Halaman

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Temuan-Temuan Terbesar Curiosity di Mars

mars science laboratory,msl,nasa,curiosity,mars
Asalasah ~ Curiosity replika ini akan ikut dalam parade inagurasi, perayaan pasca seorang Presiden AS diambil sumpahnya sebagai kepala negara, Senin (21/1) waktu setempat. (Dok.NASA)
Sejak mendarat di Mars pada Agustus 2012, robot Curiosity mencatatkan beberapa hal penting. Bukan hanya soal sains yang digalinya dari planet merah, juga mengenai penerapan teknologi untuk robot-robot penjelajah lainnya di masa depan.

Hingga April 2013, ada lima penemuan besar Curiosity selama di Mars. Pertama, dibuka dengan proses pendaratannya yang secara dramatis disebut "teror tujuh menit". Teknik pendaratan Curiosity di Mars merupakan hal baru dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya.

Dikatakan para pakar Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), teknik ini bisa diaplikasikan untuk misi manusia dan non-manusia ke Mars di masa mendatang.

mars,batu,curiosityFoto yang diambil Curiosity di Planet Mars (kiri) menunjukkan batu dan kerikil yang terlalu besar untuk dibawa oleh angin. Bentuknya pun menandakan pernah adanya aliran air. Foto di bagian kanan adalah batu yang ada di Bumi. (MSSS/Caltech/NASA and PSI/National Geographic).
 
Kedua, hanya tujuh pekan pascamendarat, Curiosity berhasil menemukan aliran sungai kuno. Penemuan ini mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Mars pernah didiami makhluk hidup pada miliaran tahun lalu.

Ketiga, Curiosity sukses mengukur kadar radiasi Mars. Pengukuran ini membantu para pakar mengetahui dampak radiasi pada mikroba kuno dan manusia yang akan datang berkunjung.

Keempat, Curiosity berhasil menggali batuan Mars pada Februari 2013. Robot senilai US$2,5 miliar itu sukses mengorek batu yang dinamai "John Klein" sedalam 6,4 sentimeter.

Ini merupakan sejarah tersendiri karena Curiosity menjadi rover pertama yang menggali sampel batu dari planet lain.

Kesuksesan menggali John Klein berujung pada penemuan hebatnya yang teranyar: unsur kimia pemegang kunci kehidupan. Unsur tersebut termasuk sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor, dan karbon.
nasa,curiosity,marsDalam kegiatan yang dinamai "mini drill test," Curiosity menggunakan peralatannya untuk menghasilkan cincin batu bubuk ini yang kemudian bisa dianalisa demi pengeboran lebih lanjut. Foto dirilis pada Kamis, 7 Februari 2013.(CREDIT: NASA/JPL-Caltech/MSSS).
 
Curiosity juga menemukan bahwa batu tersebut mengandung mineral liat. Itu artinya, pernah terjadi lingkungan yang cukup cair dengan tingkat keasaman netral dan tidak terlalu asin.

Bukti tersebut membuat tim penanggung jawab Curiosity menyatakan bahwa tempat mendaratnya di Mars, pernah menjadi lokasi hidup mikroba pada miliaran tahun lalu.

"Kami telah menemukan lingkungan layak huni yang begitu ramah dan mendukung kehidupan. Jika air ini dalam bentuk melingkar dan Anda ada di planet tersebut, maka kemungkinan Anda bisa meminumnya," demikian ujar kepala peneliti Curiosity, John Grotzinger, pada Maret 2013 lalu.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

2 Black Hole Paling Besar Yang Pernah ditemukan

Asalasah ~ Sekelompok ahli astronomi dari beberapa Universitas di Amerika Serikat berhasil menemukan lubang hitam (black hole) terbesar sepanjang sejarah. Bukan hanya satu, tapi dua black hole. Masing-masing memiliki massa raksasa yang setara dengan 10 miliar matahari.

Sebelumnya, black hole terbesar yang pernah ditemukan dan bertahan hingga tiga dekade 'cuma' memiliki massa enam miliar matahari. Dua raksasa ini berjarak cukup jauh dari bumi. Yakni terletak di antara dua galaksi yang jaraknya 300 juta tahun cahaya.



Jarak jauh ini menguntungkan bagi kita warga bumi karena jika kita berada di dekatnya maka kita akan terhisap. Dari penemuan para ahli itu, dua black hole ini bisa menelan apa pun hingga yang lima kali lebih besar dari sistem tata surya kita. Black hole sendiri merupakan area di luar angkasa yang memiliki massa sedemikian besar sehingga tidak ada objek yang selamat dari gaya gravitasinya.

Dikatakan oleh James Graham, Direktur Universitas Toronto dari Institut Astronomi dan Astrofisika, jika penemuan ini lebih dari sekedar rekor baru di Guinness World Records. "Tapi (penemuan) ini juga menempatkan cerita yang lebih besar, bukan hanya soal galaksi kita tapi galaksi di seluruh jagad raya dan di seluruh waktu kosmik," demikian ujar Graham yang juga salah satu pendiri tim di balik penemuan ini, Senin (5/12).

Penemuan ini awalnya dipelopori para peneliti dari University of California. Tujuan awalnya hanya ingin mengumpulkan sejarah formasi galaksi dengan melihat hubungan antara galaksi dengan black hole.

Para ahli astronomi ini mengukur kekuatan gravitasi tiap black hole menggunakan teleksop. Makin kuat gravitasinya, makin besar black hole tersebut. "Ini sangat luar biasa. Mereka (2 black hole) bahkan lebih besar dari yang kami harapkan," kata Graham lagi.

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Benda Terjauh Yang Masih dapat terlihat

Asalasah ~ Objek terjauh yang bisa dilihat adalah sebuah galaksi yang masih belum memiliki nama,
pengenalnya hanyalah sebuah kode, A1689-zD1.

Galaksi ini hanya bisa dilihat dengan menggunakan teleskop terkuat dengan teknologi terbaru yang pernah dibuat manusia sampai saat ini, Teleskop ruang angkasa Hubble yang di gabung dengan Teleskop ruang angkasa Spitzer.

Tidak hanya itu, untuk dapat melihat galaksi ini merukapan hal yang tidak mudah. Selain menggunakan NICMOS-nya Hubble yang di gabung dengan Spitzer, para ilmuan yang ngurus hal-hal ginian harus juga melakukan beberapa trik yang disebut dengan Gravitational Lensing atau lensa gravitasi.

Wow…!!! Bayangkan betapa luasnya alam semesta ini. Bintang terdekat dengan kita, Matahari, hanyalah sebutir pasir diantara seluruh pasir yang ada di dunia ini. Bingung? Masak sih? Ok… gini ya.

Bumi, planet tempat kita berpijak adalah satu dari 8 planet yang mengitari matahari. Matahari adalah satu dari miliaran bintang di galaksi kita, Bimasakti. Bimasakti adalah satu dari miliaran galaksi di alam semesta kita.  Jadi perbandinmgan diatas sangat masuk akal, walaupun — menurut saya — masih kurang.

1 detik cahaya = 300.000 km
1 tahun cahaya = 9.500.000.000.000 km

13.600.000.000 tahun cahaya adalah sama dengan 129.200.000.000.000.000.000.000 km.

Bila anda memiliki pesawat yang bisa membawa anda bulak-balik dari Jakarta ke ujung timur pulau Bali sebanyak 300 kali dalam satu detik, maka anda akan tiba di sana setelah melakukan perjalanan selama 13.600.000.000 tahun.



Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Luar Angkasa Itu Bau Steak Bakar lho


E-G-P ~ Angkasa luar ternyata memiliki bau yang kebanyakan bersumber dari bintang yang hampir mati. Campuran asap solar, logam panas, dan aroma bakaran barbeque, kira-kira seperti itulah bau ruang angkasa. Campuran bebauan dari bintang mati itu disebut polycyclic aromatic hydrocarbons.

Menurut penemu dan Direktur Laboratorium Astrofisika dan Astrokimia Pusat Penelitian Ames NASA, Louis Allamandola, molekul-molekul tersebut sepertinya berada di seluruh ruang angkasa. "Molekul tersebut juga melayang di sana selamanya, di dalam komet, meteor, dan debu angkasa," tuturnya. Hidrokarbon itu bahkan disebut-sebut sebagai bentuk awal kehidupan di Bumi. Karena itu, hidrokarbon dapat ditemukan pada batu bara, minyak, dan makanan.

