Halaman

Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Perempuan Arab Saudi Pertama Mencapai Puncak Everest

http://asalasah.blogspot.com/2013/05/perempuan-arab-saudi-pertama-mencapai.htmlAsalasah ~ Raha Muharrak menjadi perempuan Arab Saudi pertama menaklukkan Gunung Everest, Nepal. Selain itu predikatnya bertambah menjadi orang muda pertama se-Arab mendaki hingga puncak tertinggi sejagat itu.

Stasiun televisi BBC melaporkan, Ahad (19/05), berasal dari negara konservatif ditambah seorang perempuan, Muharrak mengaku tidak mudah mewujudkan impiannya ini. "Saya tidak mencari gelar. Saya hanya ingin menginspirasi pada orang lain terutama kaum hawa," ujarnya.

Muharrak tidak sendirian. Dia bersama tim termasuk lelaki asal Qatar dan Palestina. Mereka juga menjadi kaum adam pertama naik Everest di negaranya masing-masing.

Tantangan terbesar Muharrak datang dari keluarga besarnya. Perempuan itu mengatakan menghadapi kegugupan bapak dan ibunya sama dengan degup jantung saat melihat Everest. Namun dia berhasil meyakinkan keduanya dan akhirnya diberi dukungan penuh.


[imagetag]



[imagetag]

Baca Juga:  
Sumber: http://blogger--pemalaz.blogspot.com/2013/05/perempuan-asal-arab-saudi-ini-menjadi.html
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Hidup Bapak Ini Sangatlah Menyedihkan Gan

Asalasah ~ Hari masih pagi, ketika Soekarna mengayuh sepedanya dengan perlahan di Jalan Jagakarsa, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Soekarna harus berhati-hati membawa sepedanya karena anaknya yang berumur empat tahun terbaring di stang sepedanya.

Selembar plastik hitam menutupi badan bocah itu untuk melindungi dari curahan air hujan, yang saat itu gerimis mengguyur jalanan Ibu Kota yang dilewati Soekarna.

Kemarin, Rabu (15/5/2013), kaki mungil sang anak terjuntai tak bertena di atas tumpukan kertas yang menjadi alas badannya.

Seorang pengendara motor berjalan lambat sejajar kepada Soekarna. "Maaf pak, kenapa anaknya kok ditutup kantung kresek? tanya si pengendara motor.

Dengan lirih, Soekarna menjawab, "anak saya sakit, tapi saya tidak punya uang.". Terpancar ekspresi kebingungan di raut wajahnya. Rupanya kebingungan bagaimana mengobati anaknya yang sakit. Tak mudah memang bagi warga miskin seperti dirinya ketika didera masalah kesehatan.

Si pengendara motor kemudian memberikan sedikit uang kepada Soekarna dengan tujuan agar anaknya yang sakit segera dibawa berobat.

Soekarna terus mengayuh sepedanya, melaju dari arah Setu babakan menuju Pasar Minggu. Jika di bagian depan sepedanya terbaring anaknya yang sakit. di bagian belakang (boncengan) sepedanya penuh dengan berbagai barang bawaan. Ada tumpukan kardus, sangkar burung yang telah rusak dan sebuah tas lusuh menemani perjalanannya.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.mrcoppas.com/2013/05/sedih-banget-liat-bapak-dan-anak-ini-gan.html
Baca Selengkapnya »»  

Kakek Ini Jatuh ditengah Jalan dan Tidak Ada yang Tolong

Asalasah ~ Kakek Ini Jatuh Di Tengah Jalan, Namun Tak Satupun Orang Yang Menolongnya? Ternyata Ini dia Alasanya!  Sebuah kantor berita di China melaporkan ada seorang laki-laki tua yang jatuh di tengah jalan, ia tidak bisa bangun selama 15 menit. Namun tidak ada yang menolongnya, bahkan orang-orang hanya sibuk melihat saja.

Mengapa Alasan Mereka Tidak Mau Menolong Kakek Tersebut?Pada tahun 2006 ada seseorang lelaki membantu seorang wanita tua yang duduk di lantai bus untuk berdiri, dan akhirnya malah laki-laki itu dituduh keluarga sang nenek sebagai penyebab cedera itu. Laki-laki tesebut digugat 130.000 Yuan untuk biaya pengobatan. namun kedua pihak melakukan negosiasi, si laki-laki hanya membayar 40.000 yuan saja.

Ada lagi kejadian yang menimpa seorang mahasiswa di universitas Hennan yang membantu wanita tua untuk duduk dilantai, namun sang mahasiswa tertuduh sebagai penyebab cedera wanita tua tersebut dan di dijatuhi hukuman membayar 80.000 yuan.

Dalam kejadian seperti ini, lebih baik kita memanggil polisi/ambulan. Dan, tidak semua orang yang celaka itu adalah pura-pura atau bermaksud jahat, Coba bayangkan jika yang terkapar ditengah jalan itu anggota keluarga kita?

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Gadis Berbakti Ini Merawat Ayahnya Walau Sedang Kuliah

Xu Dahui bersama ayahnya
Asalasah ~ Cinta seorang gadis ini terhadap ayahnya memang patut dipuji. Saat dirinya terjebak dalam kesibukan kuliah, dirinya masih menjaga ayahnya yang tubuhnya lumpuh sebagian.

Xu Dahui yang saat ini tengah belajar mendalami teknik elektro dan mekanik di Institut Bioengineering Wuhan, terus membawa ayahnya yang sedang sakit saat ia sedang mengikuti kuliah. Tidak hanya saat ia sedang kuliah, Xu juga menjaga ayahnya saat dirinya bekerja di kantin kampusnya.

