Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Ditemukan Kota Penyembah Berhala Yang Tenggelam

Asalasah ~ Para arkeolog telah berhasil menemukan dan merekonstruksi kota tua yang telah tenggelam di dasar laut Mediterania sejak 12 abad silam. Sejumlah situs bukti “peradaban maju” di masa lalu, termasuk puluhan kapal, didapati terkubur di tanah liat tebal dan pasir di dasar laut.

Meski berperadaban maju, kota yang tenggelam di dasar laut itu dipastikan sebagai kota penyembah berhala. Pasalnya, seperti dilansir Telegraph, Senin (29/4), benda lain yang ditemukan adalah patung raksasa berukuran 16 kaki atau 4,8 meter, dengan beberapa patung dewa kecil lainnya. Arkeolog juga menemukan lempengan batu beraksara Yunani dan Mesir kuno serta koin emas dan batu perunggu. Benda-benda itu kemudian diangkat ke permukaan.

Menurut para arkeolog, kota yang ditemukan tersebut adalah Heracleion. Kota itu diperkirakan eksis pada abad ke-8 Masehi.
http://asalasah.blogspot.com/2013/05/ditemukan-kota-penyembah-berhala-yang.html

Para peneliti yang menemukan patung dewa dan kapal dalam jumlah yang banyak tak habis pikir bagaimana kota sebesar dan semegah itu bisa tenggelam di dasar laut.

Apakah itu azab karena menyembah berhala dan berlaku keji di dunia? Wallaahu a’lam bish shawab. Yang pasti banyak kota-kota “hebat” yang dihancurkan Allah dengan azab karena kedurhakaan mereka, misalnya kota Iram dan kota Sodom. Ditemukannya kembali kota-kota tersebut seakan mengingatkan bahwa sehebat apapun manusia, jika mereka menentang Allah, Dia bisa menghancurkan negeri mereka sekehendak-Nya.(bersamadakwah)

Baca Juga:  
Sumber: http://muslimina.blogspot.com/2013/04/ditemukan-kota-penyembah-berhala.html?m=1
Baca Selengkapnya »»  

Sejarah Lahirnya Olahraga Bowling

Sejarah Adanya Olahraga Bowling http://asalasah.blogspot.com/2013/04/sejarah-lahirnya-olahraga-bowling.htmlAsalasah ~ Bowling adalah suatu jenis olahraga atau permainan yang dimainkan dengan menggelindingkan atau melemparkan bola dengan menggunakan tangan. Bola bowling akan dilemparkan ke pin yang berjumlah sepuluh buah yang telah disusun menjadi bentuk segitiga jika dilihat dari atas...

Jika semua pin dijatuhkan dalam sekali gelinding atau lemparan maka itu disebut strike. Jika pin tidak dijatuhkan sekaligus maka diberikan satu kesempatan lagi untuk menjatuhkan pin yang tinggal. Bilamana pada lemparan kedua tidak ada lagi pin tinggal disebut spare. Jika setelah dua kali masih ada pin yang tersisa maka disebut open frame (missed) yang kesemuanya itu akan menentukan perhitungan angka yang diperolehi dalam setiap permainannya. Pin akan kembali disusun seperti semula untuk frame selanjutnya.

Bowling, yang nama resminya adalah 10-pin-bowling, merupakan sebuah olahraga sekaligus permainan yang cukup fun untuk tua maupun muda. Tujuan dari bowling adalah menjatuhkan kesepuluh pin di ujung lane dalam maksimum 2 lemparan bola. Panjang lane adalah 60 kaki (18,28 m) dan lebarnya 3,5 kaki (1,07 m), dengan 2 buah lajur gutter di kanan-kirinya.

Di Amerika permainan bowling memang sangat populer dari dulu hingga sekarang. Pada awal-awal kemunculan permainan ini juga memiliki pasang surut. Ada masa-masa dimana orang-orang mulai berjudi untuk permainan ini. Untuk beberapa waktu, bowling sempat dinilai sebagai suatu permainan terlarang yang melanggar hukum. Setelah perjalanan panjang baru sekitar tahun 1900-an bowling kembali diterima dimasyarakat sebagai bagian dari rekreasi. Bahkan di tahun 1895 Amerika membentuk sebuah organisasi resmi American Bowling Congress.

Diluar dari pada itu, sebenarnya yang pertama kali mempopulerkan olah raga bowling di Amerika adalah orang-orang Belanda yang datang kesana pada tahun 1600-an. Sebelum bernama bowling, permainan ini bernama "Dutch pins". Namun di negeri kincir angin bowling juga tidak begitu saja ada, mereka mengenalnya dari orang-orang Inggris pada awal tahun 1100-an. Didaratan Eropa tidak hanya dua negara ini saja yang mengenal bowling, Jerman juga memiliki permainan sejenis. Dengan menggunakan bola dan 9 buah tongkat kayu yang disebut "Keglers", hingga saat ini kebanyakan orang Jerman menyebut pin dengan keglers.