Astronot sering kali melapor mencium bau steak bakar setelah berjalan di ruang angkasa. Walaupun manusia tidak bisa menghirup bebauan di ruang angkasa, saat astronot berada di luar stasiun ruang angkasa, senyawa dan komponen antariksa menempel pada baju mereka dan ikut masuk ke stasiun.

Bau ruang angkasa tercium dengan jelas saat tiga tahun lalu NASA memerintahkan Steven Pearce, pembuat wewangian Omega, untuk kembali dan menciptakan bau yang cocok untuk simulasi.

Allamandola menjelaskan, sistem tata surya kita baunya tajam dan pedas karena kaya akan karbon dan rendah oksigen. Analoginya sama dengan mobil. Jika kekurangan oksigen di dalam mobil, maka akan terlihat jelaga hitam dan bau busuk. Bintang yang kaya oksigen tercium seperti arang terpanggang.

Saat nanti kita dapat meninggalkan galaksi, baunya akan semakin menarik. Di dalam ruang angkasa yang gelap dan molekul penuh debu, bau gula manis hingga bau telur busuk dan belerang akan tercium.

sumber: http://www.ceritaciijail.com/2013/05/Ternyata.Luar.Angkasa.Itu.Bau.Steak.Bakar.lho.html
Baca Selengkapnya »»  

Antusiasnya Orang Ingin Berangkat Ke Planet Mars

Berminat? Tiket untuk Tinggal di Mars Mulai Dijual  
Asalasah ~ Beberapa bulan sebelum ia meninggal, Carl Sagan mencatat pesan harapan kepada calon penjelajah Mars. "Apa pun alasan Anda berada di Mars, aku senang Anda ada di sana dan aku berharap aku sedang bersama Anda," dia menuliskan.

Pada hari Senin, 17 tahun setelah astronom perintis ini menuliskan visi penuh harapan tentang masa depan pada tahun 1996, sebuah perusahaan dari Belanda menyatakan siap mengubah mimpi Sagan menjadi kenyataan. Perusahaan itu, Mars One, berencana mengirimkan empat astronot dalam perjalanan ke Planet Merah itu pada 2023.

Tujuannya untuk membentuk koloni permanen manusia. Demikian dilansir situs perusahaan itu. Tim pertama akan mendarat di permukaan Mars pada 2023 untuk mulai membangun koloni, dan penerbangan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap dua tahun setelah itu.

Tetapi ada beberapa hambatan serius yang kini tengah mereka pecahkan. Pertama, ketika di Mars, tubuh harus beradaptasi dengan gravitasi permukaan yang 38 persen lebih kuat dari di Bumi. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan perubahan fisiologis pada kepadatan tulang, kekuatan otot, dan sirkulasi tubuh. Kedua, dan langsung berhubungan dengan yang pertama, mereka harus mengucapkan selamat tinggal kepada semua keluarga dan teman-teman karena kesepakatan itu tidak termasuk tiket pulang.

Dalam situs Web tentang Mars ditulis, kepulangan kembali ke Bumi "tidak dapat diantisipasi atau diharapkan". Untuk kembali, mereka membutuhkan roket yang dirakit secara lengkap dan mampu melarikan diri dari medan gravitasi Mars, sistem pendukung kehidupan yang mampu untuk bertahan selama tujuh bulan, dan "dermaga", baik di Bumi maupun ruang angkasa.

Namun demikian, direktur perusahaan, Norbert Kraft, mengatakan, sudah lebih dari 10 ribu orang yang melamar untuk terbang ke Mars. Ketika pencarian resmi diluncurkan pada Senin di Hotel Pennsylvania, New York, ribuan orang langsung mendaftar.

Kraft mengatakan kepada Guardian bahwa pelamar sejauh ini berkisar pada usia 18-62 tahun. Sebagian besar pelamar adalah laki-laki.

Profesor Gerard 't Hooft, pemenang hadiah Nobel untuk fisika teoretis pada 1999 dan dosen teori fisika di Universitas Utrecht, Belanda, adalah duta proyek tersebut. Ia mengakui ada risiko kesehatan yang tidak diketahui. "Antara lain berupa radiasi dari sifat yang berbeda dari apa yang telah diuji di Bumi," katanya kepada BBC.

Didirikan pada 2010 oleh Bas Lansdorp, seorang insinyur, Mars One telah mengembangkan peta yang realistis. Adapun rencana pembiayaan untuk proyek ini berdasarkan teknologi yang ada. Mereka menyatakan misi ini sangat layak. Dalam situs Web-nya, mereka menyatakan, unsur-unsur dasar yang dibutuhkan untuk kehidupan sudah ada di planet ini. Misalnya, air yang dapat diekstraksi dari es dalam tanah dan nitrogen, unsur utama dalam udara yang kita hirup. Koloni akan didukung oleh panel surya khusus.

Pada bulan Maret, Mars One menandatangani kontrak dengan perusahaan Amerika Serikat, Paragon Space Development Corporation. Ini bertujuan untuk mengambil langkah pertama dalam mengembangkan sistem pendukung kehidupan dan antariksa yang cocok untuk misi ini. Proyek ini akan menelan biaya US$ 6 juta.

Lansdorp mengatakan, ia berharap dapat menjual hak siar. "Pendapatan selama Olimpiade London hampir cukup untuk membiayai misi ke Mars," kata Lansdorp dalam wawancara dengan ABC News pada bulan Maret.

Duta lain untuk proyek ini adalah Paul Römer, salah seorang kreator acara reality show Big Brother. "Misi ke Mars ini bisa menjadi acara media terbesar dunia," kata Romer.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/22/061474940/Berminat-Tiket-untuk-Tinggal-di-Mars-Mulai-Dijual
Baca Selengkapnya »»  

Dicari Sukarelawan Ke Mars Namun Tidak Kembali ke Bumi

Asalasah ~ Anda tertarik mencetak sejarah dengan menjadi manusia pertama yang menapakkan kaki di Planet Mars? Pendaftaran bagi 'astronot' untuk misi pertama ke planet merah itu sudah dibuka. Siapa saja boleh mendaftar. Tapi ingat, perjalanan ini hanya sekali jalan, Anda tidak akan bisa pulang ke Bumi.

Misi ini akan dikemas dalam acara reality show yang diproduksi di Belanda. Persyaratan utama bagi para peserta misi ini, yakni kesehatan yang bagus, memiliki kepribadian yang baik dan memiliki kemampuan bertahan hidup, serta berusia 18 tahun ke atas. Juga mampu memahami dan berbicara bahasa Inggris meski tidak lancar. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (23/4/2013).

Misi ini digagas oleh perusahaan non-profit, Mars One, yang berniat mendaratkan empat astronot pertama ke Mars. Misi tersebut akan dijalankan pada tahun 2023 mendatang, namun dikemas dalam acara reality show yang bisa ditayangkan di televisi. Kamera akan terus mengikuti aktivitas para astronot tersebut di Mars.

Namun sejumlah rintangan yang mungkin menjadi hambatan sempat menjadi penghalang pelaksanaan misi ini. Selain karena mereka yang terbang ke Mars tidak akan bisa pulang ke Bumi, mereka juga akan menghadapi tempat tinggal yang terbatas dan terancam kekurangan makan dan minum di Mars.

Tapi hal tersebut ternyata tidak mempengaruhi minat orang-orang untuk bergabung dengan misi ini. Menurut pendiri Mars One, Bas Lansdorp, sejak tahun 2012 lalu, pihaknya telah menerima sekitar 10 ribu pesan dari para pelamar potensial yang berasal dari 100 negara di dunia.

Dalam misi ini, dibutuhkan enam kelompok yang masing-masing terdiri dari 4 orang. Kloter pertama akan diberangkatkan pada tahun 2022. Sekitar dua tahun kemudian, akan dikirim kloter berikutnya ke Mars.

Misi ini akan menggunakan peralatan dan teknologi yang sudah diciptakan oleh para ilmuwan. Serangkaian rover, semacam robot penjelajah luar angkasa akan dikirimkan ke Mars terlebih dahulu sebelum misi manusia ke Mars dilakukan. Total, misi ini ditaksir memakan biaya sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp 58,3 triliun.

"Kedengarannya seperti uang yang sangat banyak. Dan memang dibutuhkan uang yang banyak. Tapi bayangkan apa yang akan terjadi ketika manusia pertama mendarat di Mars. Tentu saja semua orang di dunia ini ingin menyaksikannya," ujar Landorp dalam konferensi pers di New York.