Meskipun sibuk membagi waktu mengurus orang tua dan belajar, secara mengagumkan Xu terus berada di peringkat teratas dalam hampir seluruh mata kuliahnya.

"Keadaan tidak mempersulit hidup saya. Saya anak satu-satunya, jika berhenti kuliah, siapa yang akan menjaganya (ayah Xu)," ungkapnya Xu seperti dikutip Changjiang Daily, Sabtu (29/5/2010).

Xu memutuskan untuk membawanya ke kampus karena ibunya juga tidak mampu merawat sang ayah, karena sakit yang ia derita. Ayah Xu menderita pendarahan otak akut, yang menyebabkan sebelah badannya mengalami kelumpuhan parsial.

Selama merawat kedua orang tuanya, Xu selalu dipenuhi dengan jadwal yang padat. Dimulai bangun pagi untuk membeli sarapan, yang kemudian dilanjutkan membangunkan ayahnya dan mengurusnya sebelum hendak ke kampus. Perjalanan dari rumah ke kampus pun memakan waktu sekira satu jam.

Saat kembali dari kuliah pun, Xu harus disibukan kembali dengan memasak untuk makan malam bagi ibu dan ayahnya. Sebelum belajar pada malam hari mahasiswi manis ini juga membiasakan untuk memijat ayahnya selama 30 menit, sebelum sang ayah tidur.

Pihak universitas yang tersentuh dengan kisah hidup XU, akhirnya menawarkan apartemen universitas untuk keluarga Xu tinggal secara gratis. Ia juga bekerja di kantin kampus dan menjual pulsa telepon selama tiga jam, selama jeda perkuliahan.(faj)

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Walaupun Matanya Bermasalah Namun Tetap Bisa Berprestasi

Gangguan Mata Tak Halangi Aloysius BerprestasiAsalasah ~  Keterbatasan fisik tidak menghalangi Aloysius Lim untuk berprestasi. Remaja Singapura ini sudah enam tahun harus menggunakan kaca pembesar elektronik untuk membantunya membaca dan menulis. Hasil ujian A levelnya mencengangkan semua orang. Tidak main-main, tiga nilai A diperoleh siswa berumur 19 tahun ini.

Aloysius menderita kelainan mata yang dinamakan leber hereditary optic neuropathy. Kelainan ini mengganggu penglihatan utamanya. Akibatnya, dia tidak dapat membaca tulisan dalam ukuran normal. Aloysius sangat bergantung pada kaca pembesar khusus setiap kali membaca. Dia juga memerlukan waktu dua kali lebih lama dibanding dengan teman-temannya untuk mencerna pelajaran.

Kadang-kadang, pemuda itu menaiki bus yang salah saat ke sekolah. Dia mengalami kesulitan untuk membedakan nomor bus. Dia bertekad keterbatasan itu tidak akan menghalangi semangatnya untuk berprestasi. Dia mempersiapkan diri sematang mungkin untuk ujian akhirnya. Tidak sia-sia, dia mendapatkan nilai A untuk mata pelajaran Kimia, Matematika, dan Akuntansi. Pencapaian yang tentu tidak mudah mengingat sangat kompetitifnya iklim sekolah di Singapura. Ia berencana untuk melanjutkan kuliah di bidang Akuntansi.

Gurunya, Sathiabhavani Pillai, tidak kaget bila Aloysius mendapatkan tiga nilai A. "Dia benar-benar siswa yang luar biasa, belajar keras, dan independen," kata Pillai. Pillai menambahkan, siswanya itu selalu berusaha untuk mandiri walaupun dia tahu orang-orang di sekitarnya selalu siap membantunya.

Kelainan mata itu bukan sesuatu yang baru di keluarganya. Kakak dan pamannya juga menderita gangguan genetis tersebut. "Saya masih ingat bagaimana teman-teman sering menjadikan saya lelucon karena kaca pembesar itu," ujarnya. Namun, saat ini dia sudah dapat menerima kondisinya dengan lapang dada. Aloysius bertekad untuk terus mengejar cita-citanya dan berharap dapat memotivasi sesama dengan pengalaman hidupnya.

Baca Juga:  
Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2013/05/15/07585285/Gangguan.Mata.Tak.Halangi.Aloysius.Berprestasi
Baca Selengkapnya »»  

Kolonel Donald: Rasulullah Manusia Biasa, Ajarannya Luar Biasa

Asalasah ~ Setelah menjadi Muslim, Kolonel Donald S Rockwell mengungkapkan, semakin banyak menemukan alasan yang kuat terkait keputusannya menjadi Muslim.

Alasan itu antara lain bagaimana sosok Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam membuatnya begitu jatuh cinta pada Islam. "Beliau ini merupakan manusia biasa, tapi nilai-nilai kemanusiaan yang ia bawa seperti pelopor hak-hak perempuan begitu luar biasa," katanya seperti dinukil dari Arabnews.com, Senin (29/4).

Rasulullah, kata Rockwell, memberi satu ajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia yang senantiasa lalai dengannya sendiri. Ia juga memberikan satu keyakinan, manusia jika melakukan hal yang benar dan terbaik merupakan bagian dari kehendak Allah.

