buatan Monte Kali di Jerman:
http://asalasah.blogspot.com/2013/04/foto-gunung-garam-buatan-terbesar-yang.html
Tumpukan garam di Monte Kali tersebut dikategorikan sebagai 'sampah garam', merupakan sisa pengolahan tambang potash di Wintershall. Tumpukan garam tersebut mengandung 96% sodium chloride.

Proses pembentukan gunung garam Monte Kali dimulai pada tahun 1973. Rata-rata 10 ribu orang per tahunnya berkunjung ke Monte Kali dan melakukan pendakian. Untuk menumpuk garam sampah tersebut digunakan mesin conveyor sepanjang 1,5 KM untuk mengangkut garam sampah tersebut ke puncak gunung dan meratakannya.

Baca Juga:  
Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/04/foto-monte-kali-gunung-garam-buatan-terbesar-di-jerman.html
Baca Selengkapnya »»  

Tanaman Yang Bisa Bikin Orang Berhalusinasi



Beberapa orang menguras tenaga mereka untuk memperjuangkan legalisasi ganja, yang memang dilarang karena dapat memabukkan, di beberapa negara. Tapi, tahukan Anda, bahwa canabis bukanlah satu-satunya tumbuhan yang bisa membuat seseorang mendapatkan efek halusinasi jika mengonsumsinya?

Masih ada beberapa tumbuhan lainnya yang memiliki kandungan zat serupa yang dimiliki canabis, atau zat lain yang bisa memberikan efek halusinasi. Beberapa di antaranya legal untuk dimiliki dan dikonsumsi. Apa saja itu?

1. Hawaiian Baby Woodrose



Pohon anggur ini awalnya ditemukan di Asia Selatan, namun kini telah tumbuh di berbagai belahan dunia. Hawaiian Baby Woodrose , atau dikenal sebagai Elephant Creeper, memiliki biji yang mengandung zat halusinogen.

Tumbuhan yang tingginya mencapai 31 kaki ini sepenuhnya legal. Namun, ekstraksi LSA dari bijinya ilegal untuk dikonsumsi. LSA, atau lysergic acid amide, adalah pendahulu untuk LSD. Keduanya memiliki struktur kimia yang mirip, dan menghasilkan efek psychedelic serupa.

2. Ayahuasca

Ayahuasca atau banisteriopsis caapi adalah anggur dari Amerika Selatan yang sering dikonsumsi penduduk asli Amazon. Ayahuasca mengandung MAOI, anti-depresan yang cukup kuat, yang hanya boleh dikonsumsi dengan resep untuk mereka yang menderita depresi akut.

Tanaman ini biasanya diseduh dan diminum untuk mengoptimalkan sifat psikedelik-nya.

Di Peru, Ayahuasca digunakan dalam upacara sakramen keagamaan. Di Amerika Serikat, pohon anggur ini legal. Namun, minuman, atau variasi dari senyawa DMI yang diekstrak, semuanya ilegal.

3. Peruvian Torch Cactus
The Peruvian Torch Cactus tumbuh di gurun Andrean, dan dikenal dengan alkaloid psychedelic-nya. Kaktus merupakan bahan deri mescaline dengan kualitas tinggi.

Mescaline sendiri merupakan obat yang populer dan ilegal. Dikabarkan, beberapa tokoh-tokoh kreatif seperti Pablo Picasso dan Aldous Huxley mengonsumsi obat ini.

Mescaline mendistorsi penglihatan mereka yang memakainya, khususnya memperkuat pola intens untuk menghasilkan efek kaleidoskop.


4. Wormwood

Wormwood adalah ramuan abadi yang dibuat dengan bahan dasar bunga berwarna kuning pucat. Ketika mekar penuh, bunga-bunga tersebut bisa dikeringkan dan dikonsumsi sebagai pereda nyeri. Sedangkan minyak wormwood bisa digunakan sebagai stimulan jantung.


Namun yang perlu diperhatikan, kini wormwood diketahui merupakan tanaman beracun yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Secara ilegal, wormwood sering dicampurkan dengan ganja untuk memberi efek 'terbang' yang lebih tinggi.

5. Dream Herb

Dream Herb atau Calea Zacatechichi adalah tumbuhan dari Meksiko yang dikabarkan membuat orang yang mengonsumsinya jadi lebih detail mengingat mimpi, dan lebih sering bermimpi.