Secara terpisah, Direktur Medis Mars One menuturkan, perserta misi ini harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik, tangguh, kreatif dan berempati tinggi jika ingin bertahan hidup. Di samping kondisi lingkungan di Mars yang cenderung ekstrem dan sangat berbeda dengan bumi, pihak Mars One memastikan misi ini cukup etis untuk dilakukan.

"Tujuan jangka panjangnya adalah untuk membentuk koloni yang mampu bertahan lama. Ekspansi ini tidak akan mudah. Seberapa cepat misi ini akan tercapai, silakan menebak," tutur Gerard 't Hooft yang merupakan pemenang Nobel Belanda yang mendukung misi ini. Hooft memenangkan Nobel untuk kategori fisika, tahun 1999 lalu.

Batas akhir pendaftaran untuk gelombang pertama adalah tanggal 31 Agustus 2013. Pendaftaran dilakukan secara online pada situs Mars One dan setiap pendaftar akan dikenai biaya namun tergantung pada negara asalnya. Jika dari AS maka akan dikenai biaya sebesar 38 dolar AS atau setara Rp 369 ribu. Anda berminat? Silakan saja, tapi ingat ini misi sekali jalan!

Baca Juga:  
Sumber: http://news.detik.com/read/2013/04/23/122201/2227928/1148/dicari-peserta-misi-ke-mars-tapi-tak-akan-bisa-pulang-ke-bumi?991104topnews
Baca Selengkapnya »»  

Apa Yang Terjadi Jika Bumi Tanpa Bulan ?




Setelah Star Wars, Star Trek, dan The Matrix, kini ada lagi satu film fiksi ilmiah berjudul Oblivion. Film yang kini masih diputar di bioskop-bioskop Indonesia itu diangkat dari komik karya Arvid Nelson dan Joseph Kosinski, yang berlatar Bumi pada tahun 2077.

Dengan aktor utama Tom Cruise, film tersebut menyuguhkan beberapa hal menarik. Misalnya, bagaimana manusia hidup di luar angkasa (orbit Bumi) serta bagaimana penerbangan luar angkasa masa depan dimungkinkan dengan pesawat satu awak.

Alkisah, dalam film tersebut, pada tahun 2017, Bumi diserang oleh alien yang dijuluki Scavenger. Satu hal menarik yang disuguhkan adalah bahwa Bulan telah dihancurkan. Bagaimana bila hal itu benar-benar terjadi?

Sebuah tulisan di Discovery, mengulas konsekuensi jika Bulan hancur itu benar-benar menjadi nyata. Dua skenario disuguhkan. Pertama, jika debris Bulan yang hancur masih ada di sekitar Bumi dan kedua bila Bulan benar-benar menghilang.

Jika Bulan hilang, tentu manusia tak dapat menyaksikan lagi bulan sabit, purnama, ataupun gerhana. Namun, jika debris Bulan masih ada di sekitar Bumi, debris itu bisa disinari Matahari. Bisa jadi, sinar terang akibat debris yang memantulkan cahaya Matahari itu melebihi purnama.

Jika debris Bulan masih ada, kemungkinan efek gravitasi yang diterima akan sama dengan efek gravitasi jika Bulan secara utuh ada. Namun, jika Bulan sama sekali hilang, efek gravitasinya pun akan hilang.

Jika gravitasi akibat Bulan tak ada, pasang akibat Bulan pun akan hilang. Fenomena pasang surut air laut masih akan terjadi, tetapi akan lebih disebabkan oleh Matahari dan akan terjadi pada siang hari

Dampak yang perlu diwaspadai dalam jangka panjang adalah terkait perubahan poros rotasi Bumi. Diketahui, poros rotasi Bumi terus berubah, membuat Bumi berputar seperti gasing, kadang miring ke kiri dan ke kanan. Bumi tidak tegak lurus.

Salah satu yang memengaruhi poros rotasi Bumi adalah Bulan. Saat ini, perubahan poros rotasi Bumi berlangsung sangat lambat. Bila Bulan tak ada, perubahan poros rotasi Bumi akan berlangsung lebih cepat.

Tanpa Bulan, "goyangan" poros Bumi yang kini hanya berkisar 22-25 derajat akan berubah ekstrem menjadi berkisar antara 0 -85 derajat celsius. Ini akan memicu perubahan iklim cepat, membuat Bumi menjadi lebih tak stabil dan tak layak huni.

Untunglah, efek tiadanya Bulan tak berlangsung tiba-tiba, perlu jutaan tahun. Namun, jika itu benar terjadi, kehidupan hewan akan terganggu dan boleh jadi akan mengganggu kehidupan manusia. Well, untungnya lagi, Oblivion hanyalah fiksi ilmiah.

sumber: http://bigcendol.blogspot.com/2013/04/apa-jadinya-bumi-tanpa-bulan.html
Baca Selengkapnya »»  

Bintang Raksasa Biru Di Galaksi IC 3418


Galaksi IC 3418 yang jatuh ke gugus Virgo. bergerak dengan kecepatan tinggi menyisakan jejak gas dingin.

Pada 55 juta tahun lalu, sebuah bintang dilahirkan dalam lingkungan yang sangat liar dan keras. Ia terbentuk dalam jejak panjang yang terbentuk dari gas yang lepas dari galaksi IC 3418. Gas tersebut lepas ketika galaksi IC 3418 melaju cepat menuju gugus Virgo dan berinteraksi dengan plasma panas di sekitar medium antargugus.

Bintang yang terbentuk itu merupakan bintang biru maharaksasa yang berada di rasi bintang Virgo. Bintang yang berada pada jarak 55 tahun cahaya ini sekaligus menjadi bintang terjauh yang berhasil diamati. Tidak mudah memang. Sebab, untuk bisa mengamati bintang maharaksasa biru tersebut, duo astronom Youichi Ohyama (Academia Sinica, Taiwan) dan Ananda Hota (UM-DAE Centre for Excellence in Basic Sciences, India) harus melakukan pengamatan dengan menggunakan beberapa instrumen.


Namun, hasilnya memang menakjubkan. Bintang maharaksasa biru berhasil diamati dan si bintang menjadi bintang terjauh yang pernah diamati dalam pengamatan spektroskopi.


Duo pengamat tersebut menggunakan teleskop Subaru, Canada-France-Hawaii-Telescope (CFHT), dan Galaxy Evolution Explorer (Galex) milik NASA untuk bisa mengungkap kelahiran bintang dalam ruang antargalaksi.

Cerita di Gugus Virgo
Gravitasi merupakan kunci penting dalam astronomi. Interaksi gravitasi terjadi pada obyek-obyek angkasa. Planet-planet yang mengorbit bintang yang juga bersama-sama bintang lain mengorbit pusat galaksi. Dalam skala lebih besar, galaksi-galaksi kemudian berinteraksi membentuk grup lokal. Pada skala yang lebih besar lagi dalam struktur besar alam semesta, ada yang namanya gugus galaksi yang terdiri dari ribuan galaksi. Demikian juga Bima Sakti. Galaksi kita ini merupakan bagian dari struktur yang lebih besar yang dikenal sebagai gugus Virgo.

Gugus Virgo merupakan sebuah gugus galaksi yang beranggotakan 1.300-2.000 galaksi di rasi Virgo. Di dalam gugus yang memiliki anggota ribuan galaksi tersebut, terdapat juga plasma superpanas dengan temperatur jutaan derajat dan materi gelap. Sebagai gugus galaksi terdekat dengan Bumi yang jaraknya hanya 55 juta tahun cahaya, gugus Virgo merupakan laboratorium ideal bagi para pengamat di Bumi untuk mempelajari nasib gas yang terlepas dari galaksi dan masuk ke medium antarbintang.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah pembentukan bintang terjadi di awan yang terbentuk dari gas yang lepas ke medium antargugus tersebut? Jika memang ada bintang yang terbentuk di situ, bagaimana ia terbentuk? Ini yang jadi fokus Youichi Ohyama dan Ananda Hota ketika mereka mengamati jejak gas IC 3418 dan mencari tahu apakah ada kemungkinan terbentuknya bintang baru di ruang antargalaksi.



Gugus Virgo, kumpulan ribuan galaksi. Kredit: Atlas of the Universe


Galaksi IC 3418

Galaksi IC 3418 merupakan sebuah galaksi kecil yang bergabung dengan gugus Virgo setelah mengalami tabrakan dengan gugus tersebut. Ia berselimutkan gas dingin dan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi (ribuan km per detik) di dalam gugus Virgo.