"Ini yang sangat tercermin dari berdirinya masjid. Sebuah tempat untuk kontemplasi yang luar biasa," tutur pria kelahiran Illinois, Amerika Serikat ini.(republika)

Baca Juga:  
Sumber: http://muslimina.blogspot.com/2013/04/kolonel-donald-rasulullah-manusia-biasa.html?m=1
Baca Selengkapnya »»  

Sepenggal Kisah Kepemimpinan Umar Yang Luar Biasa

Asalasah ~ ketika Umar bin Khattab ra menjadi khalifah, beliau sedang berjalan-jalan hingga wilayah tepi Madinah. Lagi-lagi, jika diibaratkan jaman sekarang, mungkin seperti di gugusan pulau terluar dari wilayah Indonesia, yang -mungkin- belum ada media semacam televisi, radio, apalagi internet, pelosoookkk banget. Coba cek google maps, cari 'sangihe'. Kurang lebih itulah gambarannya jika di Indonesia. Umar kemudian bertemu seorang laki-laki yang nampak lelah dan gelisah.

”Siapakah kamu?” Tanya Umar

”Aku adalah seorang pendatang, aku kemari untuk mencari khalifah, aku ada urusan dengannya,” jawab si lelaki

Ya, saya mengambil contoh gugusan pulau terluar wilayah Indonesia yang belum tersentuh media, hingga penduduk di wilayah itu tidak pernah melihat alias tidak hafal wajah presiden Indonesia waktu itu, hanya tau namanya saja. Begitulah kira-kira kondisi si lelaki. Saking jauhnya dari wilayah Madinah, ia tidak pernah pernah bertemu dan melihat Umar yang kala itu adalah khalifah. Ia hanya tau nama, hanya tau bahwa khalifah saat itu adalah Umar bin Khattab ra.

Sesaat kemudian, Umar mendengar ada rintihan wanita dari balik tenda yang didirikan sang lelaki, ia pun bertanya.

”Siapa itu, kenapa dia merintih?” Tanya sang khalifah

”Kau tidak perlu tau, aku hanya ingin ke kota Madinah menemui khalifah untuk minta bantuan kepadanya,” jawab sang lelaki.

Namun setelah ditanya berkali-kali, akhirnya laki-laki itu mengaku bahwa istrinya di dalam tenda sedang kesakitan akan melahirkan. Bergegas Umar pulang dan mengajak istrinya, Ummu Kultsum untuk membantu wanita tersebut melahirkan. Umar memikul sendiri bekal makanan sementara Ummu Kultsum membawa perlengkapan untuk melahirkan.

Setibanya di tenda, Ummu Kultsum langsung masuk kedalam dan membantu proses persalinan sementara Umar membuat api untuk memasak makanan untuk sang wanita. Tak berapa lama kemudian, Ummu Kultsum menengok keluar sambil berkata kepada Umar.

”Hai Amirul Mukminin, sampaikan kepada temanmu bahwa ia diberi karunia Alloh anak laki-laki.”

Sapaan ‘Amirul Mukminin’ kepada Umar membuat laki laki tadi kaget, ternyata seorang baik hati yang menolongnya sedari tadi adalah Umar bin Khattab sang khalifah. Ia terdiam tatkala mendengar Ummu Kultsum memanggilnya. Tak lama kemudian, Umar mengantar makanan yang telah ia masak kedalam tenda untuk diberikan kepada wanita yang baru melahirkan. Sikap Umar yang tidak mau mengenalkan dirinya sedari awal kepada laki-laki pendatang itu jelas tanpa bermaksud kemudian membuat laki-laki itu agar penasaran. Dalam benak saya, Umar pasti berpikir, tidak penting dikenal namanya, yang penting adalah sumbangsih nyata kita kepada sesama, sebagai seorang muslim. Biarlah orang lain mengenal kita dari apa yang kita perbuat, bukan dari apa yang kita jabat. Tersembunyi, tidak perlu menampakkan siapa kita, apa jabatan kita, yang penting adalah wujud kerja nyata.

Baca Juga:  
Sumber: http://muslimina.blogspot.com/2013/05/cerita-luar-biasa-dari-sang-khalifah.html?m=1
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Kau Laknat Yang dibalik dan ditenggelamkan

Asalasah ~ Nabi Luth
Nabi Luth hidup semasa Nabi Ibrahim.Luth diutus sebagai Rosul atas salah satu kaum tetangga Ibrahim.Kaum ini,sebagaimana diutarakan oleh Al-Quran melakukan tindakan menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu,yaitu perilaku sodomi.

Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut dan menyampaikan peringatan dari Allah,mereka mengabaikannya,mengingkari kenabiannya dan meneruskan penyimpangan mereka,sehingga kaum ini dimusnahkan dengan bencana yang mengerikan.



Ayat yang menerangkan penghancuran kaum ini adalah sebagai berikut:
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur,ketika matahari akan terbit.Maka Kami jadikan bahagian diatas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda /kebesaran Kami bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.dan sesungguhnya Kota itu benar-benar terletak dijalan yang masih tetap /dilalui manusia. Q.S Al-Hijr,15:73-76

Maka tatkala datang azab Kami,kami jadikan negeri kaum Luth itu yang atas kebawah/kami balikan,dan kami hujani mereka dengan batu belerang tanah yang terbakar secara bertubi-tubi,yang diberi tanda oleh Tuhanmu dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim .Q.S Huud,11:82-83

kemudian kami binasakan yang lain,dan kami hujani mereka dengan hujan batu belerang,maka amat kejamlah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata.dan adalah kebanyakan dari mereka itu tidak beriman.dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Q.S Asy-Syuaraa,26:172-175


Tempat TInggal Kaum Nabi Luth
Kota kediaman nabi Luth dalam perjanjian lama disebut sebagai Kota Sodom . berada diutara laut merah kaum ini diketahui telah dihancurkan sebagaimana termaktub dalam Al-Quran.berdasarkan kajian Arkeologis mengungkapkan bahwa kota tersebut berada diwilayah Laut mati yang terbentang memanjang diantara perbatasan Israel-Yordania.