Dream Herb adalah stimulan yang dapat mempercepat reaksi. Untuk pengobatan, tumbuhan ini dapat mengurangi demam. Orang-orang Chontal menghancurkan daunnya yang sudah kering untuk diminum seperti teh.


Tanaman ini legal untuk dimiliki dan dijual. Namun, beberapa negara telah melarang penduduknya untuk mengonsumsi Dream Herb.

sumber: http://bigcendol.blogspot.com/2013/04/tanaman-yang-mampu-membuat-orang.html
Baca Selengkapnya »»  

Fenomena Air Laut Seperti Yang Dijelaskan Alqur'an

Asalasah ~ foto ini membuktikan kebenaran Surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20 yang berbunyi:


“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 19-20)

Inilah foto tersebut, yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya.

Subhanallah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yang tidak bercampur itu benar-benar ada. Saya sudah sering membaca ayat tersebut, tapi masih belum tahu di mana gerangan air laut yang tidak pernah bercampur itu.

Ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:


“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. Al-Furqaan: 53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.

Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Lalu apakah air ini akan bercampur dengan air di Samudera Atlantik?

TIDAK!. Lho?? Ternyata ketika air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup di bawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

Di Selat Gibraltar itu ada pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda. Perbedaan itu sangat jelas kelihatan dari perbedaan warna air laut. Ada garis batas yang memisahkan keduanya. Air laut dari lautan atlantik berwarna biru lebih terang. Air laut dari laut Mediteranian berwarna biru lebih gelap, lebih pekat. Garis batasnya sangat jelas. Perhatikan foto tersebut !!

Bagaimana bisa terjadi ?

Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garamnya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing masing laut tidak berubah. Kalau dipikir secara logika, pasti bercampur, nyatanya tidak bercampur. Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur. Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar, sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali. Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya.
Subhannallah.

Penjelasan secara fisika modern baru ada di abad 20M oleh ahli-ahli Oceanografi. Firman di Al Quran itu diturunkan di abad ke 7 M, 14 abad yang lalu.

Jadi kalimat siapa itu?

Itu adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Maka nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan?

Luar biasa, pemandangan selat Gibraltar yang memiliki dua warna air sungguh menakjubkan. Sudah lama membaca dan memahami tafsirnya, tentang adanya dua warna air laut di Gibraltar.



“Sesungguhnya dalam penciptaan bumi dan langit dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang orang yang berakal”. (QS. Al-Imran: 190)

semua kebenaran datangnya dari Allah, sementara kesalahan-kesalahan dalam tinjauan ini sepenuhnya tanggung jawab
saya yang mungkin tidak bisa menjangkau ilmu Allah yang begitu luas.

Wallaahu a’lam bish-shawab.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Awal Mula Proses terbentuknya Gua

Asalasah ~ Bagimana Gua Itu Terbentuk ? Mungkin pertanyaan itu muncul untuk sebagian orang yang ingin mengetahuinya. Sekarang, Teka-teki Pembentukan Gua Terpecahkan! Tonjolan batuan kapur atau disebut stalaktit dan stalakmit berusia ratusan tahun yang terbentuk secara alami, menghiasi dalam Goa Gong sekitar 30 kilometer arah barat daya Kota Pacitan tepatnya di Desa Bomo.

Goa sedalam 256 meter ini menjadi tempat wisata unggulan bagi Kota Pacitan. Goa ini juga diklaim wisatawan sebagai goa terindah di Asia Tenggara.

http://asalasah.blogspot.com/2013/04/awal-mula-proses-terbentuknya-gua.htmlSelama lebih dari seabad para ilmuwan telah menemukan dan memercayai mekanisme dasar pembentukan gua, yakni sebuah patahan kecil terbentuk pada batuan dan air masuk ke dalamnya. Air yang masuk mengandung karbon dioksida, lalu membentuk asam lemah yang mampu melarutkan kalsium karbonat pada batuan.

Namun, masalahnya, mekanisme tersebut menyisakan teka-teki. Bagaimana pelarutan bisa berlangsung begitu cepat sehingga bisa mengakibatkan penetrasi yang begitu dalam dan membentuk sistem gua? Sebagai informasi, sistem gua Mammoth Cave di Kentucky bisa mencapai 580 kilometer.

