Halaman

Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan

Apakah Pada Malam Pertama Itu Akan Terasa Sakit?

http://panel.mustangcorps.com/admin/fl/upload/files/873.jpg
Asalasah ~ Banyak wanita khawatir bahwa malam pertama mereka akan terasa menyakitkan. Benarkah demikian? Untuk mengetahuinya, simak beberapa hal yang bisa terjadi saat seks untuk pertama kalinya seperti yang dilansir dari Indiatimes berikut ini.

Tidak selalu suksesKarena memang baru pertama kali melakukan, wajar jika seks tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Misalnya pria ternyata mengalami ejakulasi dini atau wanita yang tidak mampu meraih klimaks. Namun semua itu bukan kesalahan Anda maupun pasangan. Semuanya wajar dan tetaplah berusaha untuk rileks sambil menikmati suasana intim bersama pasangan.

Memang sakitBagi wanita, seks untuk pertama kalinya memang menyakitkan. Namun jangan terlalu mengkhawatirkan hal itu. Ketakutan akan rasa sakit bisa menghancurkan suasana. Sebaiknya Anda berusaha untuk merasa nyaman dan melakukannya pelan-pelan. Sedikit demi sedikit, rasa sakit tersebut akan berubah menjadi kenikmatan.

BerdarahWanita yang mengalami pendarahan saat bercinta untuk yang pertama kalinya sering dikira masih perawan. Karena selaput dara robek akibat penetrasi kemaluan pasangan. Padahal bisa saja selaput darah sebelumnya robek saat berolahraga sehingga tidak ada pendarahan ketika bercinta.

Alat kontrasepsiJika ingin menunda hadirnya keturunan, pasangan kerap menggunakan kondom untuk seks yang pertama kalinya. Namun tahukah Anda, alat kontrasepsi tidak sepenuhnya bisa berhasil mencegah kehamilan. Itulah beberapa hal yang bisa terjadi saat seks untuk pertama kalinya.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Perbedaan Seks Antara Pria disunat dan Tanpa disunat

http://asalasah.blogspot.com/2013/04/perbedaan-seks-antara-pria-disunat-dan.htmlAsalasah ~ Pada mulanya, sunat dilakukan sebagai bagian dari tradisi. Namun lama-kelamaan, sunat juga dilakukan untuk kebersihan dan kesehatan penis. Meskipun begitu, masih banyak pria yang karena beberapa alasan tertentu belum menjalani sunat di masa dewasanya.

Kondisi disunat atau tidak disunat ini ternyata dapat memengaruhi kehidupan seks pria, dan tentu saja pasangannya.

Menurut Dr Patti Britton, PhD, direktur Sexuality Certificate Track di Chicago School of Professional Psychology/Westwood, sunat memberikan keuntungan khusus bagi Anda maupun pasangan Anda.

Pertama, si dia tak perlu repot lagi membersihkan kulit penutup bagian kepala penisnya (preputium,atau lebih dikenal dengan sebutan kulup). Kepraktisan ini tak dimiliki oleh pria yang tidak disunat, karena ia butuh upaya ekstra untuk menarik kulit tersebut dan membersihkan bagian yang tertutup sebelumnya.

Membersihkan area kepala penis (yang tertutup kulup) memang diperlukan untuk menghindari aroma tak sedap atau pengaruh yang lebih serius dari penumpukan bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar (smegma). Dengan sendirinya, lebih sedikit bakteri atau kuman yang bisa berpindah ke tubuh Anda dan memengaruhi kesehatan Anda.

Kedua, sebagian perempuan memilih pria yang sudah disunat karena penetrasi yang terjadi akan mengurangi gesekan yang kurang nyaman di dalam vagina. Begitu terjadi penetrasi, kepala penis yang sudah disunat lebih mudah masuk dan keluar untuk menciptakan rasa nyaman untuk Anda maupun pasangan Anda.

Sedangkan bila Anda memiliki pasangan yang belum disunat, seks yang lebih aman harus lebih diperhatikan. Pria dengan penis yang masih tertutup kulup kadang-kadang mengalami kesulitan menemukan kondom yang pas, atau memastikan kondom tetap terpasang selama penetrasi terjadi.

Hal tersebut bisa menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi perempuan, dan dengan sendirinya mengacaukan aktivitas seks tersebut.