Gas dingin yang menyelimuti galaksi IC 3418 merupakan gas yang terlepas dari galaksi itu ketika ia bergerak. Saat si galaksi bergerak di sepanjang gugus, gas dingin yang terlepas tadi kemudian membentuk jejak sepanjang 55.500 tahun cahaya yang kemudian tampak seperti jejak kondensasi uap air yang ditinggalkan pesawat jet supersonik.


Jejak gas dingin yang terbentuk dari galaksi IC 3418 dikelilingi oleh plasma panas yang ada di medium antargugus. Namun, para astronom memang belum bisa menjelaskan apakah awan gas dingin itu menguap seperti air yang kita percikkan ke wajan panas ataukah justru mengalami kondensasi untuk kemudian membentuk bintang masif baru. Tampaknya, dugaan bahwa di jejak gas dingin tersebut sebuah bintang baru bisa terbentuk memang benar adanya. Itulah yang ditunjukkan oleh Galex dalam citra yang ia ambil. Ada bintang masif baru yang terbentuk di jejak tersebut.


Bagaimana gas yang lepas itu bisa membentuk bintang-bintang baru di plasma panas? Proses yang terjadi jelas tidak sesuai dengan pembentukan bintang yang terjadi di galaksi Bima Sakti yang kelahiran bintang masifnya terjadi dalam palung kelahiran bintang di dalam awan gas molekul dingin.

Menurut Youichi Ohyama, titik kecil pancaran aka emisi cahaya yang datang dari jejak IC 3418 berbeda dari gelembung pancaran cahaya ultraungu yang ada di jejak tersebut. Pengamatan spektoskopi dari titik kecil pada jejak IC 3418 yang dilihat menggunakan Faint Object Camera and Spectrograph (Focas) pada teleskop Subaru menunjukkan hal yang sangat berbeda dari yang diharapkan. Spektrum yang diperoleh tidak seperti area pembentukan bintang pada umumnya karena sama sekali tidak ada tanda-tanda pembentukan bintang di jejak tersebut. Tidak tampak kekhasan sebuah area di mana bintang-bintang biasanya dilahirkan.

Radiasi ultraungu secara terus-menerus biasanya memanaskan atau mengionisasi area di sekeliling gas ketika sebuah bintang lahir. Hasil pengamatan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda gas yang mengalami ionisasi. Yang tampak justru angin kencang yang datang dari atmosfer bintang dengan kecepatan 160 km per detik. Ketika dibandingkan dengan emisi cahaya di sekitarnya, tampak jelas kalau bintang masif yang dilihat Galex tersebut merupakan bintang panas kelas O yang sudah melewati masa mudanya dan sekarang mulai menua. Ia sudah berada pada tahap bintang maharaksasa biru dan tak lama lagi akan menghadapi kematiannya dalam ledakan supernova.

Bintang maharaksasa biru yang diamati oleh duo astronom tersebut merupakan bintang terjauh yang diamati secara spektroskopi dengan teleskop Subaru 8,2 meter. Implikasinya, di masa depan, sangat memungkinkan untuk para astronom melakukan pengamatan spektroskopi dan menemukan lebih banyak bintang jauh menggunakan teleskop besar, seperti Thirty Meter Telescope yang sedang dibangun.

Selain semakin banyaknya instrumen yang bisa digunakan, menurut Ananda Hota, sistem eksotis ini patut mendapat perhatian karena kondisi termal dan dinamik pembentukan bintang yang diperoleh dari hasil pengamatan tidak sesuai dengan apa yang selama ini diamati di Bima Sakti. Citra detail dari teleskop Subaru maupun citra yang tajam yang dihasilkan CFHT menjadi awal bagi perjalanan investigasi pembentukan bintang. Pengamatan lanjutan untuk mengungkap apa yang terjadi pada plasma panas dan turbulensi awan gas dingin diharapkan bisa menunjukkan karakteristik bintang yang berbeda, yang bisa saja tetap tetap "liar", eksotis, dan menantang teori yang saat ini kita yakini tentang pembentukan bintang.


sumber: http://bigcendol.blogspot.com/2013/04/bintang-raksasa-biru-di-galaksi-ic-3418.html
Baca Selengkapnya »»  

Planet Asing Yang Mirip Dengan Bumi


Ilustrasi planet Kepler 62f (tampak paling besar) dengan planet Kepler 62e (tampak bersinar di kanan Kepler 62f). Obyek berwarna kuning adalah bintang Kepler 62.


Menggunakan teleskop Kepler milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, ilmuwan menemukan planet-planet yang paling mirip dengan Bumi.

Dua planet ditemukan mengorbit bintang bernama Kepler 62, terletak di zona layak huni, wilayah yang tak terlalu panas ataupun dingin serta diduga memiliki air. Temuan dua planet tersebut dipublikasikan di jurnal Science

"Dua planet ini adalah kandidat planet terbaik yang mungkin layak huni," kata William Borucki, pemimpin misi investigasi Kepler dari Ames Research Center, NASA.

Dua planet tersebut hanya sedikit lebih besar dari Bumi dan beberapa miliar tahun lebih tua. Planet pertama bernama Kepler 62e, 40 persen lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya selama 122 hari. Sementara planet kedua adalah Kepler 62f, 60 persen lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya selama 267 hari.

Kedua planet itu mengorbit bintang yang berusia 7 miliar tahun, berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Lyra. Planet itu terletak pada jarak pas sehingga suhunya tak terlalu panas dan tak terlalu dingin, air bisa ditemukan dalam bentuk cair.

Ilmuwan belum mengetahui apakah permukaan kedua planet itu lebih kaya batuan atau perairan. Namun, ilmuwan beranggapan bahwa planet itu punya material yang bisa terkondensasi membentuk padatan, tetapi juga punya cairan dalam jumlah signifikan.

Justin Crepp, asisten profesor fisika dari University of Notre Dame seperti dikutip AFP, Kamis, mengatakan, "Ini adalah obyek paling mirip Bumi yang kami temukan sejauh ini."

Crepp mendeteksi keberadaan bintang Kepler 62 sekitar setahun lalu. Ia kemudian meneliti keberadaan planet yang mengelilinginya dengan metode transit, mengamati peredupan cahaya bintang akibat adanya planet yang melintas di mukanya. Meski Kepler 62e dan f dinyatakan paling mirip Bumi, masih belum diketahui apakah manusia bisa hidup di planet tersebut.

Sementara itu, terdapat planet ketiga yang diduga juga mirip Bumi, bernama Kepler 69c. Thomas Barclay dari Bay Area Environmental Research Institute di California mengatakan bahwa planet itu mungkin dekat dengan bintangnya dan panas seperti Venus.

Temuan Kepler 69c dipublikasikan di Astrophysical Journal, Kamis kemarin. Kepler 69 sendiri terletak 2.700 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Cygnus.

Dengan temuan ini, sekitar 2.700 kandidat dan planet yang telah terkonfirmasi berhasil ditemukan Kepler. Tahun 2011 lalu, Kepler juga menemukan dua planet yang diduga layak huni, bernama Kepler 22b dan Kepler 47c.

Misi Kepler diluncurkan tahun 2009, yang bertujuan mencari planet mirip Bumi sebagai calon tempat tinggal baru manusia.
sumber: http://bigcendol.blogspot.com/2013/04/planet-asing-yang-mirip-dengan-bumi.html
Baca Selengkapnya »»  

Apakah Bisa Mengubah Planet Mars Seperti Bumi ?



jejak Aliran Air di Mars yang diambil dengan lensa kamera Mastcam milik Curiosity pada 14 September 2012 dan dirilis oleh NASA pada 27 September 2012


Jumlah penduduk Bumi diperkirakan meledak ke angka sepuluh miliar orang pada 2050 mendatang. Dengan semua kondisi yang ada sekarang, angka ini diprediksi tidak akan mampu ditampung oleh Bumi. Jika demikian, apakah mungkin mencari Bumi baru?

Planet yang menjadi pembicaraan saat ini adalah Mars. Tetangga Bumi yang berjuluk Planet Merah ini, menurut perhitungan, masuk dalam zona yang bisa didiami. Suhu permukaannya juga masih bisa ditoleransi oleh manusia.

Jika memang potensial, bisa dilakukan proses teraformasi di Mars. Teraformasi merupakan proses hipotesis di mana kita bisa merancang permukaan seluruh planet tertentu agar bisa ditinggali manusia.