Baru-baru ini, teka-teki itu terpecahkan lewat analisis matematis terbaru. Piotr Szymczak, fisikawan dari Universitas Warsawa, dan rekannya, Anthony Ladd, insinyur kimia dari University of Florida in Gainesville menguraikan analisisnya di Earth and Planetary Science Letters.

Analisis itu menguraikan bahwa aliran air dalam batuan selalu memiliki ketidakstabilan matematis. Singkatnya, ketika patahan mulai terbentuk, air terkonsentrasi untuk mengalir ke dalam saluran tersebut, memperbesarnya dan mengorbankan saluran lain.

"Mekanisme yang disebut channeling ini mempercepat pelarutan. Itulah yang membuat air bisa memenetrasi begitu dalam. Kebanyakan dari model matematika yang menguraikan pembentukan gua tidak memiliki mekanisme ini sama sekali," tutur Szymczak.

Analisis baru yang dikemukakan Szymczak bisa menjelaskan alasan mengapa pembentukan gua di wilayah bendungan kadang lebih cepat dari yang diharapkan. Model tersebut juga bisa membantu menjelaskan cara air merembes di celah batuan. 
 
----------------------------------

Gua-gua di dalam tanah telah lama dihubungkan orang dengan sejarah umat manusia dengan berbagai macam cara yang menarik sekali. Kita mengetahui bahwa pada bagian terakhir Zaman Batu Tua gua-gua didalam tanah merupakan tempat permukiman manusia pada musim dingin, karena mereka tidak punya tempat lain lagi untuk berlindung.

Tetapi jauh sebelum manusia berhenti menggunakan gua-gua itu sebagai permukiman mereka, maka orang-orang pada zaman purba itu telah mempunyai keyakinan yang aneh-aneh tentang gua-gua ini. Orang - orang Yunani percaya bahwa gua-gua adalah kuil tempat dewa – dewa mereka bersemayam. Seperti halnya dewa Zeus, Pan, Dionysus, dan Pluto. Orang-orang Romawi menganggap bahwa gua-gua adalah tempat kediaman bagi para mambang, peri dan tukang-tukang tenung. Bangsa Persia kuno dan lain-lainnya menghubungkan gua-gua itu dengan kepercayaan dan pemujaan mereka terhadap Mithras, pemimpin dari roh-roh yang menguasai bumi ini.

Sekarang ini di seluruh dunia gua-gua menjadi bahan peninjauan yang menarik perhatian sekali bagi para kaum wisatawan. Gua-gua adalah tempat-tempat yang berbentuk lubang yang dalam pada tanah sisi perbukitan atau dinding batu karang. Gua-gua raksasa di dalam –tanah disebut orang dengan istilah "caverna".

Bagaimana terbentuknya gua-gua ini ada bermacam-macam pula. Banyak gua-gua terjadi karena penggalian yang disebabkan oleh kekuatan hempasan ombak terhadap dinding batu karang yang terus menerus. Sebagian lagi dari gua-gua iiu berada di bawah lapisan permukaan bumi. Gua-gua semacam ini biasanya adalah bekas aliran sungai di bawah tanah yang berhasil mengikis hanyut lapisan batu-batuan yang empuk seperti batu kapur. Yang lainnya lagi terbentuk oleh goncangan gempa gunung berapi yang menggeser lapisan permukaan batu-batuan kulit bumi, atau oleh letusan yang disebabkan lahar panas.

Jenis gua yang paling lain di Amerika Serikat ialah yang terbentuk dengan cara terkikis hanyutnya lapisan batu kapur yang tebal. Proses pengikisan ini dikerjakan oleh aliran air yang mengandung zat karbon dioksida di Indiana, Kentucky, dan Tennessee, dimana terdapat landasan batu-batu kapur yang luas dengan tebal rata-rata 175 kaki, maka bentuk gua di situ adalah sangat besar dan dalam.