Tanda-Tanda Nyata di Danau Luth/Laut Matikejadian yang menimpa kaum Luth yang disebutkan didalam al-Quran berdasarkan perkiraan terjadi sekitar 18oo SM.Berdasarkan pada penelitian arkeologis dan geologis,peneliti Jerman Werner Keller mencatat bahwa kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di Lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari danau Luth dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dihuni di daerah itu.Daerah ini dulunya dapat dilintasi dengan berjalan kaki. namum sekarang Lembah Siddim,tempat Sodom dan Gomorah dahulunya berada ditutupi oleh permukaan datar bagian Laut mati yang rendah.keruntuhan dasar danau akibat bencana alam mengerikan yang terjadi di awal alaf kedua SM mengakibatkan air garam dari utara mengalir ke rongga yang baru terbentuk ini dan memenuhi lembah sungai dengan air asin.

ayat ke 82 surat Huud dengan jelas menyebutkan jenis bencana yang menimpa kaum Luth Maka tatkala datang azab Kami,kami jadikan negeri kaum Luth itu yang atas kebawah/kami balikan,dan kami hujani mereka dengan batu belerang tanah yang terbakar secara bertubi-tubi pernyataan menjungkirbalikan kota bermakna kawasan tersebut dihancurkan oleh gempa bumi yang dahsyat.sebagaimana yang diungkapkan oleh Werner Keller:
bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini,yang persis melewati daerah ini,lembah Siddim termasuk Sodom dan Gomorrah,dalam suatu hari terjerumus kekedalaman.kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dahsyat yang mungkin disertai dengan letusan,petir,keluarnya gas alam serta lautan api.

Danau Luth/laut mati terletak tepat dipuncak suatu kawasan seismik aktif yaitu daerah gempa bumi.
dasar dari Laut Mati berdekatan dengan reruntuhan yang berasal dari peristiwa tektonik lembah ini terletak pada sebuah tegangan yang merentang antara danau Tiberiya diutara dan tengah-tengah danau Arabah di selatan.

National Geografic edisi desember 1957 menyatakan sebagai berikut:
Gunung Sodom,tanah gersang dan tandus muncul secara tajam diatas laut mati.belum pernah seorang pun yang menemukan kota sodom dan Gomorrah yang dihancurkan,namun para akademisi percaya bahwa mereka berada di Lembah siddim yang melintang dari tebing terjal ini.kemungkinan air bah dari laut mati menelan mereka setelah gempa.

Baca Juga: 



Sumber: http://forum.viva.co.id/sejarah/870669-kaum-yang-dijungkirbalikan-dan-dimusnahkan.html
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Tentang Makna Dari Waktu

Asalasah ~ Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.

Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”


“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.
“Baik nek”, kata wanita tadi.
Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.

Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.

Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?

Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.

Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.

Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Renungan: Hadiah Jika Menahan Amarah Dengan Kesabaran

http://asalasah.blogspot.com/2013/05/renungan-hadiah-jika-menahan-amarah.htmlAsalasah ~ Kisah Renungan, Pada suatu pagi, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun usianya baru menginjak 24 tahun, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di seluruh penjuru negeri

 Tiba-tiba, langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah tampak marah dan tidak senang.

"Hei," katanya kasar. "Anda itu tidak berhak mengajari orang lain..!"

Sejurus kemudian, pemuda ini mulai berteriak menantang dan menghina guru muda ini. "Tahu tidak? Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya. Ayoo...kalau berani kita berkelahi!"

Mendapat "serangan" dari orang yang tak dikenalnya, sang guru muda justru tersenyum dan berkata : "Teman, Jika kamu memberi hadiah untuk seseorang, tapi seseorang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu?"

Si pemuda terkejut, karena tiba-tiba diberi pertanyaan yang aneh. Spontan, ia menjawab lantang, "Pertanyaan bodoh! Tentu saja! Hadiah itu tetap menjadi milikku karena akulah yang memberikan hadiah itu."

Guru muda ini tersenyum, lalu berkata, "Kamu benar, Kamu baru saja memberikan marah dan hinaan kepada saya dan saya tidak menerimanya, apalagi merasa terhina sama sekali. Maka kemarahan dan hinaan itu pun kembali kepadamu. Benar kan? Dan kamu menjadi satu-satunya orang yang tidak bahagia. Bukan saya. Karena sesungguhnya, melampiaskan emosi kemarahan adalah sebuah proses menyakiti diri sendiri. Membangkitkan sel-sel negatif di dalam diri".

Pemuda itu terdiam, mencoba mencerna kata demi kata sang guru. Perlahan tapi pasti, kepala dan hatinya seperti tersiram air dingin, ketika mendapat sebuah kesadaran baru.

Sebelum meninggalkan sang pemuda ini, sang guru muda pun menyampaikan sebuah kata-kata bijak untuknya.

"Jika kamu ingin berhenti menyakiti diri sendiri singkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih. Ketika kamu membenci orang lain, dirimu sendiri tidak bahagia bahkan tersakiti secara alami. Tetapi ketika kamu mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia."

Baca Juga:  
Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/05/kisah-renungan-ada-hadiah-jika-merubah-amarah-dengan-kesabaran.html
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Pernikahan 2 Orang Cerdas

http://asalasah.blogspot.com/2013/05/kisah-pernikahan-2-orang-cerdas.htmlAsalasah ~ Ada seorang pemuda Arab yang tampan, shalih, dan sangat cerdas. Dia ingin menikah dengan seorang gadis shalihah dan cerdas seperti dirinya. Maka, mulailah dia mengembara dari satu kabilah ke kabilah lain, untuk mencari gadis impiannya.