Manusia pernah melakukan ini pada Bumi dengan hasil yang menguntungkan. Kita hidup dan berkembang biak hingga sekarang. Namun, merancang satu kesatuan planet yang benar-benar asing adalah hal berbeda.

"Teraformasi sudah menjadi topik fiksi lama. Kini, dengan pakar sebenarnya yang meneliti kenyataan, kami bisa mempertanyakan kemungkinan nyatanya, sama dengan ramifikasi potensial atau mengubah Mars," ujar Michael Meyer, peneliti biologi NASA

Arti sebenarnya dari teraformasi adalah pembentukan Bumi, dalam artian menciptakan planet tandus menjadi Bumi yang baru. Dibutuhkan beberapa kunci utama, seperti atmosfer dengan tekanan cukup, oksigen, karbon dioksida, dan temperatur yang memungkinkan munculnya air.

Namun, seperti layaknya pembangunan, akan ada tantangan. Mars kurang memiliki oksigen dan air—dua kunci kehidupan makhluk hidup di Bumi. Selain itu, dipertanyakan juga etika menduduki planet lain, yang menurut beberapa pihak sebagai ide sesat.

sumber: http://bigcendol.blogspot.com/2013/04/mungkinkah-mengubah-planet-mars-akan.html
Baca Selengkapnya »»  

Mewaspadai Dampak " Flare " Matahari


Citra erupsi Matahari pada 31 Desember 2012 yang ditangkap kamera Solar Dynamics Observatory. Jangkauan erupsi mencapai 20 kali diameter Bumi.

Sejak Maret lalu, Matahari bergejolak dengan memunculkan flare skala sedang, yaitu kelas M. Pada Kamis 11 April 2013 pukul 14.16, teropong matahari milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan menunjukkan flare pada tingkat M 6,5. Flare terpantau di daerah Matahari yang dinamai 1719.

Thomas Djamaluddin, Deputi Kepala Lapan bidang Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan, menyatakan, ”Sebelumnya, flare (ledakan medan magnet Matahari) kelas M tercatat pada 15 dan 22 Maret lalu,” katanya.

Flare disebut kelas M bila fluks yang ditimbulkan antara 0,00001 dan 0,0001 watt per meter persegi. Flare kecil bila kurang dari 0,00001 watt/m2. Kelas ekstrem atau X, bila fluks lebih dari 0,0001 watt/m2. Terjadinya flare diawali dengan kemunculan banyak bintik Matahari. Bintik hitam di permukaan Matahari yang tampak pada teropong sesungguhnya puntiran garis medan magnet Matahari yang menembus permukaan Matahari.

Fenomena ini berpotensi menimbulkan flare akibat terbukanya kumparan medan magnet. Selain melepaskan partikel berenergi tinggi, flare juga memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik dan menimbulkan badai Matahari. Selain itu, flare juga akan memunculkan lontaran masa korona atau corona mass ejection (CME).

Aktivitas Matahari, kata Thomas, akan memengaruhi lingkungan ionosfer dan atmosfer Bumi hingga gangguan geomagnet, antara lain ditandai munculnya aurora di kutub. ”Dampak keseharian yang dirasakan manusia tidak ada, tetapi dapat menimbulkan gangguan pada satelit komunikasi yang penting bagi manusia,” ujarnya.

Gangguan pada dinamika atmosfer Bumi belum diketahui pasti mekanismenya. Namun, hal itu diduga berkaitan dengan adanya sinar kosmik yang terpengaruh aktivitas Matahari. Distribusi panas akan menyebabkan perubahan daerah tekanan rendah atau tinggi dan liputan awan di Bumi.

Clara Yono Yatini, Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan, belum lama ini memperkirakan, aktivitas Matahari akan meningkat hingga mencapai puncak pada pertengahan tahun 2013.

Pengamatan Lapan dengan teropong matahari menunjukkan gangguan cuaca antariksa terjadi pada 2000, 2003, dan tahun 2005. Dampaknya berupa gangguan komunikasi satelit dan padamnya jaringan listrik di beberapa negara.

sumber: http://bigcendol.blogspot.com/2013/04/mewaspadai-dampak-flare-matahari.html
Baca Selengkapnya »»  

Apakah Mungkin Mengubah Mars Menjadi Bumi Baru?

Asalasah ~ Jumlah penduduk Bumi diperkirakan meledak ke angka sepuluh miliar orang pada 2050 mendatang. Dengan semua kondisi yang ada sekarang, angka ini diprediksi tidak akan mampu ditampung oleh Bumi. Jika demikian, apakah mungkin mencari Bumi baru?

Planet yang menjadi pembicaraan saat ini adalah Mars. Tetangga Bumi yang berjuluk Planet Merah ini, menurut perhitungan, masuk dalam zona yang bisa didiami. Suhu permukaannya juga masih bisa ditoleransi oleh manusia.

Jika memang potensial, bisa dilakukan proses teraformasi di Mars. Teraformasi merupakan proses hipotesis di mana kita bisa merancang permukaan seluruh planet tertentu agar bisa ditinggali manusia.

Manusia pernah melakukan ini pada Bumi dengan hasil yang menguntungkan. Kita hidup dan berkembang biak hingga sekarang. Namun, merancang satu kesatuan planet yang benar-benar asing adalah hal berbeda.

"Teraformasi sudah menjadi topik fiksi lama. Kini, dengan pakar sebenarnya yang meneliti kenyataan, kami bisa mempertanyakan kemungkinan nyatanya, sama dengan ramifikasi potensial atau mengubah Mars," ujar Michael Meyer, peneliti biologi NASA, dikutip pada tahun 2004.

Arti sebenarnya dari teraformasi adalah pembentukan Bumi, dalam artian menciptakan planet tandus menjadi Bumi yang baru. Dibutuhkan beberapa kunci utama, seperti atmosfer dengan tekanan cukup, oksigen, karbon dioksida, dan temperatur yang memungkinkan munculnya air.

Namun, seperti layaknya pembangunan, akan ada tantangan. Mars kurang memiliki oksigen dan air—dua kunci kehidupan makhluk hidup di Bumi. Selain itu, dipertanyakan juga etika menduduki planet lain, yang menurut beberapa pihak sebagai ide sesat.

Baca Juga:  
Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/04/16/16324149/Mungkinkah.Mengubah.Mars.Menjadi.Bumi.Baru
Baca Selengkapnya »»  

Benarkah Seks Di Luar Angkasa Itu Berbahaya?

Asalasah ~ Massachusets: MISI eksplorasi antariksa terbaru adalah dengan memberangkatkan suami istri untuk melanglang buana ke antariksa serta melihat Mars tanpa perlu mendarat di permukaannya.

Misi dengan nama "Inspiration to Mars" ini mengundang kekhawatiran. Pasalnya pasangan suami isteri tersebut akan beresiko jika melakukan hubungan seksual di antariksa. Dan agaknya sulit mencegah mereka tidak melakukannya dalam perjalanan selama 501 hari.

"Pastinya saya yakin pasangan suami istri yang ikut 'Inspiration to Mars' akan merencanakan untuk berhubungan seksual di antariksa. Itu sudah pasti. Saya kira itu permintaan tak tertulis," kata Laura Woodmansee, penulis buku Sex in Space.

"Seks sangat sulit dilakukan di gravitasi nol karena Anda tak punya daya tarik. Anda tetap menabrakkan diri ke tembok. Pikirkan, tak ada gesekan, tak ada hambatan," kata Athena Andreadis, biolog sekolah medis, University of Massachusets, demikian dilansir Space.

NASA sejauh ini tak memiliki aturan yang secara eksplisit melarang atau memperbolehkan seks di luar angkasa. Astronot hanya diminta untuk mengupayakan hubungan berdasarkan kepercayaan dan profesionalitas.

"Ada banyak risiko hubungan seksual di antariksa, seperti kehamilan ektopik. Tanpa perlindungan atmosfer Bumi, level radiasi yang tinggi di antariksa juga bisa mengakibatkan cacat lahir (bila seks sampai berdampak kehamilan)," kata Woodmansee.

Woodmansee mengungkapkan, sejauh ini masih banyak yang belum diketahui. Manusia mengalami evolusi di Bumi. Dengan demikian, memikirkan pindah ke luar angkasa berarti manusia mengarahkan evolusi ke arah berbeda.