Pada sejumlah gua kita temukan lubang atau pintu pada dinding atapnya. Lubang semacam Ini kita sebut dengan isti]ah "lubang seng". Caranya lubang itu berbentuk mula-mula disebabkan oleh karena permukaan tanah itu menampung sejumlah air. Tetapi air itu lama kelamaan meresap ke bawah sehingga membentuk lubang yang dalam. Beberapa gua mempunyai bentuk serambi bertingkat dengan tiang-tiang penunjang atau balok-balok karang dalam keadaan satu menindih yang lainnya. atau balok-balok karang dalam keadaan satu menindih yang lainnya. Tetapi pada banyak gua, setelah gua itu terbentuk, sungai-sungai di bawah tanah itu mengalir terus sampai mendapatkan tingkat lapisan yang lebih rendah, sehingga gua itu ditinggalkan begitu saja oleh aliran sungai itu dalam keadaan kering.

Sering kali kejadian bahwa tetesan air yang jatuh dari atas atap gua itu mengandung sedikit zat kapur atau bahan mineral lainnya. Apabila sebagian dari air itu menguap lenyap, maka sebagian dari pada bahan mineral itu akan tertinggal. Lambat laun bahan-bahan yang mengendap ini membentuk "stalagtite", yakni sejenis tiang kapur yang menyerupai batu-batuan es berujung tajam, yang menggelantung dari atas permukaan atap gua itu. Air yang jatuh menetes dari stalagtite itu ke atas dasar gua lalu membentuk tiang-tiang batu yang disebut "STALAGMITE".

Baca Juga:  
Sumber: http://dezzaitha.blogspot.com/2011/10/beginilah-awal-mula-terjadi-nya-gua.html
Baca Selengkapnya »»  

Pohon Unik di Afrika Yang Tumbuh Terbalik

Asalasah ~ Apakah Anda mengenal pohon Baobab yang memiliki nama latin Adansonia Digitata. Ya pohon ini memang asing di telinga masyarakat Indonesia, pohon ini hidup di dataran rendah di Afrika dan Australia.

Baobab dikenal dengan pohon aneh, boleh dibilang keanehan tersebut berasal dari struktur pohon yang ‘terbalik’ dan hanya memiliki sedikit daun. Cabang-cabang pohon Baobab seperti mencuat ke udara, seolah-olah telah ditanam terbalik.

Legenda setempat menyatakan bahwa dewa Thora tidak menyukai Baobab tumbuh di kebunnya, sehingga ia melemparkannya dari atas dinding surga ke bumi di bawah, dan meskipun pohon itu mendarat terbalik namun pohon itu terus tumbuh.




Cerita lain menyebut ketika Baobab ditanam oleh Dewa, pohon itu terus berjalan, sehingga Tuhan menarik pohon itu ke atas dan menanamnya terbalik untuk menghentikannya bergerak.

Baobab ini diakui oleh orang Afrika karena semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Selain menjadi sumber penting kayu, batang-batang berongga pohon ini oleh orang-orang sering digunakan untuk tempat berlindung, penyimpanan biji-bijian atau sebagai reservoir air, semacam waduk penampung.




Baobab dapat tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 30 meter dan memiliki diameter batang 7 sampai 11 meter. Satu Baobab di Provinsi Limpopo, Afrika Selatan, sering dianggap sebagai contoh pohon Baobab terbesar yang masih hidup hingga saat ini. Pohon itu memiliki keliling 47 meter dengan diameternya diperkirakan sekitar 15,9 meter. Pohon Baobab ini juga dapat mencapai usia ribuan tahun.

Batang cekung juga berfungsi sebagai tempat pemakaman penduduk setempat yang percaya. Beberapa produk yang paling penting berasal dari kulit pohonnya, yang mengandung serat yang digunakan untuk membuat jaring ikan, tali, karung dan pakaian. Kulit kayunya juga dapat menjadi bubuk untuk aroma makanan.

Daun baobab secara tradisional juga digunakan untuk ragi tetapi juga digunakan sebagai sayuran. Buah-buahan dan bijinya juga dimakan bagi manusia dan hewan. Isi dari buah, ketika dikeringkan konon dapat dicampur dengan air, membuat minuman yang rasanya mirip dengan limun. Benihnya, yang rasanya seperti creamtartar juga merupakan sumber vitamin C, secara tradisional ditumbuk ke dalam makanan ketika makanan lainnya langka. Produk lain yang bisa dihasilkan dari pohon ini adalah sabun, kalung, lem, obat seperti karet, dan kain juga dapat dihasilkan dari berbagai bagian dari pohon baobab ini.