Suatu ketika, dia berjalan menuju kabilah di Yaman. Di tengah perjalanan, di berjumpa dengan seorang lelaki. Akhirnya, dia berjalan bersama lelaki itu.

Pemuda itu menyapa,“Hai Tuan, apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?”
Spontan lelaki itu menjawab,“Hai bodoh, kau ini bagaiman? Aku menunggang kuda dan kau menunggang kuda. Bagaimana kita bisa saling membawa?”

Pemuda itu diam saja mendengar jawaban lelaki itu.

Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Lalu, mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu yang dikelilingi oleh kebun yang sudah tiba masa panennya.

Pemuda itu bertanya,“Menurutmu, buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya, atau belum, ya?”

Seketika, lelaki itu menjawab,“Pertanyaan itu aneh sekali! Kamu sendiri melihat dengan mata kepalamu, buah-buahan itu masih ada di pohonnya dan belum dipanen, kok kamu bertanya, apakah buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?”

Pemuda itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan lelaki itu.

Kemudian, keduanya melanjutkan perjalanan. Baru sebentar berjalan, mereka bertemu dengan orang-orang yang sedang mengiring jenazah.

Pemuda itu berkata,“Menurutmu, yang diiring dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati, ya?”

Lelaki itu menjawab,“Aku semakin tidak paham denganmu. Aku tidak pernah menemukan pemuda yang lebih bodoh darimu. Ya, jelas! Jenazah itu akan dibawa untuk dikuburkan. Tentu dia sudah mati.”

Pemuda itu kembali diam dan tidak menjawab sepatah kata pun atas komentar lelaki itu. Akhirnya, keduanya sampai di rumah lelaki itu. Dia mengajak pemuda itu menginap di rumahnya. Dia merasa kasihan, sebab pemuda itu terlihat sudah sangat letih.

Lelaki itu memiliki seorang anak gadis yang sangat cantik.

Begitu tahu ada seorang tamu menginap, anak gadisnya itu bertanya,”Ayah, siapa dia?”

“Dia itu pemuda paling bodoh yang pernah aku temukan,” jawab ayahnya.

Anak gadis itu malah penasaran. Dia mengejar dengan pertanyaan berikutnya,”Bodoh bagaimana?”

Ayahnya langsung menceritkan awal pertemuannya dengan pemuda itu dan segala perkataan serta pertanyaannya.

Mendengar cerita ayahnya, anak gadis itu berkata,”Ayah ini bagaimana? Dia itu tidak bodoh. Justru dia sangat cerdas dan pandai. Kata-katanya mengandung makna yang tersirat. Ketika dia mengatakan ‘Apakah kau bisa membawaku dan aku membawamu?’, sebenarnya maksudnya adalah,‘Apakah kita bisa saling berbincang-bincang sehingga bisa membawa suasana yang lebih akrab?’ Ketika dia mengatakan,“Buah-buahan itu sudah dimakan oleh pemiliknya atau belum?’ Ia memaksudkan,‘Apakah pemiliknya sudah menjualnya, pemiliknya tentu menerima uangnya dan membelanjakannya untuk makan dia dan keluarganya. Kemudian, ketika dia bertanya,‘Apakah jenazah di dalam keranda itu masih hidup atau sudah mati?‘ Maksudnya,‘Apakah jenazah itu memiliki anak yang bisa melanjutkan perjuangannya atau tidak?’

Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, lelaki itu keluar dan menemui pemuda itu. Dia meminta maaf atas perkataannya yang membodoh-bodohkan pemuda itu. keduanya lalu berbincang-bincang.

Lelaki itu berkata,”Sekarang aku baru tahu apa maksud pertanyaan-pertanyaanmu dalan perjalan tadi.”

Lalu, dia menjelaskan seperti yang di katakan putrinya.

Mendengar itu sang pemuda bertanya,“Saya yakin itu bukan lahir dari pikiranmu sendiri dan bukan perkataanmu, demi Allah, katakanlah padaku siapa yang mengatakannya?”

“Yang mengatakan hal itu adalah putriku,” jawab lelaki itu.

Spontan pemuda itu berkata,“Apakah kau mau menikahkan aku dengan putrimu?”

“Ya”

Begitulah, setelah melalui pengembaraan panjang, akhirnya pemuda itu menemukan pendamping hidup yang dia impikan.

Baca Juga:  
Sumber: http://risalahatiku46.blogspot.com/2012/08/gadis-cerdas-gadis-impian.html
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Motivasi Untuk Dapat Melangkah Maju

Asalasah ~ Suatu hari, seorang pemuda yang gagah namun penampilannya dekil dan bajunya compang-camping mendatangi guru Zen Wu Ji. Katanya, 'guru, saya datang dari jauh dan telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan berat. Saya kesepian, menderita dan sangat letih. Sepatu saya sudah sobek dan badan saya penuh luka. Ini semua saya lakukan demi mencari jawaban atas penderitaan saya. Kenapa saya belum menemukan cahaya petunjuk sedikit pun?'.

Sang guru Zen melihat pemuda ini membawa sebuah buntelan besar. 'apa isi buntelanmu itu?', tanya si guru. Jawab si pemuda, 'isinya sangat penting bagi saya. Di dalamnya ada barang2 yang mengingatkan saya pada setiap tangisan, ratapan, dan air mata saya. Benda2 ini menjadi penyemangat saya dalam menempuh perjalanan berat mencari jawaban ini'. 'Baik, sekarang ikutlah denganku', kata si guru Zen.

