Halaman

Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Asal Mula Malaysia Berbahasa Melayu

Asal-usul Malaysia Berbahasa Melayu | http://asalasah.blogspot.com/2013/03/asal-mula-malaysia-berbahasa-melayu.htmlAsalasah ~ Bahasa Melayu menjadi identitas bagi bangsa Malaysia. Wisatawan bisa mengetahui asal muasal bahasa Melayu pada sebuah tempat khusus di Kuala Lumpur. Dimanakah itu?

Pertanyaan itu terjawab saat DetikTravel mengunjungi Muzium Negara di Kuala Lumpur, Malaysia, minggu lalu. Beberapa waktu lalu terdapat sebuah pameran di museum itu yang menceritakan awal mula masuknya bahasa Melayu di Malaysia.

Hanya dengan membayar RM 5 atau setara dengan Rp 16 ribu, wisatawan bisa tahu bagaimana sejarah bahasa Melayu. Dalam pameran itu dijelaskan bahasa Melayu sudah ada sejak lampau terbukti dari ditemukannya prasasti Melayu di Dong Yen Chau, Vietnam.

Setelah itu bahasa Melayu pun mulai berkembang dengan pengaruh dari budaya India dan Jawa. Hingga dalam masa-masa itulah bermunculan berbagai macam sastra Melayu. Jenis-jenis sastra yang bermunculan adalah Pantun, Syair hingga Gurindam.

Memasuki abad ke-19, bahasa Melayu mulai dipengaruhi oleh-oleh bahasa penjajah masa itu pun disebut sebagai pramodern. Pada masa itu, Inggris masih berkuasa di Malaysia hingga beberapa bahasa pun mulai 'terkontaminasi' dengan bahasa Inggris.

Hingga memasuki abad ke-20 baru bahasa Melayu modern muncul dan hingga sekarang dipakai. Apalagi diperbaiki dengan keluarnya Sistem Ejaan Rumi Bagaru pada 16 Agustus 1972 yang tak lain mirip Ejaan yang Disempurnakan yang dipakai Indonesia.

Baca Juga:  
Sumber: http://ngakmandi.blogspot.com/2012/11/asal-usul-malaysia-berbahasa-melayu.html
Baca Selengkapnya »»  

Bedanya Hukum Cambuk di Aceh Dengan Malaysia

Asalasah ~ Pelaksanaan hukuman cambuk di Aceh mengacu pada Peraturan Gubernur No 10/2005 yang terdiri atas 17 pasal yang antara lain isinya, Pertama cambuk yang digunakan terbuat dari rotan berdiameter 0,75-1 centimeter, panjang satu meter, dan tidak mempunyai ujung ganda. Pencambuk adalah anggota Wilayatul Hisbah (Polisi Syariat Islam). Hukuman cambuk dilaksanakan di tempat terbuka agar dapat disaksikan oleh orang banyak dengan dihadiri jaksa dan dokter. Tempat pencambukan di atas alas berukuran minimal 3×3 meter.


Hukuman Cambuk Aceh

Posisi pencambuk berdiri di sebelah kiri terhukum. Jarak pencambuk dengan terhukum 0,75-1 meter dengan wilayah pencambuk di punggung (bahu sampai pinggul). Jarak tempat pencambukan dengan masyarakat yang menyaksikan paling dekat 10 meter. Pencambukan dihentikan sementara apabila terhukum mengalami luka dan diperintahkan oleh dokter berdasarkan pertimbangan medis atau terhukum melarikan diri sebelum hukuman selesai dilaksanakan.

Terhukum tetap diharuskan memakai baju tipis yang menutup aurat yang telah disediakan serta berada pada posisi berdiri tanpa penyangga bagi terhukum pria dan dalam posisi duduk bagi terhukum perempuan. Terhukum paling sedikit akan menerima enam kali dan paling banyak delapan kali cambukan.

Malaysia
Pelaksanaan hukuman cambuk di Malaysia tampaknya cukup sadis. Beberapa TKI ilegal Indonesia di Malaysia pernah mengalami pedihnya hukuman cambuk model Malaysia. Mereka mengalami nasib sial dua kali! Pertama uang hasil keringat kerjanya disita oleh polisi Malaysia dan kedua mereka harus menjalan hukuman cambuk.

Hukuman Cambuk Malaysia http://asalasah.blogspot.com/2013/02/bedanya-hukum-cambuk-di-aceh-dengan.html

Menurut pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha : “Jika hukuman cambuk dilakukan pada daerah sekitar pinggul dapat mempengaruhi gairah seksual ekor dan jika mengenai tulang ekor dapat membuat TKI ilegal impoten.”

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»