Yang cukup menarik dari sejarah bowling, para arkeolog menemukan sejenis bola, pin dan peralatan lain untuk bermain bowling dipemakaman anak-anak Mesir yang berumur 5200 sebelum Masehi. Berdasarkan fakta tersebut membuktikan bahwa orang-orang Mesir sudah mengenal bowling sejak berabad-abad lalu.

Cara untuk melemparkan bola di sepanjang lane tidak diatur secara khusus, selama bola dilempar dengan posisi pemain tidak melewati garis batas. Anda boleh melemparnya dengan memegang bola dengan kedua tangan dan mengayunkannya dari antara kedua kaki Anda, tapi cara itu cenderung minus dari segi tenaga lemparan dan gaya. Umumnya, bola dipegang menggunakan 1 tangan, di mana jari tengah, jari manis serta ibu jari dimasukkan ke dalam ketiga lubang yang ada di bola. Berdirilah tegak, posisikan bola di depan badan, kira-kira setinggi pinggang, dan gunakan tangan satunya yang bebas untuk menopang berat bola. Melangkah ke depan sambil mengayunkan tangan yang memegang bola ke belakang untuk mengumpulkan momentum, lalu ayunkan tangan ke depan sambil melepaskan bola ke lane menuju 10 pin yang menunggu di ujungnya, dan pastikan Anda tidak melewati garis batas.

Jika Anda perhatikan di televisi, kebanyakan pemain bowling tidak melemparkan bolanya secara lurus di lane, tapi menggunakan hook(lemparan melengkung). Tujuan dari lemparan ini adalah mengenai pin dengan sudut tertentu, yang akan mempertinggi kemungkinan terjadinya strike (jatuhnya kesepuluh pin dengan lemparan pertama).Anda pun bisa melatih gerakan pergelangan tangan dan jari Anda saat melepas bola untuk menciptakan lemparan bola melintir yang akan berubah arah saat meluncur di lane, alias hook.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Arti Dari Simbol Swastika Hitler Nazi

Asalasah ~ Swastika adalah komponen dalam simbol kuat yang menjadi lambang partai Nazi yang pada saat itu secara semena-mena menghabisi jutaan nyawa tak berdosa, namun kenyataannya simbol tersebut memiliki arti postif dan sudah muncul berabad-abad sebelum Nazi memakainya.Bagaimana sejarah simbol swastika itu sendiri? Apa lambang ini mewakili kebaikan atau kejahatan?

Simbol Tertua Yang Pernah Dikenal

Swastika di berbagai negara dan bangsa

Swastika merupakan simbol kuno yang telah digunakan selama 300 tahun, bahkan simbol ini lebih tua dari simbol yang digunakan di Mesir, Ankh. Artefak-artefak seperti keramik dan koin kuno dari troy menunjukkan simbol ini sudah dikenal sebelum 1000 tahun masehi. Seiring berjalannya waktu, simbol swastika diadaptasi diberbagai belahan dunia seperti di China disebut wan, di Inggris disebut flfyot, di Jerman disebut hakenkruz, di Yunani di sebut tetroskelion dan gammadion dan di India disebut swastika.

Arti Sebenarnya

Simbol Swastika dengan Arti Positif

Asal kata “swastika” berasal dari bahasa Sansekrta “svastika”. Dari penggalan-pengalan hurufnya “su” artinya baik, “asti” artinya menjadi dan “ka” artinya akhiran. Sebelum Nazi menggunakan simbol ini, swastika digunakan untuk mewakili kehidupan, matahari, kekuatan dan nasib baik. Bahkan di awal abad ke-20, swastika masih memiliki arti yang positif. Contohnya, lambang ini digambarkan di kartu pos, koin dan gedung. Malah pada saat Perang Dunia I, swastika dipakai di jahitan punggung Divisi Amerika ke-45 dan Angkatan Udara Florida sampai Perang Dunia II.

Swastika Masuk ke Jerman

Pada tahun 1800an, negara-negara di sekitar Jerman berkembang pesat dan membentuk kerajaan-kerajaan jauh sebelum Jerman akhirnya membentuk negara utuh di tahun 1871. Untuk menampik anggapan sebagai negara baru dan mudah diserang, para nasionalis Jerman di pertengahan abad ke-19 memakai simbol swastika karena Jerman memiliki hubungan silsilah dengan bangsa Arya yang diprediksi berasal dari kawasan Jerman. Saat awal abad ke-20, swastika menjadi simbol yang biasa digunakan nasionalis Jerman dan dapat ditemukan diberbagai tempat sebagai simbol emblem seperti di Wandevogel (Gerakan Pemuda Jerman), Unit Freikorps dan simbole emblem perkumpulan Thule.