Mereka berjalan sebentar dan tiba di tepi sebuah sungai kecil. Di tepi sungai itu ada sebuah perahu sampan kecil. Si guru naik ke atas sampan tsb. 'naiklah', ajak si guru pada pemuda itu. Si pemuda itu pun naik ke atas sampan, dan mereka menyeberangi sungai tsb. Ketika sampai di seberang, mereka berdua turun dari sampan ke tepian. Kata si guru Zen, 'kita sudah sampai. Sekarang pikullah sampan ini, dan kita akan melanjutkan perjalanan kita'. Pemuda itu kaget dan protes, 'tapi sampan ini begitu berat, mana kuat saya memikulnya?'. 'benar sekali katamu itu. Ketika kita menyeberangi sungai, sampan ini sangat berguna dan besar artinya bagi kita. Namun ketika sudah siap meneruskan perjalanan kita berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban saja. Kita harus meninggalkannya di tepi sungai, kalau tidak sampan ini hanya akan memberatkan langkah kita'.

'Begitu juga dengan kehidupan kita. Penderitaan, kesepian, kegagalan, tangisan, air mata, dan bencana, semuanya sangat berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan hidup di masa depan. Namun pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak melepaskan hal2 tersebut, maka hal2 tersebut hanya akan menjadi beban langkah kita. Letakkanlah beban itu! Kehidupan akan menjadi lebih ringan.

'Sekarang letakkan tas mu di sini, dan mari kita melanjutkan perjalanan'. Si pemuda mengikuti perintah si guru, dan melanjutkan perjalanan. Beberapa jauh kemudian si guru menanyakan perasaan si pemuda ini. Jawab si pemuda, 'kini rasanya langkahku begitu ringan dan cepat. Aku baru sadar bahwa kehidupan sebenarnya bisa dijalani dengan begitu sederhana.....'

Moral:
Masa lalu tidak sama dengan masa kini dan masa depan. Masa lalu tidak terlalu penting. Yang penting adalah masa kini dan masa yang akan datang. Orang berhasil pasti pernah jatuh dan gagal dalam hidupnya, tetapi mereka tidak terus-terusan membawa beban itu di pundaknya. Jadikan masa lalu yang baik sebagai teladan, dan masa lalu yang buruk sebagai pelajaran. Namun jangan membawa-bawa masa lalu itu sendiri.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Mengharukan Sang Suami Yang Menipu istrinya

Asalasah ~ Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa".

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh".

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata: betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.

Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.

Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …” Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.

“Haah, pergi?”. Kata sang istri.

“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya).

Baca Juga:  
Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/04/kisah-inspiratif-seorang-suami-yang-berbohong-pada-istrinya.html
Baca Selengkapnya »»  

Soekarno Pernah Perintah Uni Soviet Untuk Cari Makam Imam Bukhari

Asalasah ~ Cerita soal Presiden Soekarno tak ada habisnya. Banyak sumber yang mengatakan, Soekarno-lah yang menemukan makam perawi hadis terkenal, Imam Bukhari.

Jumat (25/11), tim ekspedisi tengah melintas Kota Samarkand, Uzbekistan, dalam perjalanan menuju Turkmenistan. Langit sudah gelap. Kompleks makam Imam Bukhari yang megah terlihat laksana istana raja. Penerangan di sana seadanya karena sudah tidak ada lagi peziarah yang berkunjung. Imam Bukhari ialah seorang pengumpul hadis sahih Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Makamnya terletak di Samarkand, Uzbekistan.

Tim Fastr*n Europe-Asia M*tro TV Expedition 2011 mendapat kesempatan langka berziarah ke sana, bahkan langsung masuk ke ruang bawah tanah tempat jenazah Imam Bukhari bersemayam. Padahal biasanya para peziarah yang berasal dari berbagai suku bangsa hanya boleh masuk sampai ruang atas kompleks pemakaman. Kompleks serta-merta menjadi terang benderang kala perwakilan ekspedisi menemui pengelola makam dan mengungkapkan bahwa rombongan berasal dari Indonesia dan ingin berziarah.

Tak lama kemudian, Rahmatullo Sultonov, juru kunci makam yang berjilbab hitam, keluar dari bangunan dan langsung mengarah ke ruang bawah tanah makam Imam Bukhari. Anggota ekspedisi diminta melepaskan sepatu sebelum masuk ruangan yang beralaskan karpet warna hijau tersebut. Ruangan berdinding batu bata itu mampu menampung sekitar 10 orang, dilengkapi bangku untuk para peziarah. Makam ada di tengah ruang, berselimutkan kain hitam, bertulisan Arab warna kuning.

Nuansa begitu khidmat saat berada di sana. Setelah mengajak anggota tim ekspedisi untuk membaca beberapa surah pendek Alquran, Rahmatullo berkisah, kompleks permakaman Imam Bukhari tidak mungkin seindah dan semegah itu tanpa peran Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Ketika Uzbekistan masih termasuk Uni Soviet, Soekarno dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet pada 1959 pernah meminta petinggi Partai Komunis untuk mencarikan makam orang suci Islam yang sangat terkenal bernama Imam Bukhari.

Setelah tiga hari pencarian, makam Imam Bukhari ditemukan. Soekarno naik kereta dari Moskow ke Samarkand, tempat Bukhari meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan sekitar tahun 870.

“Beliau tiba pada malam hari dan langsung membaca Alquran sampai pagi hari, tidak tidur,” lanjut Rahmatullo seperti diterjemahkan Temur Mirzaev, rekanan Kedutaan Besar Republik Indonesia sekaligus dosen bahasa Indonesia di Institute of Oriental Studies, Tashkent.

Saat ditemukan, makam dalam kondisi tidak terurus. Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.