Tidak hanya itu, pohon ini bahkan dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan minuman ringan Amerika untuk menciptakan rasa baru, produk ini bahkan menjadi tren di Jepang. Baobab dikenal memliki vitamin C lebih tinggi dari jeruk dan menawarkan kalsium lebih baik dibandingkan susu sapi. Baobab, juga dikenal sebagai Pohon Botol, buahnya yang biasa disebut “Monkey Bread” mempunyai rasa yang aneh untuk sebotol soda. Wow, pohon yang serba guna bukan? Layaknya pohon kelapa atau pohon aren yang juga banyak manfaatnya.



Penasaran dengan Baobab Anda tidak usah pergi melintas benua ke Afrika ataupun Australia, Anda cukup datang ke Universitas Indonesia disana terdapat pohon Boubab yang ditanam di depan perpustakaan Baru kampus kuning tersebut yang diresmikan pada Jumat (6/5/2011) lalu

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Jamur Raksasa banget Seperti di Game Mario Bross

Asalasah ~ Ternyata ga cuma bigmac aja yang bisa jadi raksasa. Jamur yang ukurannya segede monster ternyata bisa ditemukan di hutan-hutan eropa. Kebayang ga sih jamur segini kalau dimasak cap-cay bisa jadi seberapa porsi yah. Kayaknya bisa buat kendurian satu desa kali. Mau tau berapa gedenya ?? Nih ada foto jamur raksasa versus jamur biasa. Gedenya ada kali 20 kali lipat. Jamur ini ngigetin kita sama tokoh komik nintento Mario Bross … kalau jamurnya segede gini bisa lah dijadiin topi.

http://asalasah.blogspot.com/2013/04/jamur-raksasa-banget-seperti-di-game.html




Mari kita ukur berapa panjang diameternya …. mmmhhh … astaga … ternyata diameternya 32 meter !!! lebih gede daripada ukuran bigmac monster Jangan ditanya rasanya … jamur raksasa ini enggak layak buat dimakan.

Baca Juga:  
Sumber: http://dezzaitha.blogspot.com/2011/10/jamur-seperti-topi-mario-bross.html
Baca Selengkapnya »»  

Danau Unik dan Terlangka Di Dunia

Asalasah ~ Danau Loktak di Provinsi Manipur, India, tak seperti danau lain. Di dalamnya terdapat gugusan pulau mungil berbentuk cincin. Pulau-pulau ini berubah bentuk sesuai musim, dan bergerak ke berbagai arah tergantung angin.
http://asalasah.blogspot.com/2013/04/danau-unik-dan-terlangka-di-dunia.html
Ada sesuatu yang unik dari Danau Loktak, danau terbesar di sebelah timur laut India. Hampir dua pertiga permukaan danau ini diisi pulau-pulau mungil berbentuk bundar. Masyarakat India menyebutnya Phumdi, yang jadi rumah bagi berbagai spesies hewan.
Phumdi tak seperti pulau mungil yang ada di danau lain. Gugusan pulau ini boleh disebut nomaden, karena bisa bergerak ke berbagai arah di danau ini. Ukurannya juga berubah sesuai musim!
Kalau dilihat dari atas, Phumdi tampak seperti cincin. Bagian tengah danau ini memiliki permukaan lebih dalam dari bagian pinggir.
192729_phumdi1
Saat musim kering dan air danau surut, akar-akar tanaman di Phumdi menggapai dasar danauu ntuk menyerap nutrisi. Saat musim hujan dan air meluap, akar itu terputus sehingga Phumdi pun kembali mengapung.
Walaupun bersifat nomaden, bukan berarti Phumdi tak dihuni manusia. Namanya Khangpoks, Phumdi terbesar di Danau Loktak yang dihuni oleh sekitar 4.000 orang. Ada pondok-pondok mungil yang membuatnya mirip seperti pemukiman di Danau Titicaca, Peru.
192813_phumdi3
Seperti dilansir dari situs CN Traveler, Phumdi di Danau Loktak adalah satu-satunya Taman Nasional terapung di dunia. Keberadaan Phumdi juga menguntungkan bagi upaya konservasi spesies rusa langka (warga lokal menyebutnya Sangai) yang hanya hidup di sekitar danau tersebut.
sangai_second_home
Sayangnya, saat ini Phumdi juga termasuk hampir punah. Proyek hidroelektrik di Danau Loktak menaikkan permukaan air danau. Akar-akar tanaman pun tak bisa mencapai dasar danau.