Hitler dan Nazi

Bendera Nazi

Pada tahun 1920, Adolf Hitler memutuskan Partai Nazi membutuhkan simbol dan bendera sendiri. Bagi Hitler, bendera merupakan simbol bagi perjuangan mereka. Tanggal 7 Agustus 1920 saat Kongres Salzburg, bendera dengan lambang swastika menjadi simbol resmi Partai Nazi. Hitler mendeskripsikann arti dari bendera tersebut, arti warna merah merupakan ide-ide sosialis disetiap pergerakan, warna putih melambangkan ide nasionalis, sedangkan lambang swastika dipakai untuk mewakili misi perjuangan atas kemenangan bangsa Arya dalam hal ini diidentikkan dengan kemenangan ideologi kreatif yang mereka kerjakan.
Karena Partai Nazi melakukan praktek-praktek kekerasan dan melakukan berbagai macam pembunuhan, simbol swastika yang menjadi lambang partai inipun jadi ternoda. Arti simbol ini kemudian terdistorsi dari yang tadinya berkonotasi positif menjadi negatif. Setiap melihat bendera dengan lambang swastika, orang-orang selalu mengidentikkan dengan Nazi dan menganggap simbol ini adalah simbol kebencian, kekerasan, kematian dan pembunuhan.

Bagaimana Arti Simbol Swastika Sekarang?

Pada waktu lampau, arah dari swastika menyebabkan simbol ini memiliki arti yang berbeda. Arah swastika yang searah jarum jam memiliki arti kesehatan dan kehidupan, sedangkan swastika yang berlawanan arah jarum jam berarti nasib buruk atau ketidakberuntungan. Namun sejak Nazi menggunakan simbol swastika yang searah jarum jam maka orang mengubah pengertian sebelumnya menjadi sebaliknya.

Swastika dan Agama Hindu dan Budha


Saat ini, arti dari swastika masih menjadi polemik yang tak berujung ditengah masyarakat dunia. Bagaimana bisa satu simbol memiliki dua arti yang saling bertolak belakang? Namun hal ini membuat sebagian kalangan yang menggunakannya sebagai simbol keagamaan menjadi terkena imbasnya. Di Agama Hindu dan Budha lambang swastika merupakan simbol suci yang biasa digunakan untuk melambangkan kehidupan dan keberuntungan. Orang-orang yang tidak mengetahui arti asli dari swastika terkadang sangat skeptis dengan simbol ini. Padahal sebenarnya Nazi-lah yang mengambil keuntungan dari simbol swastika dan menggunakannya dalam praktek-praktek yang tidak berperikemanusiaan.

Baca Juga:  
Sumber: http://dezzaitha.blogspot.com/2011/10/ini-lah-arti-dari-lambang-hitler-dan.html
Baca Selengkapnya »»  

Sumpit Pasukan Dayak Bikin Gentar Penjajahan Belanda

Asalasah ~ Setiap Suku di Indonesia mempunyai alat atau senjata masing-masing. Sejak jaman dahulu yaitu pada jaman nenek moyang kita, tidak secanggih sekarang, peralatan yang mereka gunakan adalah peralatan tradisional yang mereka bikin sendiri. Namun jangan anggap remeh senjata tersebut, walau hanya sederhana senjata tersebut mampu membunuh mahluk hidup yang ada di dunia ini. Seperti artikel saya berikut ini yang membahas tentang senjata dari daerah suku Dayak. Anda pasti sudah tau kan apa senjata dari daerah ini? Tanpa panjang lebar lagi berikut saya uraikan tentang senjata dari Suku Dayak ini.

Di masa penjajahan Belanda, Kalimantan yang berhutan lebat jadi kawasan paling ditakuti para kumpeni. Meskipun persenjataan mereka sangat lengkap dan canggih di masa itu. Apa alasannya ?

Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun milik prajurit-prajurit Dayak. Sebelum berangkat ke medan laga, mereka mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.




http://asalasah.blogspot.com/2013/04/sumpit-pasukan-dayak-bikin-gentar.html

"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra.

Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.

Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba.

"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.

Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.

"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," pungkas Chendana.

Demikian sedikit informasi dari saya. Semoga menambah wawasan anda. Salam....

Baca Juga:  
Sumber: http://otakberita.blogspot.com/2013/04/ganasnya-senjata-sumpit-suku-dayak.html
Baca Selengkapnya »»  

Gamabar Wajah Asli Orang Mesir Kuno Tahun 2000 SM


[imagetag]
Asalasah ~ Tahukah Anda bagaimana wajah orang Mesir kuno? Mungkin jawabannya dapat ditemukan pada lukisan-lukisan yang terpajang di Perpustakaan John Rylands.

Benda berharga itu merupakan hibah dari salah seorang pengusaha Jesse Haworth kepada Museum Manchester di tahun 1921. Menurut pendapat kurator museum Campbell Price, bahwa lukisan-lukisan wajah tersebut adalah potret Favum modern.

Price menyatakan kekagumannya pada lukisan wajah yang dipajang, sebab menurut dia orang-orang yang ada di dalam gambar seolah-olah orang Yunani atau Romawi. Bukannya orang Mesir kuno. Hal ini menunjukkan beragam dan majunya kebudayaan Mesir di zaman 2000 tahun silam.