“Bangsa Indonesia sangat berjasa bagi keberlangsungan makam Imam Bukhari. Sebenarnya makam sudah tutup untuk pengunjung karena hari sudah malam. Tapi, karena orang Indonesia yang datang, makanya dibukakan,” tutur Temur.

Juru kunci menutup ziarah dengan doa dan suasana pun mendadak hening. Dalam doanya, ia berharap perjalanan tim ekspedisi sukses dan selamat sampai tujuan.

Bung Karno Mencari Makam Imam Bukhori
Di Tashkent tidak ada jalan bernama Bung Karno. Tapi bukan berarti rakyat Uzbekistan ini tidak mengenal presiden pertama Republik Indonesia itu. Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno adalah penemu makam Imam Al Bukhari, seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW.

Begini ceritanya. Tahun 1961 pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke Moskow. Kayaknya Khrushchev hendak menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet.

Karena bukan orang lugu, Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu, kalau Indonesia terjebak, yang paling rugi dan menderita adalah rakyat. Bung Karno tidak mau membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun. Bung Karno mengajukan syarat. Kira-kira begini kata Bung Karno, “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak.”

Khrushchev balik bertanya, “Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?”

Bung Karno menjawab, “Temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya.”

Jelas saja Khrushchev terheran-heran. Siapa lagi ini Imam Al Bukhari. Dasar orang Indonesia, ada-ada saja. Mungkin begitu sungutnya dalam hati. Tidak mau membuang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam dimaksud. Entah berapa lama waktu yang dihabiskan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam itu, yang jelas hasilnya nihil.

Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno, “Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?”

Bung Karno tersenyum sinis. “Kalau tidak ditemukan, ya udah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda.”

Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah. Khrushchev balik kanan, memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini.

Nah, akhirnya setelah bolak balik sana sini, serta mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev menemukan makam Imam kelahiran Bukhara tahun 810 Masehi itu. Makamnya dalam kondisi rusak tak terawat. Imam Al Bukhari yang memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia itu dimakamkan di Samarkand tahun 870 M.

Presiden Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.

Khrushchev memerintahkan agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin. Selesai renovasi, Khrushchev menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari berhasil.

Sambil tersenyum Bung Karno mengatakan, “Baik, saya datang ke negara Anda.”

Setelah dari Moskow, tanggal 12 Juni 1961 Bung Karno tiba di Samarkand. Sehari sebelumnya puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini di Kota Tashkent. (Habib Ahmad bin Faqih Ba'Syaiban).

Baca Juga:  
Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/04/kisah-soekarno-perintahkan-uni-soviet-untuk-cari-makam-imam-bukhari.html
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Agen CIA yang Menyerang Indonesia

Asalasah ~ Belum banyak sejarah yang terungkap, dan tidak banyak yang tahu bahwa Allen Pope seorang agen CIA pernah ingin mencoba menyerang Indonesia dan mengobok-obok Indonesia kala itu. Allen Lawrence Pope adalah seorang tentara bayaran yang ditugasi CIA dalam berbagai misi. Beberapa misinya dilakukan di Asia Tenggara di antaranya saat pertempuran di Dien Bien Phu, Vietnam dan pada saat pemberontakan PRRI/Permesta di Indonesia. Dia tertangkap oleh tentara Indonesia ketika usahanya mengebom armada gabungan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan pesawat pembom B-26 Invader AUREV gagal dan tertembak jatuh.



Diduga dia tertembak jatuh oleh pesawat P-51 Mustang Angkatan Udara Republik Indonesia yang diterbangkan oleh Ignatius Dewanto namun kesaksian lain mengatakan dia tertembak jatuh oleh tembakan gencar yang dilakukan armada laut Angkatan Laut Republik Indonesia. Buku-buku yang menuliskan sepak terjang CIA di berbagai kancah konflik tidak lupa menyebut-nyebut nama Allen Pope.

Pope kemudian ditugasi sebagai pilot AUREV (Angkatan Udara Revolusioner) yang berpangkalan utama di Mapanget, Sulawesi Utara (sekarang Bandara Sam Ratulangi) di bawah pimpinan Mayor Petit Muharto. AUREV sendiri berkekuatan tidak kurang sekitar 10 pesawat pengebom-tempur di antaranya adalah pesawat pengebom sedang/ringan B-26 Invader dan P-51Mustang.


CIA sendiri sebenarnya sudah menyediakan 15 pesawat pengebom B-26 untuk PRRI/PERMESTA dari sisa-sisa Perang Korea, setelah dipergunakan di berbagai konflik di Kongo, Kuba dan Vietnam. Pesawat-pesawat itu disiagakan di sebuah lapangan terbang di Filipina, tempat yang juga digunakan untuk melatih para awak sebelum dikirim ke wilayah PERMESTA.

Sejumlah modifikasi dilakukan agar tidak terlalu kelihatan bahwa mereka disiapkan oleh Amerika Serikat yang memiliki teknologi maju. Di antara modifikasi yang dilakukan adalah mengubah jumlah senapan mesin yang semula memiliki enam laras pada hidung pesawat, menjadi delapan laras.

Pada tanggal 18 Mei 1958, Gugus Tugas amfibi (Amphibius task force) ATF-21 Angkatan Laut Republik Indonesia yang berkekuatan dua kapal angkut dan lima kapal pelindung type penyapu ranjau cepat, dipimpin oleh Letnan Kolonel (KKO/sekarang Korps Marinir) Hunholz dengan Kepala Staf Mayor Soedomo berlayar dengan posisi dekat Pulau Tiga lepas Ambon guna melaksanakan Operasi Mena II dalam rangka menuntaskan konflik PERMESTA dengan sasaran Morotai guna merebut lapangan terbang.