Penis yang belum disunat juga memiliki aroma atau rasa yang berbeda. Aroma di area genital memang normal, tetapi jika terlalu kuat, kemungkinan besar penis pasangan kurang terjaga kebersihannya. Higienitas yang kurang juga bisa menyebabkan infeksi di bawah kulup, yang gejalanya bisa berupa iritasi, kemerahan, aroma tak sedap, dan gejala tak normal lainnya.

Meskipun begitu, bila selalu dijaga kebersihannya, penis yang belum disunat juga memberikan sensasi tersendiri. Lapisan tipis dari preputium tersebut sangat sensitif. Ketika mengalami ereksi, kulit tertarik sendiri ke porosnya, menampakkan kepala penis sehingga terlihat sama dengan penis yang sudah disunat.

Selama intercourse, seks oral, dan masturbasi, kulit yang tertarik tersebut bisa bertindak sebagai pelumas. Ketika penis mendorong masuk, ia akan menciptakan gesekan ekstra yang bisa saja menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi perempuan yang menyukainya.

Baca Juga:  
Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/04/inilah-beda-seks-antara-pria-di-sunat-dengan-tidak-disunat.html
Baca Selengkapnya »»  

Pria Muka Anak-Anak Pertanda Kurang Hormon Seks

?Babyface, Tanda Pria Kekurangan Hormon Seks
Asalasah ~ Ada banyak hal yang bisa mengacu pada ketidakseimbangan level testosteron, yang dapat mempengaruhi kelelakian Anda. Salah satunya adalah hipogonadisme.

Hipogonadisme merupakan jenis gangguan yang terkait dengan kurangnya produksi testosteron. Secara medis, hipogonadisme merupakan kondisi penurunan kadar hormon laki-laki atau testosteron yang terjadi karena adanya gangguan interaksi hormonal, meliputi androgen dan testosteron.

Para penderita hipogonadisme atau penurunan kadar hormon testosteron umumnya merasakan beberapa keluhan, di antaranya menurunnya libido, terjadi disfungsi ereksi, berkurangnya kekuatan otot, dan meningkatnya massa lemak tubuh.

Selain itu, para penderita tidak jarang mengalami penurunan densitas tulang, penurunan vitalitas, serta gangguan mood. Hipogonadisme juga dapat mengubah arakteristik fisik maskulin tertentu dan merusak fungsi reproduksi, seperti infertilitas dan rambut menipis.

"Hipogonadisme menyebabkan perubahan mental dan emosional, misalnya kelelahan, penurunan gairah seksual, dan kesulitan berkonsentrasi," ujar Prof. Dr. Johan S Masjhur, SpPD-KEMD, dokter spesialis penyakit dalam di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Fakta yang mengejutkan, hipogonadisme kemungkinan dapat menimbulkan masalah psikologis pada diri Anda sehingga tidak mampu memuaskan pasangan ketika berhubungan intim.

Tanda Gangguan
Salah satu gejala yang menunjukkan adanya gangguan ini ialah tidak sempurnanya ukuran testis atau terganggunya pertumbuhan penis dan testis. Jadi bila Anda merasa ukuran testis Anda tidak normal, cobalah periksakan ke dokter.

"Kami punya semacam standar sebagai pembanding ukuran testis pada masing-masing usia. Jadi kalau periksa, kami pegang, lalu kami bandingkan lebih besar atau lebih kecil. Untuk orang dewasa, kurang lebih seperti telur puyuh ukurannya," kata Dr. Em Yunir, SpPD-KEMD dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni).

Meski tidak selalu terkait langsung, ukuran testis yang tidak normal bisa mempengaruhi produksi testosteron dan proses spermatogenesis atau pembentukan sperma. Jika testis terlalu kecil, produksi sperma biasanya lebih rendah, baik dari segi jumlah maupun kualitas.

Apabila gangguan pada pertumbuhan testis terbukti berhubungan dengan hipogonadisme, maka dampaknya bisa lebih luas lagi. Menurut Dr. Em Yunir, hipogonadisme juga bisa menyebabkan perubahan mental dan emosional, misalnya kelelahan, penurunan gairah seks, dan disfungsi ereksi.

Selain ukuran testis yang tidak normal, menurut ahli dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI ini, seorang pria yang memiliki wajah babyface atau awet muda juga disinyalir cenderung rentan terhadap hipogonadisme.