Walaupun lukisan ini telah berumur 2000 tahun lamanya, tetapi yang mengherankan ialah penampilan orang-orang saat itu sangat modern. Apalagi bila melihat perhiasan dan gaya rambut yang mereka miliki. Sehingga orang Mesir kuno tidaklah sama seperti mumi saat dirias atau didandani.

Di sisi lain, pameran tersebut juga memajang Injil Maria asli yang diperkirakan ditulis langsung oleh Maria Magdalena. Seorang kurator pendamping yakni Professor Kate Cooper mengatakan bahwa di dalam Injil tersebut menyimpan sejarah yang terlupakan oleh bangsa Eropa.

Seperti tulisan yang menyatakan bahwa wanita seharusnya mempunyai peran aktif dalam Gereja Kristen, misalnya menjadi salah seorang pemimpin. Namun pendapat tersebut ditekan habis-habisan oleh kaum Gereja di abad pertengahan.

Baca Juga:  
Sumber: http://dicopasdong.blogspot.com/2013/02/inilah-wajah-asli-orang-mesir-kuno-2000.html
Baca Selengkapnya »»  

Sejarah Sejarah Obor Api Olimpiade

Api Olimpiade, Obor Olimpiade, Cahaya Olimpiade, Mata Olimpiade, dan Matahari Olimpiade adalah sebuah lambang Olimpiade. Api yang memperingati pencurian api dari dewa Yunani Zeus oleh Prometeus, berasal di Yunani kuno, ketika api dibiarkan menyala selama perayaan Olimpiade kuno. Api ini diperkenalkan kembali pada Olimpiade di tahun 1928, dan sejak itu telah menjadi bagian dari pertandingan Olimpiade modern. Estafet obor modern diperkenalkan oleh Carl Diem, presiden Komite Penyelenggara untuk Olimpiade Berlin 1936.

Summer Berlin 1936
Jarak Tempuh : 3422 Km
Waktu : 8 Hari
Pembawa Obor : 3422 Orang

Summer 1948 London
Jarak Tempuh : 7870 Km
Waktu : 13 Hari
Pembawa Obor : 3372 Orang

Winter Oslo 1952
Jarak Tempuh : 225 Km
Waktu : 2 Hari
Pembawa Obor : 94 Orang

Summer Helsinki 1952
Jarak Tempuh : 3365 Km
Waktu : 20 Hari
Pembawa Obor : 1416 Orang

Winter Cortina d'Ampezzo
Jarak Tempuh : -
Waktu : 5 Hari
Pembawa Obor : -

Summer melbourne 1956
Jarak Tempuh : 20470 Km
Waktu : 21 Hari
Pembawa Obor : 3118 Orang

Winnter Squaw Valley 1960
Jarak Tempuh : 960 Km
Waktu : 19 Hari
Pembawa Obor : 700 Orang

Summer Rome 1960
Jarak Tempuh : 2750 Km
Waktu : 14 Hari
Pembawa Obor : 1529 Orang
Winter Innsbruck 1964
Jarak Tempuh : -
Waktu : 8 Hari
Pembawa Obor : -

Summer Tokyo 1964
Jarak Tempuh : 20065 Km
Waktu : 51 Hari
Pembawa Obor : 870

Winter Grenoble 1968
Jarak Tempuh : 7222 Km
Waktu : 50 Hari
Pembawa Obor : 5000 Orang

Summer Mexico 1968
Jarak Tempuh : 13620 Km
Waktu : 51 Hari
Pembawa Obor : 2778 Orang

Winter Sapporo 1972
Jarak Tempuh : 18741 Km
Waktu : 38 Hari
Pembawa Obor : 16300 Orang
Summer Munch 1972
Jarak Tempuh : 5532 Km
Waktu : 30 Hari
Pembawa Obor : 6000 Orang

Winter Innsbruck 1976
Jarak Tempuh : 1618 Km
Waktu : 6 Hari
Pembawa Obor : -

Summer Montreal 1976
Jarak Tempuh : 775 Km
Waktu : 5 Hari
Pembawa Obor : 1214 Orang

Winter Lake Placid 1980
Jarak Tempuh : 12824 Km
Waktu : 15 Hari
Pembawa Obor : -

Summer Moscow 1980
Jarak Tempuh : 4915 Km
Waktu : 31 Hari
Winter Sarajevo 1984
Jarak Tempuh : 5289 Km
Waktu : 11 Hari
Pembawa Obor : 1600 Orang

Summer Los Angeles 1984
Jarak Tempuh : 15000 Km
Waktu : 83 Hari
Pembawa Obor : 3636 Orang

Winter Calgary 1988
Jarak Tempuh : 18000 Km
Waktu : 95 Hari
Pembawa Obor : 6250 Orang

Summer Seoul 1988
Jarak Tempuh : 15250 Km
Waktu : 26 Hari
Pembawa Obor :1467 Orang