Soal "Inspiration to Mars", terlepas dari masalah seks di luar angkasa, tetap patut dihargai. Paling tidak, dari misi ini, ide misi lain yang lebih pendek, seperti ke orbit dekat Bumi, bisa diciptakan. [*]

Baca Juga:  
Sumber: http://indonesiarayanews.com/news/kesehatan/04-19-2013-05-41/seks-di-luar-antariksa-berbahaya
Baca Selengkapnya »»  

Potensi Dan Kelemahan Kehidupan di Luar angkasa

Asalasah ~ Selama ini kehidupan luar angkasa masih menjadi perdebatan dikhalayak ramai. Banyak yang kontra dan tidak sedikit yang pro atas keberadaannya. Mulai dari teori Astronot kuno hingga dunia modern ini, masih menimbulkan tanda tanya BESAR bagi kita semua.

Pada artikel ini, saya tidak akan membahas fenomena atau penampakkan UFO atau Alien, namun lebih menekankan apa itu Definisi dari Alien (Makhluk Ekstraterestrial).

Kehidupan Ekstraterestrial
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia, Alien mempunyai arti Makhluk asing. Berikut arti secara keseluruhan : Kehidupan ekstraterestrial didefinisikan sebagai kehidupan yang tidak berasal dari planet bumi. Keberadaan kehidupan di luar planet ini masih sebatas teori dan semua perkiraan mengenai kehidupan tersebut tetap berlangsung. Stephen Hawking berpendapat bahwa tidak mungkin kehidupan hanya ada di bumi saja.

Namun kadangkala beberapa orang sering salah menterjemahkan kata-kata alien dengan penampakkan yang berkepala besar bertangan panjang dan berpenampilan kurus (kanan). Pada dasarnya Alien hanyalah makhluk hidup yang berdiam di luar bumi, entah berperadaban tinggi atau rendah. Baik memasuki kelas makhluk hidup tinggkat tinggi seperti manusia atau malah makhluk hidup sekelas mikroba yang hanya bersel satu.

Hipotesa-hipotesa dan gagasan tentang kehidupan ekstraterisial masih terus berkembang dan menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan kehidupan E.T atau Ekstraterestrial ada di bentangan alam semesta ini. Beberpaa diantaranya adalah Venus dan Mars; bulan-bulan Yupiter dan Saturnus seperti Europa, Enceladus dan Titan; dan planet luar surya seperti Gliese 581 c dan d yang dikatakan berada di zona layak huni.
http://asalasah.blogspot.com/2013/04/potensi-dan-kelemahan-kehidupan-di-luar.html

Usaha Pencarian E.T
Ilmuwan berusaha mencari bukti kehidupan uniselular(bersel tunggal) di Tata Surya dengan melakukan penelitian terhadap permukaan planet Mars dan batu meteor yang jatuh ke bumi. Sebuah misi ke Europa, salah satu bulan Yupiter yang diduga memiliki air dibawah permukaannya, juga digagaskan.

Terdapat bukti terbatas bahwa kehidupan mikrobial mungkin ada di Mars. Eksperimen pada program Viking melaporkan adanya proses emisi gas dari lapisan tanah panas Mars yang diduga sebagai bukti kehadiran mikroba. Namun, tidak ada bukti kuat mengenai hipotesis tersebut. Pada tahun 1996, suatu struktur yang menyerupai nanobakteria dilaporkan ditemukan di meteor ALH84001 (gambar Bawah). Laporan ini sangat kontroversial, dan perdebatan terus berlanjut. Salah satu kontaversi adalah kemungkinan telah terkontaminasinya meteor ini.


Pada Februari 2005, ilmuwan NASA melaporkan bahwa mereka menemukan bukti kuat adanya kehidupan di Mars.Kedua ilmuwan, Carol Stoker dan Larry Lemke, membuat klaim bahwa tanda metana yang ditemukan di atmosfer Mars menyerupai proses produksi metana oleh kehidupan primitif di Bumi. NASA menolak klaim kedua ilmuwan tersebut.

Pada tahun 2010, dari data satelit Cassini, para ahli NASA menemukan bukti penting yang menunjukan adanya kehidupan alien primitif di Titan, bulan dari Saturnus. Ahli-ahli tersebut menyimpulkan dalam dua makalah. Pada makalah pertama, dalam jurnal Icarus, dinyatakan bahwa hidrogen yang mengalir di atmosfer planet menghilang di permukaan, yang menunjukan bahwa alien mungkin bernafas. Pada makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, disimpulkan bahwa terjadi kekurangan bahan kimia di permukaan. Zat-zat tersebut mungkin dikonsumsi oleh suatu kehidupan. Chris McKay, astrobiologi di Pusat Penelitian NASA, menyatakan bahwa proses konsumsi hidrogen ini mirip dengan proses manusia mengkonsumsi oksigen di bumi.

Terdapat gagasan bahwa alien mungkin mengeluarkan sinyal ke angkasa. Gagasan ini tidak pasti, namun proyek-proyek seperti SETI (Search for Extra-Terrestrial Intelligence) dibuat untuk mencari sinyal radio dari kehidupan ekstraterestrial.

Astronom juga mencari planet luar surya yang dapat dihuni seperti bumi. Planet-planet yang diduga dapat dihuni adalah Gliese 581 c, Gliese 581 d dan OGLE-2005-BLG-390Lb. Teknologi yang ada tidak cukup untuk mempelajari planet-planet luar surya tersebut.


Bukti-Bukti yang Mendukung Keberadaan E.T. dan UFO

Sinyal WOW!

Sinyal Wow! adalah sinyal radio yang dideteksi oleh Dr. Jerry R. Ehman pada tanggal 15 Agustus 1977, ketika bekerja dalam proyek SETI di teleskop radio Big Ear di Ohio State University. Sinyal ini berpotensi berasal dari luar tata surya. Sinyal ini berlangsung selama 72 menit, selanjutnya tidak dideteksi lagi. Sinyal ini menjadi pusat perhatian media ketika membicarakan hasil SETI. Diduga berasal dari rasi sagitarius.

Black Knight
Black Knight
 adalah sebuah satelit misterius yang sampai sekarang tidak diketahui apa dan darimana asalnya satelit tersebut. Yang pasti diketahui, satelit ini pertama kali terlihat di tahun 1960 dan ditemukan dalam orbit kutub. "Black Knight" ini sendiri pernah membalas sinyal radio tahun 1920 dan 30 sebelum lenyap lagi. Dan sinyal balasan dari satelit tersebut setelah diteliti hampir memliki kemiripan dengan sinyal balik kalau radio tersebut diarahkan ke Epsilon Bootes (salah satu rasi bintang).

Tempat Berpotensi Jadi tempat E.T.
1. Mars - Kehidupan Di Mars telah lama diperkirakan. Air diperkirakan telah ada di Mars di masa lalu, dan mungkin masih cair di bawah air permukaan. Metana ditemukan di atmosfer Mars.

2. Merkurius - Ekspedisi Messenger untuk Merkurius telah menemukan bahwa sejumlah besar air ditemukan pada lapisan exosphere nya.

3.Jupiter - Carl Sagan dan yang lainnya Pada 1960-an dan 70-an menghitung sebuah hipotesis tentang berbasis kehidupan makroskopis asam amino di atmosfer Jupiter.

4. Enceladus - Diperkirakan memiliki lapisan air bawah tanah.


5. Titan - Bulan ini tidak hanya dikenal dengan suasana yang signifikan. Data dari misi Cassini-Huygens membantah hipotesis samudra hidrokarbon global, tetapi kemudian menunjukkan adanya danau hidrokarbon cair di daerah kutub.


6. Venus - Baru-baru ini, para ilmuwan telah berspekulasi tentang keberadaan mikroba di lapisan awan stabil 50 km di atas permukaan, dibuktikan dengan iklim yang ramah dan ketidakseimbangan kimia.

Berikut hewan yang diduga bisa hidup di luar angkasa ENIGMA.

Seperti yang kita ketahui selama ini air adalah sumber terpenting untuk mendukung kehidupan. Salah satu tempat yang mendukung itu adalah Europa(bulan). Europa memiliki permukaan yang dilapisi oleh es, dan hebatnya lagi memiliki kandungan Oksigen Molekular.
(Kiri : Skema lapisan es dari Europa).