Operasi itu didukung oleh P-51 Mustang dan B-26 Angkatan Udara Republik Indonesia serta Pasukan Gerak Tjepat (PGT, sekarang Kopaskhas TNI AU). Pasukan yang turun antara lain gabungan Marinir, Pasukan Angkatan Darat KODAM BRAWIJAYA dan Brigade Mobil (BRIMOB). Di atas kapal disiagakan senjata penangkis udara berbagai type.

Tiga minggu sebelum Allen Pope ditembak jatuh, sebagai upaya cuci tangan Amerika Serikat (AS), maka Menteri Luar Negeri AS, John Foster Dulles lantang menyatakan bahwa apa yang terjadi di Sumatera adalah urusan dalam negeri Indonesia. AS tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. Mengenai senjata-senjata yang terbilang mutakhir di tangan PRRI dan di Pekanbaru, Presiden AS, Dwight David Eisenhower mengadakan jumpa pers dengan memberi keterangan bahwa AS akan tetap netral dan tidak akan berpihak selama tidak ada urusannya dengan AS.

Dikatakannya bahwa senjata-senjata yang ditemukan oleh ABRI adalah senjata-senjata yang mudah ditemukan di pasar gelap dunia. Di samping itu, sudah biasa di mana ada konflik pasti akan ditemukan tentara bayaran. Apa yang dikatakan Eisenhower kemudian jadi arahan. Ketika kemudian terdengar ada penerbang AS tertangkap di Ambon dan bagaimana ia tertangkap, Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta cepat-cepat menimpali bahwa orang itu tentara bayaran.

Setelah John F. Kennedy menjadi Presiden Amerika Serikat, hubungan Amerika Serikat dengan Presiden Soekarno mengalami perbaikan. Presiden Soekarno sendiri mengatakan bahwa hanya dialah presiden AS yang mengerti jalan pikirannya. Pemerintah Amerika Serikat berusaha juga untuk membebaskan Allen Pope.Menurut Harry Rantung, suatu hari menjelang subuh pada Februari 1962 pope di bebaskan.

Baca Juga:  
Sumber: http://forum.viva.co.id/misteri/861972-allen-pope-kisah-agen-cia-yang-menyerang-indonesia.html
Baca Selengkapnya »»  

Kisah Istri Yang Mengharukan, Bisa Bikin Nangis

Asalasah ~ Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Masuk Islam Karena Menikah Dengan Tamerlan Tsarnaev

Putus kuliah lalu masuk Islam dan menikah muda
Asalasah ~ Jalan hidupnya berubah sekitar empat tahun lalu setelah bertemu Tamerlan Tsarnaev, imigran asal Chechnya. Katherine Russel jatuh cinta setengah mati.

Tamerlan, 26 tahun, bersama adiknya, Dzokhar Tsarnaev, merupakan dua tersangka Bom Boston. Tamerlan terbunuh dalam baku tembak di kampus Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Sedangkan Dzokhar kini dirawat di rumah sakit setelah dibekuk Sabtu lalu. Dua bom rakitan diletakkan dekat garis akhir lomba marathon itu menewaskan tiga orang dan melukai 180 lainnya.

Tak ingin kehilangan Tamerlan, Katie (kini 21 tahun), sapaan akrabnya, bersyahadat dan kemudian menikah dengan pujaan hatinya itu. Dia lantas memutuskan berhenti kuliah dari Universitas Suffolk di Kota Boston, Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat.

Teman sekolahnya di North Kingstown, Negara Bagian Rhode Island, mengaku sangat terkejut saat bertemu Katie beberapa bulan lalu. "Dia benar-benar sudah berubah. Dia bukan seperti orang saya kenal," katanya seperti dilansir surat kabar The Daily Mail hari ini.

Dulu Katie adalah gadis periang. Sulung dari tiga bersaudara ini ingin meneruskan kuliah dan bercita-cita menjadi anggota misi perdamaian. Dia merupakan putri dari Warren Russel (dokter) dan Judith (perawat). Moto hidupnya adalah lakukan sesuatu dan berhenti mengeluh.

Kawannya satu lagi juga sependapat. Dia tidak pernah membayangkan Katie bakal menikah muda, putus kuliah, memiliki bayi, dan berpindah agama dari Nasrani menjadi muslimah. "Dia adalah gadis Amerika umumnya dan telah dicuci otaknya oleh suaminya yang super religius. Tak seorang pun paham apa yang telah terjadi."

Setelah menikah, Katie berjilbab. Dia lantas menetap bersama suami dan adik iparnya, Dzoikhar, di rumah bekas peninggalan mertuanya, di Kota Cambridge, Massachusetts. Orang tua Tamerlan sudah kembali Rusia, jauh sebelum Katie dan Tamerlan berumah tangga.

Tetangga orang tuanya di North Kingstown juga kaget melihat perubahan Katie. "Musim gugur tahun lalu saya melihat dia berpakaian muslimah. Itu menarik perhatian saya," ujar Karen Mather, 41 tahun, seperti ditulis koran New York Post.

Katie kembali Cambridge sehari setelah suaminya tewas. Hanya dalam hitungan menit, dia sudah keluar membawa kucing peliharaan, kantong belanja, dan kantong berbahan wol. Dia pulang lagi ke rumah orang tuanya.

Tamerlan sudah pergi untuk selamanya. Namun jejak cinta Katie dan Tamerlan bakal terus membekas di putri mereka, Zahara (kini tiga tahun).

Baca Juga:  
Sumber: http://www.merdeka.com/dunia/putus-kuliah-lalu-masuk-islam-dan-menikah-muda-janda-tersangka-bom-boston.html
Baca Selengkapnya »»