Winter Albertville 1992
Jarak Tempuh : 5500 Km
Waktu : 58 Hari
Pembawa Obor :5500 Orang

Summer Barcelona 1992
Jarak Tempuh : 6307 Km
Waktu : 51 Hari
Pembawa Obor :10448 Orang
Winter Lillehammer 1994
Jarak Tempuh : 12000 Km
Waktu : 82 Hari
Pembawa Obor :-i-dus

Summer Atlanta 1996
Jarak Tempuh : 29016 Km
Waktu : 112 Hari
Pembawa Obor :13267 Orang

Winter Nagono 1998
Jarak Tempuh : 3486 Km
Waktu : 51 Hari
Pembawa Obor :6901 Orang

Summer Sydney 2000
Jarak Tempuh : 27000 Km
Waktu : 127 Hari
Pembawa Obor :13300 Orang

Winter Salt Lake City 2002
Jarak Tempuh : 21275 Km
Waktu : 85 Hari
Pembawa Obor :12012 Orang
Summer Athena 2004
Jarak Tempuh : 86000 Km
Waktu :142 Hari
Pembawa Obor :3600 Orang

Winter Turin 2006
Jarak Tempuh : 11300 Km
Waktu :76 Hari
Pembawa Obor :10001 Orang

Summer Beijing 2008
Jarak Tempuh : 137000 Km
Waktu :130 Hari

Sumber:http://www.jelajahunik.us/2012/05/wajib-tausejarah-obor-olimpiade-dari.html

Baca Selengkapnya »»  

Dinosaurus TerBaru dari periode Tirassic dan cretaceous

Sejumlah kecil dari spesies dinosaurus, baru-baru ini kembali diketemukan oleh para peneliti, mayoritas spesies ini ditemukan di China, Dinosaurus merupakan berbagai kelompok hewan vertebrata darat yang dominan selama lebih dari 160 juta tahun, dari periode Triassic (sekitar 230 juta tahun lalu) sampai akhir periode Cretaceous (Kapur) (sekitar 65 juta tahun lalu).

Kepunahan spesies dinosaurus terjadi selama peristiwa kepunahan Cretaceous-Tersier. Catatan fosil menunjukkan bahwa burung berevolusi dalam dinosaurus theropoda selama periode Jurassic.

Dinosaurs terwakili di setiap benua oleh kedua spesies yang masih ada dan sisa-sisa fosil. Beberapa dinosaurus merupakan herbivora,dan yang lain karnivora. Beberapa telah bipedal, yang lain berkaki empat, dan lainnya telah mampu menggeser antara postur tubuh. Banyak Dinosaurus dari jenis non-unggas hidup berkembang modifikasi kerangka rumit seperti tanduk duri bertulang, atau punuk. Berikut beberapa spesies dinosaurus yang baru ditemukan.


1. Banji Long

dinosaurus baru


2. Fruitadens Haagarorum

dinosaurus baru


3. Concavenator Corcovatus

dinosaurus baru


4. Fukuititan Nipponensis

dinosaurus baru


5. Linheraptor Exquistius

dinosaurus baru


6. Kileskus Aristotocus

dinosaurus baru


7. Balaur Bondoc

dinosaurus baru


8. Abydosaurus Mcintoshi

dinosaurus baru


9. Aardonyx Celestae

dinosaurus baru


10. Sinoceratops Zhuchengensis

dinosaurus baru

Yaitu dia beberapa spesises dinosaurus yang baru ditemukan akhir-akhir ini.

Sumber:http://www.jelajahunik.us/2012/05/dinosaurus-dinosaurus-terbaru-dari.html

Baca Selengkapnya »»  

Kisah Dan Sejarah Lahirnya Hukuman Pancung

 

Banyak diantara kita yang bertanya-tanya, mengapa sampai terjadi hukuman sadis seperti itu? Setelah muncul berita tentang TKW Indonesia yang dihukum pancung di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Berikut ini akan menjawab rasa penasaran kita akan kisah dan sejarah hukuman pancung tersebut di dunia.

Sesuai dengan syariat Islam yang berlaku sampai saat ini, Negara Arab Saudi masih menerapkan hukum pancung terhadap terpidana mati kasus pembunuhan. Eksekusi bisa batal, jika keluarga korban memaafkan dan pelaku diharuskan membayar diyat (uang pengganti) yang ditetapkan oleh keluarga korban.

Syariat Islam memerintahkan hukuman mati dilaksanakan dengan cara dipenggal, bukan digantung atau ditembak. Sebelumnya, Saudi pernah menerapkan hukuman mati dengan cara ditembak.



Sejarah Hukuman Pancung



Hukuman pancung memiliki sejarah yang sangat panjang dan sulit diperkirakan asal usulnya, karena seperti hukuman gantung, hukuman pancung merupakan metode hukuman mati yang murah dan praktis, dimana eksekusi hanya membutuhkan sebilah pedang atau sebuah kapak saja.