Potensi atas kehidupan asing : Sepeti halnya Titan, bulan-bulan yang terkategorikan sebagai Europa memiliki potensi terciptanya makhluk hidup. Ilmuan planet Richard Greenberg mengatakan bahwa dalam jangka waktu yang panjang tentunya, Europa memungkinkan untuk membentuk makhluk hidup tidak hanya dalam kategori Eukariotik namun mungkin juga berbasis pisces.



Persamaan Drake

Pada tahun 1961, University of California, Santa Cruz astronom dan astrofisikawan Dr Frank Drake menyusun persamaan Drake. Persamaan kontroversial dikalikan perkiraan bersama dengan ketentuan sebagai berikut:

* Tingkat pembentukan bintang yang cocok.
* Fraksi dari bintang-bintang yang dikelilingi oleh planet-planet.
* Jumlah dunia mirip Bumi per-sistem planet.
* Fraksi planet-planet di mana kehidupan cerdas berkembang.
* Fraksi planet komunikatif mungkin.
* Umur dari kemungkinan peradaban komunikatif .


Digunakan persamaan Drake untuk memperkirakan bahwa ada sekitar 10.000 planet di galaksi Bima Sakti yang mengandung kehidupan cerdas berkemampuan kemungkinan berkomunikasi dengan Bumi.

Berdasarkan pengamatan dari Hubble Space Telescope, ada setidaknya 125 milyar galaksi di alam semesta. Diperkirakan bahwa setidaknya sepuluh persen dari semua bintang mirip matahari memiliki sistem planet, misal ada 6,25 × 1018 bintang dengan planet yang mengorbit di alam semesta. Bahkan jika kita asumsikan bahwa hanya satu dari satu milyar bintang-bintang ini memiliki planet mendukung kehidupan, akan ada beberapa 6,25 × 109 (miliar) sistem pendukung kehidupan planet di alam semesta

Baca Juga:  
Sumber: http://www.gelut.com/2013/04/potensi-dan-kelemahan-kehidupan-di-luar.html

Baca Selengkapnya »»  

Alma, Observatorium Terbesar Di Dunia

Asalasah ~ Inilah observatorium terbesar di dunia, yang diberi nama ALMA ((Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array). Diresmikan pada Rabu (13/03/2013).
 
Berdiri di ketinggian 5000 meter dari permukaan laut, Chajnantor plateau (dataran tinggi Chjnantor), Chili. ALMA dilengkapi dengan 66 teleskop radio berbentuk antena besar yang memiliki diameter tujuh hingga 12 meter.
 
49 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia? http://asalasah.blogspot.com/2013/03/alma-observatorium-terbesar-di-dunia.html
“Ini merupakan tonggak karena menjadi proyek observatorium terbesar yang pernah terwujud di dunia,” kata seorang astronom ALMA, Giani Marconi.
 Proyek diharapkan menyediakan informasi yang tidak tersedia sebelumnya yang mungkin membantu para ilmuwan untuk memahami asal-usul alam semesta. Para ilmuwan berharap meneliti gas dan debu yang membentuk bintang dan galaksi.

Giani Marconi mengatakan hal yang menjadikan ALMA spesial adalah di tempat tersebut hampir tidak ada uap.

“Hampir tidak ada uap sama sekali sehingga radiasi yang berasal dari objek angkasa, dari galaksi dan bintang, datang tanpa masalah, tidak diserap oleh atmosfir sendiri,” tutur Marconi.

Pembangunan proyek memakan waktu lebih dari 10 tahun dan diperkirakan menekan biaya sebasar US$1,3 miliar, dan mendapat suntikan dana dari Cile, Amerika Serikat, Eropa, Kanada dan Jepang.
 
115 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia? http://asalasah.blogspot.com/2013/03/alma-observatorium-terbesar-di-dunia.html
314 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia?
212 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia?
515 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia?
66 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia?
75 Mau Tahu Observatorium Terbesar di Dunia?

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Bintang Yang Paling Tua Di Alam Semesta

Asalasah ~ Tim astronom menggunakan teleskop luar angkasa Hubble milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan bintang paling tua yang ada di alam semesta. Bintang tersebut diyakini berusia 14,5 miliar tahun.

"Kami telah menemukan bahwa ini merupakan bintang paling tua dengan usia yang telah ditetapkan dengan baik," kata Howard Bond dari Pennsylvania State University di University Park, seperti dikutipSpaceref, Jumat (8/3/2013).

Bintang paling lawas ini menunjukkan bahwa kalkulasi usia alam semesta (universe) lebih tua dari 13,8 miliar. Estimasi sebelumnya dari observasi yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa bintang paling tua berusia 16 miliar tahun.

Bintang Paling Tua Di Alam Semesta http://asalasah.blogspot.com/2013/03/bintang-yang-paling-tua-di-alam-semesta.html
Bintang Paling Tua (Ilustrasi)

Tampaknya, ini memang menjadikan dilema tersendiri di kalangan para peneliti. "Mungkin kosmologi adalah salah, fisika bintang adalah salah atau jarak bintang yang salah. Sehingga, kami menetapkan untuk memperbaiki jarak tersebut," jelasnya.

Kendati demikian, penetapan usia bintang paling tua ini dikatakan tumpang tindih dengan usia alam semesta. Peneliti menetapkan usia bintang melalui tingkat perluasan luar angkasa, sebuah analisis latar belakang gelombang mikro dari Big Bang dan pengukuran kerusakan radioaktif.

Tim peneliti menerapkan teori-teori kontemporer tentang kandungan kimia serta struktur internal planet. Bond berpikir bahwa pengukuran oksigen bisa mengurangi estimasi usia bintang.

Sebab, bintang akan terbentuk dalam waktu tertentu saat alam semesta memiliki kelimpahan kandungan oksigen. Dengan merumuskan mengenai jarak bintang, kandungan kimia serta strukturnya, Bond menetapkan bahwa bintang paling tua ini berusia 14,5 miliar tahun.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, ilmuwan mengungkap galaksi tertua berusia 10,7 miliar tahun. Galaksi tertua dengan kode nama BX442 ini diyakini sebagai galaksi pertama yang pernah terbentuk.

Baca Juga:  
Sumber: http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/03/20/913/139977/6-Tips-Makan-Sehat-dengan-Cara-Hemat
Baca Selengkapnya »»  

Fakta Pengetahuan Tentang Planet Jupiter

Asalasah ~ Alam semesta adalah tempat yang  misterius dalam sistem tata surya kita bersama galaksi dan bintang-bintang. Alam semesta memiliki delapan planet yang mengorbit pada matahari, yaitu Merkuri, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Setiap planet ini  sangat berbeda satu sama lain dan unik dengan caranya sendiri. Seperti Jupiter, yang merupakan sebuah planet luar biasa dengan banyak fakta-fakta mencengangkan. Inilah  fakta pengetahuan tentang planet Jupiter:
1. Tercepat Mengitari Orbit
http://asalasah.blogspot.com/2013/03/fakta-pengetahuan-tentang-planet-jupiter.html



Selain besar, Jupiter juga merupakat planet tercepat dalam mengitari orbit. Hanya butuh sekitar sepuluh jam untuk menyelesaikan satu rotasi. Kecepatan rotasi memberi kontribusi kuat pada bidang magnetik planet bersama radiasi yang mengelilinginya.
2. Planet Bercincin
planet jupiter http://asalasah.blogspot.com
spatialreasoning.net
Terdapat cincin yang mengitari Jupiter. Cincin utama debu yang tertinggal dari Meteoroid saat bertabrakan dengan empat bulan (Thebe, Metis, Adrastea dan Almathea). Para Ilmuwan baru-baru ini menemukan cincin samara menyerupai bentuk donat dengan nama halo cincin.
3. Terdapat Badai
planet jupiter http://asalasah.blogspot.com
black-cat-studios.com
Badai yang terjadi di Jupiter memiliki beberapa kesamaan dengan badai di Bumi. Badai di Jupiter tidak berlangsung lama, rata-rata 3-4 hari. Namun badai besar kuat bisa terjadi akibat debu yang membuat udara basah naik ke bagian atas troposfer yang berubah menjadi awan termasuk petir. Badai kuat di Jupiter jauh lebih besar dari pada di Bumi. Badai besar dialami di Jupiter setiap 15-17 tahun sekali.         
4. Pemilik Bulan Terbanyak
planet jupiter http://asalasah.blogspot.com
unit5.org
Sejauh ini, Jupiter memiliki 63 bulan, 4 bulan besar yang disebut Galilea ditemukan pada 1610 oleh Galileo Galilei. Bulan tersebut adalah Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Ganymede adalah bulan terbesar berukuran 3.270 mil. Yang menarik adalah Io yang berisi gunung berapi, danau lava dan kaldera besar. Gunung di Io bisa mencapai ketinggian 52.000 kaki atau 16 kilometer.
5. Terdapat Titik Merah Besar
planet jupiter http://asalasah.blogspot.com
sodahead.com
Pada tahun 1665, astronim Giovanni Cassini pertama kali mengidentifikasi adanya titik merah besar di Jupiter. Terlihat seperti badai raksasa dengan ukuran 40.000 Km. Namun saat ini ukurannya hanya setengah dari ukuran semula. Planet ini terdiri dari hidrogen padat, air, nitrogen, helium. Kencangnya angin dan ion menyebabkan badai dengan petir (mirip titik merah besar).