"Apabila anak sudah 15 hingga 17 tahun, tapi secara fisik belum terlihat kumis atau rambut halus di bagian tubuh tertentu, seperti di ketiak atau sekitar alat kelamin, penis tidak berkembang, tidak mengalami perubahan suara, tidak ada jerawat pada wajah, atau tidak ada tanda-tanda pertumbuhan dan perkembangan seksual lainnya, maka perlu diwaspadai terjadinya hipogonadisme," tutur Dr Em Yunir. (ins)

Baca Juga:  
Sumber: http://id.she.yahoo.com/babyface-tanda-pria-kekurangan-hormon-seks-054619604.html
Baca Selengkapnya »»  

Ciri Pria Dengan Hormon Testosteron Yang Rendah

Ciri-ciri Pria dengan Testosteron Rendah
Asalasah ~ Testosteron adalah hormon yang sangat penting bagi seorang pria. Selama masa pubertas, hal ini sangat membantu para pria dalam hal pengembangan testis dan penis, dan juga berperan penting dalam pertumbuhan rambut pada wajah dan kemaluan, termasuk pada pedalaman suara.

Testosteron juga terus memainkan peran penting setelah masa remaja. Ini sangat membantu menginformasikan segala sesuatu dari libido seorang pria dengan suasanya hatinya.  Dan ketika tingkat terstosteronnya rendah, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan pria baik dari segi emosional dan fisik.
Jika Anda memiliki salah satu dari gejala tersebut, pergilah ke dokter dan bicarakan kondisi yang Anda alami dan pastikan untuk bertanya tentang tingkat testosteron Anda. Seperti dilansir drlauraberman, Rabu (6/2/2013) ada beberapa tanda testosteron rendah pada pria:
1. Penurunan libido
Hormon testosteron memainkan peran penting di dalam libido. Baik bagi pria mau pun wanita. Ketiak kadar testosteron menurun, biasanya keinginan sering menyesuaikan.
2. Depresi
Sebuah penelitian yang dilakukan di Veterans Affairs Puget Sound Health Care and University of Washington di Seattle menemukan bahwa pria dengan testosteron rendah, kemungkinan empat kali lebih mungkin didiagnosa dengan depresi klinis
3. Kurangnya energi 
Testosteron rendah juga terkait dengan energi yang rendah.
Jika Anda menemukan bahwa energi Anda telah menurun, tidak hanya di atas kasur atau berjam-jam di tempat kerja, Ini bisa jadi pertanda kalau testosteran Anda rendah.
4. Bekurangnya tinggi badan
Testosteron berperan penting dalam kesehatan tulang, jadi jika Anda merasa seperti kehilangan tingginya tubuh atau mengalami penyusutan, ini bisa jadi testosteron Anda rendah.
5. Bekurangnya kekuatan otot
Testosteron juga berperan dalam massa otot. Jadi, jika Anda juga mengalami penurunan kekuatan atau daya tahan, itu bisa jadi juga Anda mengalami penurunan testosteron.
6. Berkurangnya ereksi
Jika Anda menemukan bahwa respons seksual Anda telah berkurang secara intens dan ereksi Anda tidak begitu kuat, itu bisa menjadi tanda testosteron rendah.
7. Memiliki masalah kesehatan lainnya
Kadar testosteron dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lainnya.

Terutama obesitas, diabetes tipe 2, dan masalah tiroid, jadi jika Anda menderita salah satu atau lebih dari ini, kemungkinan Anda juga memiliki masalah dengan penurunan testosteron.
8. Penurunan ejakulasi
Ketika kadar testosteron Anda menurun, Anda juga mungkin melihat bahwa jumlah ejakulasi Anda mengalami penurunan volume.
9. Penyusutan pada testis
Rendahnya tingkat testosteron terkadang dapat menyebabkan testis mengecil dan menjadi lebih kecil.
Beberapa pria juga melaporkan perasaan mati rasa pada testisnya.
10. Disfungsi ereksi
Jika Anda tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi, bisa jadi karena tingkat testosteron Anda yang rendah. Sekali lagi, pergilah ke rumah sakit dan bicarakan kesehatan Anda pada dokter supaya kadar hormon Anda dapat diuji.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»