Di Inggris ada anggapan, bahwa hukuman pancung merupakan hak istimewa para pria terhormat. Hukuman pancung ini akan membedakan seseorang dari terdakwa lainnya yang dihukum dengan cara yang tidak terhormat (keji), yaitu dengan dibakar secara hidup-hidup di atas tumpukan kayu.



Hukuman pancung secara luas digunakan di Eropa dan Asia sampai abad ke-20. Dan saat ini, hanya Arab Saudi dan Iran yang masih menggunakan metode hukuman mati seperti ini. Qatar dan Yaman pun sebenarnya melegalkan hukuman mati dengan metode seperti ini, namun sampai saat ini belum ada eksekusi dengan metode ini yang dilaporkan.

Hukuman pancung berlaku di Inggris sampai dengan tahun 1747 dan merupakan metode hukuman mati standar di Norwegia sampai saat dihapuskan pada tahun 1905, Swedia (sampai tahun 1903), Denmark (sampai tahun 1892), dan digunakan untuk beberapa kelas tahanan di Prancis (sampai penggunaan Guillotine di tahun 1792), serta di Jerman sampai dengan tahun 1938.



Semua negara-negara Eropa yang sebelumnya menggunakan hukuman pancung, sekarang telah benar-benar menghapuskan metode hukuman mati dengan cara ini.


Eksekusi Hukuman Pancung



Pada hukuman pancung, terdakwa yang akan dieksekusi biasanya ditutup matanya, sehingga mereka tidak dapat melihat pedang atau kapak yang datang menebas leher mereka, agar mereka tidak dapat menghindar atau mengelak.

Terkadang, dibutuhkan seorang asisten algojo untuk memegang rambut terdakwa yang akan dieksekusi, guna mencegah mereka agar tidak bergerak. Hasil eksekusi hukuman pancung adalah pendarahan ekstrim, seperti ledakan darah dari arteri dan vena yang terputus dari leher.



Hukuman pancung dapat dikatakan sebagai metode eksekusi yang manusiawi, jika dilakukan dengan benar, dimana hanya dibutuhkan cukup satu tebasan untuk memenggal kepala. Namun, karena otot dan tulang leher yang alot dan sulit dipotong, hukuman pancung biasanya memerlukan lebih dari satu tebasan pedang.

Kesadaran mungkin akan hilang dalam waktu 2-3 detik, karena suplai darah ke otak hilang secara cepat. Orang yang dieksekusi akan meninggal, karena otak tidak mendapat suplai darah dan oksigen, serta perdarahan dan kehilangan tekanan darah dalam waktu kurang dari 60 detik. Kematian juga terjadi karena pemisahan otak dan sumsum tulang belakang, selain karena perdarahan besar-besaran yang terjadi.



Sering terjadi dimana mata dan mulut orang yang di eksekusi menunjukkan tanda-tanda gerakan. Hal ini dapat terjadi, karena otak manusia memiliki cadangan oksigen yang cukup untuk metabolisme cadangan dan dapat dipakai untuk bertahan selama sekitar 7 detik setelah kepala terputus.


Kisah Para Algojo Pancung



Algojo pancung bertugas untuk mencabut nyawa terpidana mati. Di Arab Saudi, terdapat sekitar enam algojo yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Arab Saudi, untuk melakukan eksekusi pancung ini.

Abdallah bin Said al-Bishi adalah salah satu algojo pancung yang paling masyhur. Abdallah memulai tugas pertamanya pada tahun 1991, sepekan setelah ayahnya, Said al-Bishi wafat.


Umurnya waktu itu 32 tahun. Ia sempat terkejut setelah beberapa pejabat dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan surat pengangkatannya sebagai algojo. Hari pertama, ia langsung memancung tiga orang.


Dengan pedang bernama “Sultan” warisan ayahnya, ia mengaku gugup saat pertama memenggal kepala orang. Pedang Sultan berbentuk melengkung seperti bulan sabit dengan panjang setengah meter. Hingga kini, ia mengaku telah memancung lebih dari 100 kepala.


Abdallah bin Said al-Bishi

Untuk memuluskan tugasnya, Abdallah hanya memakai pedang produksi Jowhar, karena terbuat dari besi keras yang tidak mudah patah dan memang khusus untuk memancung kepala orang.

Jowhar adalah sebuah kota kecil di Somalia, sekitar 90 kilometer sebelah utara Ibu Kota Mogadishu. Cara memenggal pun ada dua, yaitu dengan cara horizontal dan vertikal. Masing-masing memerlukan pedang khusus. Ia menyebut “Qaridha” sebagai pedang spesialis pancung dengan cara vertikal.