Sumber: http://bip-pengetahuan.blogspot.com/2013/02/5-fakta-tentang-planet-jupiter.html
Baca Selengkapnya »»  

Apakah Ada Makhluk di Planet Kembaran Bumi?

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/apakah-ada-makhluk-di-planet-kembaran.htmlAsalasah ~ Kepler-22b, planet yang diprediksi berpotensi menampung kehidupan (space.com)

Kembaran Bumi ini memiliki atmosfer, air, dan temperatur rata-rata 22 derajat Celcius.

Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menguak keberadaan planet yang bisa mendukung kehidupan (habitable). Namanya, Kepler-22b. Ditemukan oleh teleskop luar angkasa Kepler.

Para ilmuwan terus mengkaji "kembaran Bumi" itu. Berdasarkan penelitian terbaru, Kepler-22b teridentifikasi besarnya dua kali ukuran bumi, dengan temperatur rata-rata 22 derajat Celcius.

Kepler-22b juga memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan. Nyaris sempurna, kecuali kekurangan yang ini: jaraknya terlampau jauh, 600 tahun cahaya dari Bumi.

Kepler 22-b adal ah yang kali pertama disebut sebagai "super-Earth" yang diketahui terletak di zona habitasi, dengan bintang mirip dengan Matahari kita.

Dijuluki sebagai "Goldilocks Zone", lokasi di mana planet ini berada memiliki suhu yang cocok, yang memungkinkan eksistensi air di permukaannya.

Ini berarti, planet tersebut bisa memiliki benua dan lautan -- seperti halnya Bumi. Sebab, di mana ada air, di situlah kehidupan berada.

Ilmuwan yakin, Kepler-22b tak hanya sekedar bisa mendukung kehidupan, tapi juga mungkin, sudah ada kehidupan di sana.

"Penemuan ini mendukung keyakinan, bahwa kita hidup dalam alam semesta yang penuh sesak dengan kehidupan," kata Dr Alan Boss, dari Carnegie Institution for Science in Washington DC -- yang membantu mengidentifikasi planet ini dari data yang diperoleh oleh teleskop ruang angkasa Kepler, seperti dimuat Telegraph, 6 Desember 2011.

Seperti diketahui, teleskop Kepler yang diluncurkan NASA mengawasi 1 55.000 bintang -- untuk mencari keberadaan planet-planet layak huni.

Bintang di sekitar orbit Kepler-22b, berada di konstelasi Lyra dan Cygnus -- ukurannya lebih kecil dari matahari dan 25 persen lebih redup.

Planet tersebut mengorbit bintangnya dalam waktu 290 hari, dengan jarak 15 persen lebih dekat dari jarak Bumi ke Matahari.

Kepler-22b berada tepat di tengah zona habitasi bintang -- sebuah kondisi yang sempurna bagi kehidupan.

Sementara, dua planet lainnya yang mengorbit pada bintang yang lebih kecil dan lebih dingin dibandingkan Matahari -- baru-baru ini ditemukan di tepi zona layak huni mereka.Orbit mereka lebih mirip dengan Mars dan Venus.

Laporan tentang penemuan tersebut akan dipublikasikan oleh Astrophysical Journal.

Dr Douglas Hudgins, ilmuwan program Kepler di markas NASA di Washington, mengatakan, "Ini adalah tonggak untuk menemukan kembaran Bumi."

Baca Juga:  
Baca Selengkapnya »»  

Lamanya Perjalanan Menuju Mars Dengan Pesawat Luar Angkasa

Asalasah ~ Planet Mars merupakan salah satu objek langit yang bisa dilihat dengan mata telanjang di malam hari yang cerah. Setiap dua tahun sekali, Mars dan Bumi saling mendekati satu sama lain. Hal itu disebut dengan Opposition, yaitu saat dimana Mars berada lebih dekat 55 juta km dari Bumi.

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/lamanya-perjalanan-menuju-mars-dengan.html

Waktu yang diperlukan bagi sebuah wahana untuk menempuh perjalanan dari Bumi ke Mars berkisar antara 150-300 hari tergantung pada kecepatan peluncuran, penyelarasan Bumi dan Mars, dan panjang jarak dari perjalanan tersebut untuk mencapai target.

Pesawat atau wahana pertama buatan manusia yang pergi ke Mars yaitu Marine 4 yang diluncurkan pada 28 November 1964 dan sampai di Mars pada 14 Juli 1965. Marine 4 berhasil mengambil 21 foto. Total waktu penerbangan adalah 228 hari

Kesuksesan tersebut diikuti oleh Marine 6 yang diluncurkan pada 25 Februari 1969 dan sampai di Mas tanggal 31 Juli 1969. Waktu penerbangan hanya 156 hari. Marine 7 juga berhasil sampai di Mars dengan waktu tempuh hanya 131 hari.

Marine 9 sebagai satelit pertama yang berhasil masuk ke orbit Mars diluncurkan pada 30 Mei 1971 dan sampai pada 13 November 1971 dengan waktu tempuh 167 hari.

Dari situlah perkiraan lamanya waktu tempuh ke Mars antara 150-300 hari. Namun ada juga yang bisa lebih lama dari 300 hari. Berikut ini contohnya:

1. Viking 1 (1976) = 335 hari
2. Viking 2 (1976) = 360 hari
3. Mars Reconnaissance Orbiter (2006) = 210 hari
4. Phoenix Lander (2008) = 295 hari
5. Curiosity Lander (2012) = 253 hari

Kenapa begitu lama ?


Perjalanan dengan metode Hohmann Transfer Orbit.

Dikutip astronomi.us dari universetoday.com, Kamis (26/07/2012), Jarak Bumi dan Mars sekitar 55 juta km, kecepatan roket 20 ribu km per jam maka lamanya waktu tempuh bisa hanya 115 hari. Tapi kenapa bisa sampai 1 tahun??. Hal ini disebabkan karena Bumi dan Mars mengorbit Matahari. Tidak bisa menempuh garis lurus untuk menuju ke sana sebab keduanya selalu bergerak dan berpindah posisi. Sehingga wahana atau roket tersebut perlu mengikuti ke mana posisi planet tujuannya.

Kendala lainnya adalah bahan bakar. Bahan bakar dibutuhkan ketika pergi dan pulang, diperlukan jumlah bahan bakar yang sangat banyak dan itu cukup menyulitkan. Maka untuk itu ilmuwan NASA menggunakan sebuah metode yang disebut dengan Hohmann Transfer Orbit atau Minimum Energy Transfer Orbit. Hal itu bertujuan untuk mengirim pesawat luar angkasa dari Bumi ke Mars dengan kebutuhan bahan bakar seminim mungkin. Metode ini diperkenalkan pertama kali oleh Walter Hohmann pada tahun 1925. Wahana yang diluncurkan akan mengrobit dengan lintasan yang lebih panjang dari pada lintasan Bumi mengelilingi Matahari untuk kemudian akan bertemu dengan orbit Mars di saat yang bersamaan. Hal itu tentunya bisa lebih cepat dan lebih hemat.

Saat ini para insinyur NASA juga tengah mengembangkan mesin roket yang lebih canggih untuk kegiatan eksplorasi planet yang lebih jauh lagi. (Adi Saputro/ astronomi.us)

Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. ..... Bukti-bukti ini mendukung hipotesis bahwa Phobos terbentuk dari materi yang .... Sinar Gamma Odyssey melacaktemu hidrogen yang diduga terkandung di es air Mars.

Baca Juga:  
Sumber: http://danish56.blogspot.com/2012/08/berapa-hari-untuk-sampai-ke-mars-dengan.html?m=1
Baca Selengkapnya »»