Bagian pinggir Phumdi pun semakin menipis tiap tahun. Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke Danau Loktak harus menjaga lingkungan dan ekosistem di tempat tersebut.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Gua Yang Sangat Unik Yang Ada di Rusia

Asalasah ~ Orang-orang dibuat bingung dengan sebuah gua di Kamchatka, Rusia. Ini adalah gua es yang diukir alami oleh sungai air panas. Es yang menempel di langit-langit gua mengeluarkan pendar cahaya seperti magis.

Tidak ada stalaktit atau stalakmit di gua ini. Akan tetapi, langit-langit gua di Kamchatka, Rusia ini terbentuk dari gletser yang membeku. Percaya atau tidak, langit gua ini lebih terlihat seperti air mengalir. Ajaib!


Dari langit-langit gua ini, terlihat cahaya warna-warni yang tembus ke dalam gua. Lagi-langit gua ini pun memperlihatkan aliran air di bawah bebatuan gletser yang terlihat terang dari kejauhan. Alhasil, saat memasuki gua ini seolah seperti berada di dalam dunia dongeng.

Foto-foto yang menakjubkan pun bisa tercipta dari dalam gua ini. Ya, gua ini terukir dari bebatuan dan es. Sungguh mengagumkan terlebih destinasi cukup jauh untuk dijangkau oleh wisatawan.

Dilansir dari situs Mail Online, gua es ini diukir secara alamai oleh air panas gunung berapi yang melewati gletser dari Kamchatka. Keajaiban ini pun tertangkap kamera oleh pemandu wisata setempat sekaligus fotografer, Denis Budkov, seorang fotografer asal Chelyabinsk, Natalia Balentsova, serta traveler lainnya di bagian timur semenanjung Rusia, Siberia.

Secara tidak sengaja saat ekspedisi di dekat gunung berapi Mutnovsky, para petualang ini menemukan gua ajaib tersebut. Lokasinya sekitar 45 km di sebelah selatan dari Petropavlovsk, Kamchatsky.

Cahaya berwarna ungu, biru, hijau, dan kuning terlihat jelas. Ini bukanlah hasil dari manipulasi komputer, melainkan bias dari sinar matahari yang menerobos gletser. Gletser yang ada di gua ini juga berasal dari sumber air panas Gunung Mutnovsky.

"Gunung Mutnovsky adalah jantung Kamchatka. Anda dapat merasakan ketika bumi bergerak di bawah kaki Anda," kata Budkov.

Budkov juga menceritakan, kalau mereka secara kebetulan menemukan gua tersebut pada bulan September 2012 lalu. Saat itu dirinya bersama beberapa fotografer sedang jalan-jalan melihat musim semi. Selanjutnya, mereka melihat sebuah lubang dan masuk. Ternyata, lubang tersebut merupakan gua yang luar biasa.

Salah satu foto-fotonya yang dijuluki 'Treasures of the Dwarf' memenangkan kompetisi Russian Wild Nature tahun lalu. Balentsova pun berkata, "Di luar gletser itu sangat kotor dan berwarna abu-abu. Tapi di dalam, semuanya terlihat berbeda."
"Sulit untuk menemukan tempat-tempat ini," kata Budkov.

"Bahkan saya, menjadi pemandu yang berpengalaman, tidak tahu tentang gua ini bila melewati jalur pada umumnya. Sangat mustahil bisa sampai ke sana dengan ketebalan salju yang bermeter-meter," tambah Budkov.

Akan tetapi, Budkov tidak mengetahui apakah gua itu akan mencair atau tidak selama musim panas. Bila ada traveler yang ingin melihat gua ajaib ini harus menunggu sampai tahun depan. Wah!

Baca Juga:  
Sumber: http://www.storyunic.com/2013/04aneh-tapi-nyata-ada-gua-ajaib-dari-rusia.html?m=1
Baca Selengkapnya »»