Abdallah mengatakan tidak merasa berbeda saat akan memancung lelaki atau perempuan. Bahkan, ia mengaku pernah memenggal kepala teman-temannya yang menjadi terpidana mati. “Perbedaannya, kadang pria (yang akan dipenggal) tidak bisa mengendalikan kegelisahannya, sehingga bingung duduk atau berdiri. ”


Selain memenggal kepala, Abdallah juga melaksanakan hukuman potong tangan atau kaki. Bedanya, kalau pancung korban tidak dibius sama sekali, sedangkan potong tangan atau kaki dibius lokal.



Ia menegaskan syarat utama menjadi algojo penggal adalah tidak boleh merasa iba terhadap orang yang akan dipancung. “Jika saya merasa iba, ia akan menderita. Bila hati ini merasa kasihan, tangan bakal gagal.”

Algojo ternama lainnya adalah Muhammad Sa’ad Al-Beshi. “Di negara ini, kami memiliki masyarakat yang memahami hukum Tuhan (Rabb),” katanya. “Tidak ada yang takut terhadap saya. Saya punya banyak saudara dan teman di masjid. Saya memiliki kehidupan normal seperti orang-orang lain. Tidak ada yang aneh dalam kehidupan sosial saya.”


Al-Beshi memulai kariernya di penjara Thaif sebagai petugas borgol dan menutup mata terpidana, sebelum menjalani eksekusi pancung. Ketika ada lowongan, Muhammad Sa’ad Al-Beshi melamar dan langsung diterima. Tugas pertamanya pada 1998 di Jeddah.


Terpidana diikat dan ditutup matanya. “Dengan satu ayunan pedang, saya menebas kepalanya. Kepala menggelinding beberapa meter. Kala itu, banyak saksi yang muntah, usai menyaksikan pemenggalan tersebut.”


Kisah TKI Yang Terkena Hukuman Pancung



Arab Saudi merupakan salah satu negara yang mempunyai sistem hukum yang berbeda dengan negara lain. Terlebih, jika hukum tersebut menyangkut eksekusi hukuman mati. Oleh karena itu, tidak hanya Indonesia, beberapa negara lain pun kerapkali kesulitan, jika warga negaranya tersangkut masalah hukum di negara Saudi.

Di sana mereka menerapkan hukum Islam berdasarkan Al Qur'an. Dan hukum mereka itu juga berlaku hukum Qishash, yaitu hukuman mati terhadap pembunuh. Intinya, hukuman itu harus dibayar dengan nyawa dengan hukuman pancung. Dan masalah ini juga sebenarnya sudah menjadi kepedulian di dunia internasional saat ini.


Dalam setiap kasus hukuman mati itu, pengadilan Arab Saudi mempunyai beberapa tahap panjang untuk membuktikan seseorang yang diduga melakukan tindak pidana bersalah atau tidak.


Biasanya, untuk menentukan vonis hingga eksekusi, memerlukan waktu bertahun-tahun. Dalam tahapan panjang itu, pengadilan akan menentukan apakah tindakan dari pelaku pidana merupakan kejahatan murni atau hanya untuk membela diri.


Selain itu, keputusan keluarga korban sangat menentukan jadi tidaknya seseorang dieksekusi. Sebelum vonis itu ditetapkan, pengadilan akan menanyakan kepada keluarga korban terlebih dahulu, apakah memaafkan atau tidak.


Jadi sikap keluarga korban yang tidak mau memberi maaf, cukup menjadi modal untuk mengeksekusi. Kalau memaafkan pun, itu dibagi dua, apakah dimaafkan murni atau memaafkan secara diyat (membayar denda).


Bahkan, ada juga cara-cara lain, seperti menghapal ayat-ayat Al Quran, seperti kasus Siti Zaenab, yang lolos dari hukuman pancung karena mampu menghapal 30 juz ayat suci pada tahun 2009 lalu.


Kasus Ruyati binti Satubi, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang dihukum mati pada Sabtu (18/6/2011) memang sangat sulit untuk meloloskannya dari vonis hukuman mati.


Pasalnya, berdasarkan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi beberapa waktu lalu, Ruyati memang mengakui perbuatannya dari persidangan tahap pertama hingga akhir. Dan keluarga korban juga tidak memaafkan. Jadi, memang diperlukan usaha keras dalam kasus itu.


Berbeda jika kita lihat dengan kasus Darsem, TKI lainnya, yang sempat akan dihukum mati. Dia selamat, karena terbukti di pengadilan kalau dia membunuh untuk membela diri sebab ingin diperkosa. Keluarga korban pun menyadari, dan akhirnya dia dimaafkan dan hanya dikenai denda.



Amnesty Internasional



Hukum pancung Arab Saudi belakangan ini, kembali menjadi sorotan Amnesty International. Tanpa memandang keyakinan hukum Islam yang berlaku, LSM ini menuntut Arab harus menghentikan hukuman mati, karena melanggar HAM.
Dalam pantauan Amnesty International, enam pekan ini terjadi lonjakan eksekusi pancung yang cukup tinggi. Tercatat, sebanyak 27 orang telah dipenggal sepanjang enam bulan pertama di tahun 2011 ini. Jumlah ini menyamai jumlah total tahun lalu.

Terbanyak dalam sebulan adalah pada bulan Mei. Sebanyak 15 orang dipancung pada bulan itu, atau setiap dua hari ada seorang yang dipancung. Dalam tahun 2009, terjadi 67 pemancungan. Jumlah itu turun drastis dari tahun sebelumnya yang hanya 102 pemancungan.

Sumber:http://sibukforever.blogspot.com/2012/05/kisah-hukuman-pancung-dan-sejarahnya-di.html
Baca Selengkapnya »»  

Asal Usul Sejarah AC


Awal dari AC (air Conditioner ) sudah dimulai sejak jaman Romawi yaitu dengan membuat penampung air yang mengalir di dalam dinding rumah sehingga menurunkan suhu ruangan , tetapi saat itu hanya orang tertentu saja yang bisa karena biaya membangunnya sangatlah mahal karena membutuhkan air dan juga bangunan yang tidak biasa.
Hanya para raja dan orang kaya saja yang dapat membangunnya.

Baru kemudian pada tahun 1820 ilmuwan Inggris bernama Michael Faraday menemukan cara baru mendinginkan udara dengan menggunakan Gas Amonia dan pada tahun 1842 seorang dokter menemukan cara mendinginkan ruangan dirumah sakit Apalachicola yang berada di Florida Ameika Serikat. Dr.Jhon Gorrie adalah yang menemukannya dan ini adalah cikal bakal dari tehnologi AC (air conditioner) tetapi sayangnya sebelum sempurna beliau sudah meninggal pada tahun 1855.

Willis Haviland Carrier
seorang Insinyur dari New York Amerika menyempurnakan penemuan dari Dr.Jhon Gorrie tetapi AC ini digunakan bukan untuk kepentingan atau kenyamanan manusia melainkan untuk keperluan percetakan dan industri lainnya.

Penggunaan AC untuk perumahan baru dikembangkan pada tahun 1927 dan pertama dipakai disbuah rumah di Mineapolis, Minnesota. Saat ini AC sudah digunakan disemua sektor, tidak hanya industri saja tetapi juga sudah di perkantoran dan perumahan dengan berbagai macam bentuk dari mulai yang besar hingga yang kecil.semuanya masih berfungsi sama yaitu untuk mendinginkan suhu ruangan agar orang merasa nyaman.

Jika musim panas tiba, biasanya kita selalu akrab dengan yang namanya kipas angin atau juga AC (Air Conditioner). Sebab, kesejukan yang ditimbulkan oleh hawa kipas dan AC memang dibutuhkan untuk meredam hawa panas yang kadang sangat menyiksa.

Karena itu, berterima kasihlah kepada John Gorrie yang mencetuskan ide pembuatan AC. Sebab, dengan hawa AC yang sejuk itu, kita tak perlu merasakan penderitaan karena hawa panas yang kadang membuat tubuh serasa lengket akibat keringat yang menetes. Tapi, tahukah Anda jika John menciptakan AC karena terinspirasi oleh kepeduliannya terhadap orang sakit?.

Alkisah, John sebenarnya adalah seorang dokter berwarga negara Amerika Serikat. Gagasannya membuat mesin pendingin berawal dari banyaknya pasien yang menderita malaria atau penyakin lain dengan gejala demam tinggi. Ketika itu udara terasa panas sehingga membuat pasien tidak nyaman. Maka, pria kelahiran Charleston, California Selatan, 3 Oktober 1802 ini memutar otak bagaimana caranya agar suhu tubuh para pasien bisa turun. Setelah melihat kipas angin yang ada di depannya, ia menemukan ide.

Ia memasang bongkahan es batu di depan kipas, sehingga hawa dingin es bisa tersebar oleh tiupan angin dari kipas.


Tercetus pada ide itu, maka John berniat menyeriusi pembuatan mesin pendingin (AC). Maka, pada tahun 1844, pria lulusan kedokteran dan ilmu bedah di kota New York ini merancang dan mengembangkan mesin eksperimen pembuat es. Mesin ciptaannya didasarkan pada hukum fisika bahwa panas selalu mengalir dari gas atau cairan yang lebih panas menuju gas atau cairan yang lebih dingin. Mesin tersebut bekerja dengan cara memadatkan gas (kompres) sehingga menjadi panas, kemudian gas tersebut dialirkan ke koil-koil untuk diturunkan tekanannya (dekompres).
Alhasil, udara menjadi dingin.

Untuk mengembangkan penemuannya, pada tahun 1845, Gorrie memutuskan untuk berhenti praktik sebagai dokter. Enam tahun berikutnya, ia berhasil menerima hak paten yang merupakan hak paten pertama yang dikeluarkan untuk sebuah mesin pendingin. Inilah awalnya ditemukan mesin pendingin yang kini dikenal dengan istilah Air Conditioner.



Sumber:http://artikelunikasik.blogspot.com/2012/01/asal-usul-sejarah-ac.html

Baca Selengkapnya »»